Banten

Dukungan FSPI untuk Program Makan Bergizi Presiden Prabowo Menggema di Tengah Isu Politisasi

Moehamad Dheny Permana | 7 Oktober 2025, 04:33 WIB
Dukungan FSPI untuk Program Makan Bergizi Presiden Prabowo Menggema di Tengah Isu Politisasi

Akurat Banten - Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) menyerukan agar publik menanggapi insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kepala dingin dan semangat perbaikan, bukan dengan sentimen politik yang justru mengaburkan tujuan utama program tersebut.

Koordinator Presidium FSPI, Zuhelmi, menyampaikan bahwa MBG merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam membangun generasi muda yang sehat dan kuat melalui perbaikan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

“Kita perlu melihat program ini secara objektif. Data menunjukkan angka stunting menurun drastis dalam tiga tahun terakhir, dan itu tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan distribusi makanan bergizi bagi siswa,” ujarnya.

Ia menilai bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa program MBG berhasil memberikan dampak sosial yang signifikan, tidak hanya bagi sektor pendidikan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Menurut data Kementerian Kesehatan, tingkat stunting nasional kini turun menjadi 11,2 persen per Agustus 2025, dari sebelumnya 21,6 persen pada tahun 2022.

“Angka ini menunjukkan perubahan besar yang harus kita apresiasi, bukan dicurigai. MBG telah berkontribusi nyata terhadap masa depan anak-anak bangsa,” kata Zuhelmi.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dalam merespons insiden keracunan yang sempat mencuat di beberapa daerah.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Respons Larangan Penggunaan Incinerator, Pilar: Kami Akan Pelajari Surat Edaran KLHK

Menurutnya, keputusan Presiden untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dapur dan distribusi makanan menandakan kepemimpinan yang tanggap dan berpihak pada keselamatan anak-anak.

“Respons Presiden sangat tegas dan cepat. Beliau tidak menyalahkan siapa pun, tapi langsung memerintahkan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

FSPI juga menyoroti sisi ekonomi dari program MBG yang kini membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

Ribuan UMKM katering, petani, hingga nelayan lokal turut terlibat dalam rantai pasok penyediaan bahan makanan bergizi, sehingga program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kecil.

“Setiap boks makan bergizi yang dikirim ke sekolah bukan sekadar nutrisi bagi anak-anak, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak keluarga di desa,” ujar Zuhelmi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal program MBG dengan semangat kolaboratif, bukan dengan saling curiga atau menjadikannya bahan perdebatan politik.

“Program sebesar ini membutuhkan dukungan dari semua pihak. Jika terus dipolitisasi, kita justru kehilangan fokus terhadap tujuan mulia memperbaiki gizi anak bangsa,” katanya.

Baca Juga: 39 Warga Kabupaten Tangerang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Gara-Gara Judi Online

Zuhelmi menegaskan bahwa MBG adalah simbol kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil, terutama di tengah situasi politik nasional yang kerap penuh dinamika.

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi kunci dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Gizi anak-anak hari ini akan menentukan kekuatan bangsa kita di masa depan,” pungkasnya.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.