Banten

365 Hektare Lahan Padi di Pandeglang Gagal Panen, DPKP Pastikan Stok Beras Masih Aman

Elza Hayarana Sahira | 10 November 2023, 15:34 WIB
365 Hektare Lahan Padi di Pandeglang Gagal Panen, DPKP Pastikan Stok Beras Masih Aman

AKURAT BANTEN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, memastikan stok beras di Kabupaten Pandeglang, aman hingga 6 bulan ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, M Nasir Daud.

"Stok beras Kabupaten Pandeglang yang tersimpan di bulog sampai saat ini, ada sekitar 8 ribu ton. Dan kami pastikan aman sampai dengan bulan April 2024 mendatang," katanya, Jumat (10/11/2023).

Baca Juga: SATONDA Gunung Api Purba, Terdapat Danau Yang Berisi Air Mata Penyesalan Raja Tambora.

Meski kata dia, kemarin terkena dampak dari El Nino. Namun karena semua terus melakukan langkah-langkah seperti berkoordinasi dengan pusat sebagai tim gerakan El Nino, dengan provinsi.

"Kemarin mereka langsung turun dengan membawa pompa, dan sumur pantek. Namun, ada beberapa daerah yang tidak bisa diselamatkan dari kekeringan, karena airnya asin dan juga panas," jelasnya. 

Nasir menyebutkan, jika ada sebanyak ratusan hektar sawah yang terkena puso. Namun, kata dia, sebagian besar telah mengasuransikan sawahnya sehingga bisa mendapatkan pergantian kerugian.

Baca Juga: Hasil Investigasi, Militer Israel Menembaki Dan Membakar Hidup-hidup Warganya Sendiri

"365 hektare yang terkena puso, tapi alhamdulillah dari 365 hektare yang terkena puso itu ada 79 hektare yang tidak bisa diselamatkan. Karena sisanya itu ikut asuransi usaha tani, jadi sekarang dalam proses pencairan atau ganti rugi," ungkap Nasir.

Nasir menerangkan, jika pihaknya berupaya membantu para petani yang tidak mengasuransikan sawahnya dengan memberikan bantuan benih.

"Dari 79 hektare itu, kita akan memberikan bantuan kepada petani dengan memberikan benih unggul," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.