BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan

• Inisiatif Drastis Gubernur Jabar: Larangan Tebang Hutan Segera Diberlakukan
AKURAT BANTEN—Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali membuat gebrakan yang berpotensi menjadi kebijakan paling krusial di wilayahnya.
Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Selasa, 2 Desember 2025, Dedi mengumumkan rencana mendesak untuk menetapkan moratorium penebangan hutan di seluruh area yang berpotensi memicu bencana alam.
Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap meni ngkatnya risiko musibah alam, sekaligus upaya untuk melindungi Jabar dari kerusakan ekologis lebih lanjut.
“Moratorium itu segera kami siapkan dan mungkin besok akan saya luncurkan,” tegas Dedi dengan nada serius dalam video tersebut, mengindikasikan bahwa kebijakan ini akan segera berlaku dalam hitungan jam.
Lebih Penting Melindungi daripada Sekadar Menanam: Filosofi Dedi Mulyadi
Moratorium ini bukan sekadar larangan, melainkan perwujudan dari filosofi konservasi yang diyakini oleh mantan Bupati Purwakarta ini.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa tindakan pencegahan dan perlindungan jauh lebih bernilai daripada upaya rehabilitasi semata.
Menurutnya, fokus berlebihan pada program penanaman kembali (reboisasi) tanpa menghentikan deforestasi adalah sia-sia:
“Menanam seribu pohon belum tentu menjadi seratus pohon (yang tumbuh), tetapi menebang seribu pohon sudah jelas kehilangan banyak manfaat bagi lingkungan,” jelas Gubernur.
Pernyataan ini menyoroti ironi praktik penebangan hutan yang terus berjalan paralel dengan gerakan penanaman pohon.
Pohon yang sudah berdiri kokoh selama puluhan tahun, dengan manfaat ekologis yang terbukti, tidak dapat digantikan dalam waktu singkat oleh bibit yang baru ditanam.
Baca Juga: Aksi Tegas Polda Banten: 28 Lokasi Tambang Disidak, Apa Hasilnya?
Oleh karena itu, menjaga pohon yang ada menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana.
Seruan Tobat dan Pengakuan Dosa bagi Para Pengambil Kebijakan Keliru
Tak hanya mengeluarkan kebijakan keras, Dedi Mulyadi juga melayangkan kritik tajam dan seruan moral kepada pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan alam yang telah terjadi.
Mantan Anggota DPR RI ini meminta para pihak yang telah membuat keputusan atau kebijakan keliru yang berujung pada bencana untuk segera bertaubat.
“Kita sampaikan juga pada para pihak yang telah melakukan kekeliruan dalam pengambilan keputusan, dalam mengambil kebijakan, sehingga menimbulkan bencana untuk menyadari dan bertaubat agar tidak mengulangi peristiwa itu,” ujar Dedi.
Dedi berharap, pengakuan kesalahan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, menjadikan tragedi alam sebagai cermin untuk segera mengubah orientasi pembangunan yang selama ini mungkin terlalu eksploitatif.
Solidaritas Bencana: Doa untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Di tengah isu penting tentang kebijakan lingkungan di Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga tidak lupa menyampaikan rasa duka dan doa bagi daerah lain di Indonesia yang baru-baru ini tertimpa bencana alam, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengajak seluruh masyarakat yang menyaksikan videonya untuk menunjukkan solidaritas nyata:
“Mari bersama-sama bergandengan tangan untuk menuntaskan, menyelesaikan, dan menolong penderitaan yang dialaminya,” ajak Dedi.
Inisiatif moratorium penebangan hutan oleh Dedi Mulyadi ini diperkirakan akan memicu diskusi publik yang luas, baik dari kalangan aktivis lingkungan, pengusaha kehutanan, maupun para politisi.
Keputusan ini merupakan langkah berani dan populis yang sejalan dengan tuntutan mendesak untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan masyarakat Jabar (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










