Banten

Terancam Dipecat, Michael Carrick Justru Tak Terkejut Masih Latih Manchester United: Ini Alasannya!

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 23:01 WIB
Terancam Dipecat, Michael Carrick Justru Tak Terkejut Masih Latih Manchester United: Ini Alasannya!
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, saat berada di kompleks latihan klubnya di Carrington, Manchester, Inggris. X/UnitedReportHQ

AKURAT BANTEN - Michael Carrick menegaskan dirinya tidak terkejut masih dipercaya menangani Manchester United meski tengah berada dalam tekanan besar.

Pelatih berusia 45 tahun itu memilih tetap fokus menjalankan tugasnya, alih-alih memikirkan spekulasi mengenai kemungkinan pemecatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Carrick dalam konferensi pers menjelang pertandingan Manchester United melawan Chelsea pada Sabtu (31/10/2026).

Ia mengaku memahami sepenuhnya tuntutan dan tanggung jawab sebagai pelatih klub sebesar Manchester United.

Baca Juga: Eks Presiden Inter Milan Ungkap Fakta Mengejutkan: Singkirkan Barcelona Lebih Membahagiakan daripada Juara UCL!

"Tidak. Saya di sini untuk menjalankan pekerjaan saya. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi tim dan sangat bertekad membuat kami menjadi lebih baik," ujar Carrick.

Ia juga menegaskan tidak membutuhkan jaminan dari manajemen mengenai masa depannya.

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah mencari solusi untuk memperbaiki performa tim.

Delapan Pertandingan Tanpa Kemenangan

Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada 25 Oktober 2026.

Baca Juga: Komentar soal Mao Zedong Bikin Mbappe Terpojok, Kini Bos Sepak Bola Prancis Turun Tangan

Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi delapan pertandingan di seluruh kompetisi.

Sebelumnya, MU juga dihantam Como dengan skor 1-4 dalam pertandingan yang semakin memperbesar sorotan terhadap taktik dan kepemimpinan Carrick.

Situasi di Premier League pun tidak kalah mengkhawatirkan. MU baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan dan berada di posisi ke-16 klasemen, hanya satu poin di atas zona degradasi.

Catatan tersebut menjadi awal musim liga terburuk Manchester United dalam sekitar 40 tahun. Mereka juga belum meraih kemenangan Premier League sejak 30 Agustus 2026.

Baca Juga: Kalahkan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Akhirnya Buka Suara soal Ballon d'Or of All Time

Kondisi itu membuat jajaran petinggi klub menggelar pembicaraan untuk mengevaluasi posisi Carrick.

Namun, setelah melalui diskusi internal, manajemen memutuskan mempertahankannya setidaknya untuk pertandingan menghadapi Chelsea.

Carrick Tidak Ingin Terpengaruh Spekulasi

Meski masa depannya menjadi bahan pembicaraan, Carrick mengaku tidak terlalu mengikuti berbagai pemberitaan dan spekulasi yang berkembang.

Ia mengatakan pikirannya setelah kekalahan dari Bournemouth langsung tertuju pada evaluasi permainan.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Hat-trick dalam 15 Menit, Total Gol Karier Kini Tembus 985

Carrick ingin mengetahui apa yang harus diperbaiki sebelum tim kembali menjalani pertandingan berikutnya.

"Saya tidak terlalu memperhatikan hal-hal seperti itu. Saya hanya melihat apa yang memang perlu saya perhatikan. Saya juga tidak mencari tahu karena hal tersebut tidak banyak membantu," tuturnya.

Carrick juga menyoroti hubungan dengan para pendukung. Ia mengaku peduli terhadap apa yang dirasakan suporter, terutama setelah mereka harus menyaksikan tim kesayangannya mengalami periode sulit.

Menariknya, setelah kekalahan dari Bournemouth, Carrick justru mendapat tepuk tangan dari sebagian pendukung ketika berjalan menuju lorong stadion. Sementara itu, para pemain menerima siulan dan cemoohan dari tribune.

Baca Juga: Ronald Araujo Makin Menggila di Liverpool, The Reds Siap Tebus Rp1 Triliun dari Barcelona!

Bruno Fernandes Tetap Dipercaya sebagai Kapten

Persoalan internal tim juga menjadi perhatian menjelang pertandingan melawan Chelsea.

Sebelumnya, Bruno Fernandes tidak dimainkan ketika MU menghadapi Bournemouth setelah sempat mengkritik pendekatan taktik tim usai kekalahan dari Como.

Situasi tersebut sempat memunculkan spekulasi mengenai hubungan sang kapten dengan Carrick.

Namun, pelatih MU itu memastikan tidak ada persoalan yang membuatnya ingin mencabut ban kapten dari gelandang asal Portugal tersebut.

Baca Juga: MU Tetap Pertahankan Carrick, Gary Neville Malah Geleng-Geleng: Pemecatan Bisa Jadi Jalan Terbaik

Carrick justru menegaskan Bruno tetap menjadi pemain penting dan masih memiliki komitmen penuh terhadap klub.

Selain itu, Manchester United mendapat kabar positif mengenai kondisi Kobbie Mainoo yang mulai kembali berlatih bersama kelompok pemain utama. Namun, Benjamin Sesko masih harus menepi akibat cedera tulang kering.

Chelsea Jadi Ujian Penting Carrick

Pertandingan melawan Chelsea menjadi kesempatan penting bagi Carrick untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu membangkitkan Manchester United.

Hasil positif di Stamford Bridge dapat menjadi awal pemulihan kepercayaan diri tim sekaligus meredakan tekanan terhadap sang pelatih.

Baca Juga: GBK Ditutup hingga April 2027, Timnas Indonesia dan Persija Jadi Musafir, Konser BTS Tetap Jalan

Sebaliknya, kekalahan tambahan berpotensi membuat situasi di Old Trafford semakin sulit.

Carrick sudah menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja. Kini, pernyataan tersebut harus dibuktikan melalui hasil di lapangan.

Bagi Manchester United, persoalannya bukan lagi sekadar mempertahankan pelatih, melainkan menemukan cara untuk menghentikan keterpurukan sebelum musim semakin jauh berjalan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.