Banten

Duka di Tanah Rencong: 1,4 Juta Jiwa Jadi Korban Bencana Aceh, Mualem Saksikan ‘Luka’ dari Jendela Pesawat

Saeful Anwar | 3 Desember 2025, 14:23 WIB
Duka di Tanah Rencong: 1,4 Juta Jiwa Jadi Korban Bencana Aceh, Mualem Saksikan ‘Luka’ dari Jendela Pesawat

AKURAT BANTEN-Warga Tanah Air tengah berduka. Bencana hidrometeorologi parah, yakni banjir bandang dan longsor, telah menerjang Sumatra dan menyisakan kehancuran masif.

Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling parah terdampak, di mana ribuan desa terkepung, ratusan nyawa melayang, dan jutaan jiwa kini menanti uluran tangan.

Baca Juga: BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan 

Pilu Sang Gubernur: Mata Menangkap Luka di Tanah Rencong
Di tengah upaya evakuasi dan tanggap darurat, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf—akrab disapa Mualem—meninjau langsung skala kehancuran yang melanda wilayahnya.

Bukan dari darat, Mualem melihat penderitaan warganya melalui udara, menggunakan pesawat.
Momen tersebut diunggah di akun Instagram resminya, @muzakirmanaf1964 pada Rabu, 3 Desember 2025.

Dengan mengenakan rompi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Mualem menatap ke bawah dari jendela pesawat, memandangi Aceh yang kini berbalut lumpur dan air.

"Dari jendela pesawat, mata menangkap luka di Tanoh Rencong. Air meluap, rumah hanyut, dan wajah-wajah tabah menunggu harapan tiba," tulis Mualem, memberikan gambaran visual yang menyayat hati.

Gubernur Aceh itu berharap wilayahnya segera pulih dan mengajak seluruh pihak untuk mengirimkan doa. "Al-Fatihah untuk para korban bencana yang berpulang," tutupnya dengan harapan agar warga dapat segera bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga: 796 TITIK PELANGGARAN TATA RUANG BIANG KEROK BENCANA! BNPB-BMKG 'Semprot' Pemda: Jangan Cuma Salahkan Hujan, Stop Abaikan Peringatan Dini!

Skala Bencana: Data Korban Jiwa dan Terdampak yang Mengguncang

Skala bencana di Sumatra tercatat sangat masif, menjadikan Aceh sebagai salah satu fokus perhatian nasional.

Mengutip data BNPB per Rabu, 3 Desember 2025, total korban jiwa di tiga provinsi mencapai angka yang tragis:

Provinsi
Korban Jiwa (Tewas)
 
Aceh 218 Jiwa  
Sumatera Utara (Sumut) 301 Jiwa  
Sumatera Barat (Sumbar) 234 Jiwa  
Total 753 Jiwa  

Baca Juga: Dramatis! BNN Bekuk Gembong Sabu 5 Triliun di Kamboja: Selamatkan 8 Juta Jiwa dari Ancaman Narkoba

1,4 Juta Jiwa Terdampak, 3.310 Desa Terendam

Juru Bicara Posko Komando Kantor Gubernur Aceh, Murthalamuddin atau Muthala, memaparkan kondisi terkini korban di Aceh yang menunjukkan betapa luasnya bencana ini:

• Korban Terdampak: 1.452.185 jiwa atau 229.767 KK.
• Jumlah Pengungsi: 660.642 jiwa yang tersebar di 828 titik pengungsian.
• Desa Terdampak: Banjir dan longsor melanda 3.310 desa di 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh."

Fokus kami saat ini adalah evakuasi, pencarian korban hilang, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi," tegas Muthala, seraya melaporkan bahwa data korban terus bergerak seiring pencarian yang berlanjut.

Baca Juga: Sinyal Darurat! Telkomsel Beri Internet, Telepon, dan SMS Gratis untuk Korban Bencana Sumatera: Ini Kode Rahasia UMB-nya!

Update Bantuan Terkini: Tembus Wilayah Terisolasi via Tiga Jalur Utama

Pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN, serta relawan, melakukan aksi all-out untuk menyalurkan logistik ke kantong-kantong pengungsian dan wilayah yang terisolasi total.

Akses darat yang terputus akibat rusaknya jembatan dan lumpur memaksa tim gabungan menerapkan strategi multijalur:

Strategi Akselerasi Bantuan: Darat, Udara, dan Sungai

  • Jalur Udara (Airdrop): Helikopter dan pesawat diterjunkan untuk mengirim logistik cepat, terutama ke daerah terisolir di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Bantuan vital seperti makanan siap saji dan obat-obatan didistribusikan dari udara.
  • Jalur Sungai: Di kawasan seperti Aceh Tamiang yang terdampak parah, bantuan menggunakan sampan menjadi tumpuan utama untuk menjangkau desa-desa yang rumahnya hanyut.
  • Jalur Darat Prioritas: Akses jalur nasional penghubung utama, seperti ruas Aceh Tamiang–Sumatera Utara, berhasil dibuka kembali untuk mobilisasi truk logistik dan alat berat, menjadi kunci percepatan pemulihan.

Baca Juga: Dituding Biang Kerok Banjir Sumatera Era Menhut, Zulhas: ‘Begitu Berkuasa kah Saya?’ Ungkap Penyesalan Soal Tesso Nilo

Prioritas Logistik: Tidak Hanya Makanan, Tapi Kesehatan dan Komunikasi

Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 40 unit tenda keluarga, 10 tenda serbaguna, serta mendirikan 3 Dapur Umum Lapangan. Sementara itu, fokus bantuan telah diperluas ke sektor kesehatan dan komunikasi:

• Kesehatan: Prioritas utama adalah penyaluran vitamin, masker, dan obat-obatan untuk mengantisipasi melonjaknya penyakit pernapasan (Ispa) yang rentan menyerang pengungsi.
• Komunikasi: Untuk mengatasi rusaknya jaringan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan alat jaringan internet portabel demi memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan akurat dan cepat.

Upaya yang dilakukan seluruh unsur negara dan masyarakat ini menunjukkan sinergi kuat demi mengembalikan harapan di tengah duka mendalam yang melanda Tanah Rencong.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif sembari memastikan setiap pengungsi mendapatkan kebutuhan dasarnya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman