Banten

Duka di Balik Demo Jakarta: Pelajar Tangerang Tewas, Mahasiswa Pilih Jaga Kondusifitas

Saeful Anwar | 2 September 2025, 06:03 WIB
Duka di Balik Demo Jakarta: Pelajar Tangerang Tewas, Mahasiswa Pilih Jaga Kondusifitas

AKURAT BANTEN-Demonstrasi menolak tunjangan DPR yang terjadi di Jakarta menyisakan kisah pilu. Seorang pelajar asal Tangerang, Andika Lutfi Falah (16), meninggal dunia setelah mengalami luka parah di kepala.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang bahaya di balik aksi massa, sekaligus memicu respons positif dari aliansi mahasiswa di Tangerang yang berjanji menjaga perdamaian.

Baca Juga: OPINI: Geng SOP Diduga Penumpang Gelap Saat Demo Akbar Melawan Kezaliman Penguasa

Kisah Andika: Pamit Sekolah, Pulang Nama
Andika Lutfi Falah, siswa kelas 11 SMK Negeri 14 Kabupaten Tangerang, pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah seperti biasa.

Namun, tak disangka, itu adalah perpisahan terakhir. Tanpa sepengetahuan keluarga, Andika ternyata pergi ke Jakarta dan terlibat dalam kerusuhan demo pada Kamis (28/8/2025).

Menurut keterangan Ketua RT setempat, Sugiono, Andika ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka berat akibat benturan benda tumpul di bagian kepala belakang. Ia sempat dirawat intensif di RS Dr Mintoharjo, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Pelajar asal Tangerang Tewas saat Aksi 28 Agustus di Jakarta, Keluarga Enggan Lanjutkan Proses Hukum

Meskipun diliputi duka, keluarga Andika menunjukkan ketegaran luar biasa. Mereka memilih untuk tidak menempuh jalur hukum dan menerima kepergian sang anak dengan ikhlas.

"Pihak keluarga tidak ada menindaklanjuti kasus ini," ujar Sugiono, seraya berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali. Keluarga sederhana ini, di mana sang ayah berprofesi sebagai penjual kopi keliling, memilih memaafkan dan menjadikan ini sebagai pelajaran berharga bagi semua.

Baca Juga: Usai Kericuhan di Mapolres Jaktim, Pedagang Matraman Kembali Gelar Dagangan

Langkah Tegas Mahasiswa Tangerang: Komitmen untuk Perdamaian
Menanggapi kerusuhan yang terjadi, aliansi mahasiswa dan kepemudaan di Kota Tangerang mengambil sikap tegas.

Mereka berjanji untuk menjaga suasana kota tetap kondusif dan menolak segala bentuk anarkisme.

Elwin, Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kota Tangerang, menegaskan komitmen tersebut.

"Kami sepakat aksi kerusuhan bahkan penjarahan yang terjadi di beberapa daerah lain pastinya sangat merugikan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Rumah Legislator Ahmad Sahroni Diserbu Massa, Polisi Turun Tangan Usut Penjarahan

Aliansi mahasiswa memastikan tidak akan ada aksi yang bersifat provokatif atau merusak fasilitas umum. Mereka juga tidak akan menggelar demo di titik-titik strategis Kota Tangerang, seperti Gedung Puspem atau DPRD.

Seluruh penyampaian aspirasi akan dipusatkan di Jakarta dan dilakukan secara damai.

Langkah ini menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab para mahasiswa untuk tidak menambah kekacauan.

Mereka memilih cara-cara yang beradab dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Kisah duka Andika menjadi pengingat bagi mereka semua bahwa ada harga mahal yang harus dibayar dari sebuah aksi anarkis (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman