Banten

Mengungkap Sejarah Berdarah 10 Muharram, Tragedi Karbala yang Menggetarkan Dunia Islam

Moehamad Dheny Permana | 27 Juni 2025, 08:44 WIB
Mengungkap Sejarah Berdarah 10 Muharram, Tragedi Karbala yang Menggetarkan Dunia Islam

Akurat Banten - Tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah dikenal sebagai Hari Asyura, yang diperingati sebagai momen penuh duka atas gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali, di Padang Karbala.

Peristiwa tragis ini terjadi pada tahun 61 Hijriah atau sekitar 680 Masehi, saat Husain dan rombongannya dikepung pasukan Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayyah.

Husain menolak baiat kepada Yazid karena menilai kepemimpinannya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan kakeknya.

Rombongan Husain yang terdiri dari keluarga dan para pengikut setia menghadapi pengepungan dan pemutusan akses air selama beberapa hari.

Baca Juga: 10 Kata-Kata Malam 1 Suro yang Cocok Dibagikan di Media Sosial

Konflik akhirnya meletus pada 10 Muharram, dan lebih dari 70 orang dari pihak Husain tewas, termasuk dirinya, dalam kondisi mengenaskan.

Tragedi Karbala menjadi simbol perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan dalam sejarah Islam, terutama bagi kalangan Syiah.

Bagi umat Syiah, Hari Asyura merupakan puncak masa berkabung dengan ritual peringatan yang mencakup pembacaan kisah Karbala, puisi duka, hingga prosesi simbolik.

Sementara itu, bagi umat Sunni, 10 Muharram juga merupakan hari istimewa karena diyakini sebagai hari diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Firaun.

Baca Juga: Gegara Sering Alami KDRT! Istri Racuni Suami Pakai Racun Tikus dan Sianida, Jasad Disembunyikan 40 Hari

Puasa pada hari tersebut disunnahkan sebagai bentuk syukur, namun tidak dikaitkan langsung dengan tragedi Karbala.

Peringatan 10 Muharram kerap diwarnai nuansa religius dan reflektif di berbagai belahan dunia Islam.

Tragedi Karbala tetap menjadi pengingat mendalam tentang pentingnya integritas moral, keadilan, dan keteguhan prinsip dalam menghadapi kekuasaan yang menyimpang.

Peristiwa ini meninggalkan jejak emosional dan spiritual yang kuat, menjadikannya salah satu sejarah paling menggugah dalam perjalanan peradaban Islam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.