Banten

Eks Presiden Inter Milan Ungkap Fakta Mengejutkan: Singkirkan Barcelona Lebih Membahagiakan daripada Juara UCL!

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 22:34 WIB
Eks Presiden Inter Milan Ungkap Fakta Mengejutkan: Singkirkan Barcelona Lebih Membahagiakan daripada Juara UCL!
Massimo Moratti mantan Presiden Inter Milan. - Getty Images

AKURAT BANTEN - Keberhasilan Inter Milan menjuarai Liga Champions 2010 merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub.

Namun, bagi mantan presiden Nerazzurri, Massimo Moratti, ada satu momen yang ternyata memberikan kebahagiaan lebih besar daripada mengangkat trofi di partai final.

Moratti mengaku lebih menikmati keberhasilan Inter menyingkirkan Barcelona pada semifinal Liga Champions 2009/2010 dibandingkan kemenangan atas Bayern Munchen di final.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam wawancaranya dengan media Spanyol, AS, yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026.

Baca Juga: Komentar soal Mao Zedong Bikin Mbappe Terpojok, Kini Bos Sepak Bola Prancis Turun Tangan

"Saya lebih bahagia di Camp Nou. Saya bahkan merayakan keberhasilan lolos ke final setelah menyingkirkan Barcelona asuhan Pep lebih besar daripada setelah mengalahkan Bayern 2-0 di Bernabeu," ujar Moratti.

Baginya, keberhasilan melewati Barcelona menjadi pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah dilupakan.

Apalagi, ketika itu Blaugrana merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.

Drama Semifinal yang Sulit Dilupakan

Inter menghadapi Barcelona dalam semifinal Liga Champions dengan kepercayaan diri tinggi di bawah arahan Jose Mourinho.

Baca Juga: Kalahkan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Akhirnya Buka Suara soal Ballon d'Or of All Time

Pada pertandingan leg pertama di Giuseppe Meazza, 20 April 2010, Nerazzurri berhasil menang 3-1.

Wesley Sneijder, Maicon, dan Diego Milito menjadi pencetak gol kemenangan Inter. Sementara itu, Barcelona hanya mampu membalas melalui Pedro Rodriguez.

Keunggulan dua gol tersebut menjadi modal penting ketika Inter bertandang ke Camp Nou untuk menjalani leg kedua pada 28 April 2010.

Namun, pertandingan berlangsung jauh lebih sulit. Inter harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-28 setelah Thiago Motta menerima kartu merah.

Baca Juga: GBK Ditutup hingga April 2027, Timnas Indonesia dan Persija Jadi Musafir, Konser BTS Tetap Jalan

Barcelona terus menekan dan akhirnya mencetak gol melalui Gerard Pique pada menit ke-84.

Meski kalah 0-1, Inter tetap lolos dengan keunggulan agregat 3-2. Pertahanan disiplin yang diterapkan Mourinho membuat Barcelona gagal mencetak gol tambahan untuk membalikkan keadaan.

UEFA bahkan mencatat keberhasilan Inter bertahan selama lebih dari satu jam dengan sepuluh pemain sebagai salah satu penampilan paling heroik dalam perjalanan mereka menuju final.

Puncaknya, Inter Raih Treble Bersejarah

Setelah menyingkirkan Barcelona, Inter menghadapi Bayern Munchen pada final Liga Champions di Santiago Bernabeu, 22 Mei 2010.

Baca Juga: MU Tetap Pertahankan Carrick, Gary Neville Malah Geleng-Geleng: Pemecatan Bisa Jadi Jalan Terbaik

Diego Milito menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-0 bagi klub Italia tersebut.

Gelar Liga Champions itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Inter selama 45 tahun untuk kembali menjadi juara kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Keberhasilan tersebut melengkapi treble bersejarah Inter. Sebelumnya, mereka telah mengamankan gelar Serie A dan Coppa Italia pada musim yang sama.

Dengan pencapaian itu, Mourinho mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah klub.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Hat-trick dalam 15 Menit, Total Gol Karier Kini Tembus 985

Mourinho Disebut Pelatih Terbaik Moratti

Dalam wawancara yang sama, Moratti juga memberikan pujian besar kepada Mourinho. Ia menyebut pelatih asal Portugal tersebut sebagai pelatih terbaik yang pernah bekerja dengannya selama memimpin Inter.

Moratti menilai kemampuan Mourinho dalam mengelola ruang ganti, membangun mentalitas kemenangan, dan menyatukan para pemain menjadi faktor penting di balik kesuksesan Nerazzurri.

Menurutnya, sepak bola memang terus berkembang dan semakin kompleks. Namun, Mourinho memiliki kemampuan untuk beradaptasi sekaligus mempertahankan karakter kuatnya sebagai pelatih yang selalu mengejar kemenangan.

Moratti juga mengaku tidak pernah mempermasalahkan keputusan Mourinho meninggalkan Inter untuk bergabung dengan Real Madrid setelah musim bersejarah tersebut. Ia memahami bahwa sang pelatih ingin mencoba tantangan baru.

Baca Juga: Ronald Araujo Makin Menggila di Liverpool, The Reds Siap Tebus Rp1 Triliun dari Barcelona!

Barcelona Menjadi Bagian Penting Sejarah Inter

Pengakuan Moratti memperlihatkan betapa besarnya arti kemenangan atas Barcelona pada 2010 bagi Inter.

Bukan sekadar tiket menuju final, keberhasilan itu menjadi pembuktian bahwa tim Mourinho mampu menumbangkan salah satu tim terbaik Eropa pada masanya.

Bagi Moratti, kemenangan di final memang menghadirkan trofi yang telah lama dinantikan. Namun, perjuangan menghadapi Barcelona di Camp Nou memberikan emosi tersendiri.

Dua momen tersebut akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Inter meraih treble.

Baca Juga: Virgil van Dijk Sebut Kepercayaan Suporter Liverpool Kembali Pulih, Arsenal Jadi Ujian Berikutnya

Dan lebih dari satu dekade kemudian, Moratti masih mengingat malam di Camp Nou sebagai salah satu kebahagiaan terbesar sepanjang kiprahnya bersama Nerazzurri.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.