Dr Lo Siauw Ging Berpulang di Usia 82 Tahun, Dokter Dermawan yang Tidak Pernah Memungut Biaya ke Pasien Miskin

AKURAT BANTEN - Kabar duka datang Dr Lo Siauw Ging. Dokter yang terkenal dermawan ini meninggal dunia, pada usia 82 tahun.
Dr Lo Siauw Ging meninggal karena sakit yang lama dideritanya, di Rumah Sakit Kasih Ibu.
Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto mengatakan, Dr Lo Siauw Ging meninggal tadi siang, pukul 14.30 WIB.
Baca Juga: Siswa Tunarungu Belajar Membaca Quran Isyarat di Masjid Raya Al Azhom Tangerang
"Ya, sakit," katanya, Selasa (9/1/2024).
Dijelaskan, sejak beberapa tahun terakhir kesehatan Dr Lo Siauw Ging memang menurun. Dia kerap keluar masuk rumah sakit.
Sementara itu, menurut data Wikipedia, Dr. Lo Siaw Ging lahir pada 16 Agustus 1934. Mendiang, membuka praktik di Kota Solo.
Dia pernah menjabat sebagai direktur di Rumah Sakit Kasih Ibu.
Selain berpraktik di Rumah Sakit Dr. Oen (RS Kandang Sapi), Dr Lo Siauw King juga membuka praktik di rumahnya di kawasan Jagalan, Solo.
Dokter Lo terkenal sebagai dokter yang merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif. Bahkan sebagian besar pasien yang tidak mampu tidak dibebani biaya pengobatan.
Biaya pembelian obat pun terkadang dibayari oleh Dr Lo untuk pasiennya yang tidak mampu.
Baca Juga: Bendungan Karian Diresmikan Presiden, 80 Bidang Tanah Milik Warga Desa Tambak Belum Dibayar
Selain itu, dokter Lo juga terkenal akan diagnosanya yang tepat.
Dia meneladani sosok dokter Oen, seniornya yang berjiwa sosial tinggi, serta ayahnya. Karena pelayanannya selama bertahun-tahun di Solo, namanya tercantum di Kitab Solo.
Hal tersebut juga dikemukakan oleh Sumartono Hadinoto.
Dia menjelaskan, Dr Lo dikenal oleh masyarakat karena memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.
"Pasti kalau orang Solo dan sekitarnya tahu, dr Lo sangat sosial," ungkapnya.
Dia mengatakan, selama dokter Lo bertugas menjadi dokter umum, banyak orang yang sudah diberikan pengobatan tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: Komplotan Perampok Bersenjata Api di Serang Ditangkap Polisi, 1 Ditembak
"Hampir semua digratisi oleh dr Lo, tidak pandang bulu, semua dibantu, kalau perlu dibelikan obat. Beliau setiap hari buka praktik di rumah, pagi dan sore hari," terangnya.
Dia mengenang, satu pesan yang selalu disampaikan oleh dr Lo, yakni jika ingin kaya jangan menjadi dokter karena jika ingin menjadi dokter, maka harus mau melayani orang banyak di bidang kesehatan.
"Jadi tidak perlu memikirkan uang, yang penting bisa melayani orang menjadi sehat kembali," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!




