Banten

Medvedev Sebut Iran Bisa Dapat Senjata Nuklir dari Negara Sahabat!

Moehamad Dheny Permana | 23 Juni 2025, 04:35 WIB
Medvedev Sebut Iran Bisa Dapat Senjata Nuklir dari Negara Sahabat!

Akurat Banten - Ketegangan global kembali memuncak setelah Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, melontarkan pernyataan yang bikin gempar.

Medvedev menyebut bahwa ada beberapa negara yang siap membantu Iran dengan memberikan akses terhadap senjata nuklir.

“Sejumlah negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka,” tegasnya.

Komentar pedas tersebut muncul setelah Amerika Serikat di bawah komando Presiden Donald Trump melancarkan serangan udara ke beberapa titik fasilitas nuklir Iran.

Lokasi seperti Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran utama dari operasi militer AS yang disebut-sebut sebagai tanggapan atas ketegangan yang memuncak di kawasan.

Baca Juga: Fenomena Bulan Super Kembali Datangkan Banjir Rob, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga!

Namun menurut Medvedev, hasil dari serangan tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.

Ia menilai, infrastruktur nuklir Iran masih bisa bertahan dan program pengayaan uranium kemungkinan besar masih terus berjalan.

“Kerusakan tampaknya minimal. Kegiatan mereka mungkin saja tetap berlanjut,” ucap Medvedev.

Ia juga mengkritik tajam langkah Presiden Trump yang dianggap inkonsisten.

Di tengah kampanye pemilu yang menjanjikan perdamaian, Trump justru dinilai memicu konflik baru yang berisiko meluas.

“Trump menyebut dirinya pembawa perdamaian, tapi kenyataannya justru dia memprovokasi perang besar,” ujar Medvedev.

Tidak hanya itu, Medvedev juga menyangsikan kemungkinan Trump menerima pengakuan internasional dalam bentuk penghargaan.

“Lupakan soal Nobel Perdamaian. Dunia tidak mendukung langkah AS dan Israel,” tambahnya.

Baca Juga: Iran Klaim Siap Hadapi Serangan AS, Trump Sebut Operasi Militer Jadi Sejarah Baru

Ketegangan ini merupakan lanjutan dari serangan Israel terhadap Iran sejak pertengahan Juni, yang kemudian memicu aksi balasan dari pihak Iran.

Kedua belah pihak sama-sama menanggung korban besar.

Iran mencatat lebih dari 400 kematian dan ribuan luka-luka, sementara Israel juga kehilangan puluhan warganya akibat gempuran balasan.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi dunia internasional.

Dengan pernyataan Medvedev yang menyiratkan potensi aliansi nuklir baru, dunia kini berada di persimpangan antara diplomasi dan kehancuran.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.