Banten

Komentar soal Mao Zedong Bikin Mbappe Terpojok, Kini Bos Sepak Bola Prancis Turun Tangan

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 22:24 WIB
Komentar soal Mao Zedong Bikin Mbappe Terpojok, Kini Bos Sepak Bola Prancis Turun Tangan
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, dalam sesi konferensi pers menjelang laga pembuka Liga Champions 2026-2027 antara timnya dan Inter Milan di Madrid, Spanyol, Senin (7/9/2026). REAL MADRID/Antonio Villalba.

AKURAT BANTEN - Kylian Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah komentarnya mengenai mantan pemimpin China, Mao Zedong, memicu reaksi keras di Negeri Tirai Bambu.

Kapten Timnas Prancis itu mengakui komentarnya dalam sebuah podcast kurang tepat dan memahami bahwa ucapannya telah menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di berbagai negara.

Mbappe juga menegaskan dirinya tidak bermaksud menghina masyarakat China. Ia menyampaikan rasa hormat terhadap rakyat China dan sejarah negara tersebut, sekaligus meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung.

Permintaan maaf tersebut muncul setelah potongan video podcast yang menampilkan komentar Mbappe menyebar luas di media sosial China.

Baca Juga: Kalahkan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Akhirnya Buka Suara soal Ballon d'Or of All Time

Dalam video yang kini telah dihapus, Mbappe sedang membicarakan sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada gambar Mao Zedong.

Presiden FFF Bela Mbappe

Setelah Mbappe meminta maaf, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, ikut angkat bicara.

Diallo menilai kontroversi tersebut tidak seharusnya terus berlarut-larut. Menurutnya, Mbappe sudah menjelaskan konteks ucapannya dan telah menyampaikan permintaan maaf.

"Saya kira sekarang kita sebaiknya mengakhiri persoalan ini agar dia bisa melanjutkan musimnya dalam kondisi sebaik mungkin," ujar Diallo kepada Ouest-France.

Baca Juga: Neymar Kena Skorsing Tiga Pertandingan, Ini Penyebab Bintang Santos Dihukum

Diallo juga menilai Mbappe tidak memiliki niat untuk merusak citra pemimpin China maupun menyinggung masyarakat China.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan terbuka dari federasi kepada kapten Les Bleus yang tengah menghadapi tekanan di luar lapangan.

Berawal dari Meme tentang "Pengaruh" Mbappe

Kontroversi ini sebenarnya bermula dari lelucon mengenai besarnya pengaruh Mbappe di klub.

Dalam podcast tersebut, Mbappe membahas berbagai meme yang pernah dibuat penggemar tentang dirinya.

Baca Juga: Inter Miami Ditahan Imbang FC Cincinnati 2-2, Posisi Lionel Messi Terancam di Klasemen MLS

Salah satunya menggambarkan wajah Mbappe pada tubuh seorang tokoh politik yang kemudian ia identifikasi sebagai seorang diktator China.

Meme semacam itu dibuat untuk menggambarkan anggapan bahwa Mbappe memiliki pengaruh sangat besar terhadap berbagai keputusan di klub.

Bahkan, pemain Real Madrid tersebut sebelumnya sempat mendapat julukan "sang diktator" dalam pemberitaan Eropa karena konteks candaan tersebut.

Masalahnya, penyebutan Mao Zedong sangat sensitif di China. Akibatnya, candaan yang awalnya berkaitan dengan meme justru berkembang menjadi persoalan serius.

Baca Juga: Ronald Araujo Makin Menggila di Liverpool, The Reds Siap Tebus Rp1 Triliun dari Barcelona!

Dampaknya Mulai Menyentuh Bisnis Mbappe

Kontroversi tersebut tidak berhenti di media sosial. Sejumlah perusahaan China mengambil keputusan untuk menghentikan kerja sama dengan Mbappe.

Perusahaan seperti Mengniu, Shanghai Milkground Food Tech, dan Eastroc Beverage dilaporkan mengakhiri kerja sama mereka dengan pemain Real Madrid tersebut.

Dampak lain muncul dari sektor penyiaran. Migu, broadcaster milik negara China, tidak akan menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander.

Real Madrid dan La Liga juga telah menyampaikan permintaan maaf terkait polemik tersebut. Presiden La Liga Javier Tebas bahkan membentuk tim khusus untuk menangani dampak kontroversi dan bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing.

Baca Juga: MU Tetap Pertahankan Carrick, Gary Neville Malah Geleng-Geleng: Pemecatan Bisa Jadi Jalan Terbaik

FFF Ingin Mbappe Kembali Fokus

Bagi Philippe Diallo, persoalan tersebut kini seharusnya tidak mengganggu perjalanan Mbappe bersama Real Madrid maupun Timnas Prancis.

Mbappe sudah mengakui kesalahannya, menjelaskan konteks pernyataannya, dan meminta maaf.

Karena itu, Diallo berharap kontroversi segera ditutup agar sang penyerang dapat kembali berkonsentrasi pada sepak bola.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komentar seorang bintang sepak bola dengan popularitas global dapat memiliki konsekuensi jauh di luar lapangan.

Baca Juga: GBK Ditutup hingga April 2027, Timnas Indonesia dan Persija Jadi Musafir, Konser BTS Tetap Jalan

Bagi Mbappe, satu komentar mengenai sebuah meme kini berkembang menjadi persoalan yang menyentuh hubungan bisnis, penyiaran La Liga, hingga hubungan sepak bola Spanyol dengan pasar China.

Dengan permintaan maaf sudah disampaikan dan FFF berada di belakangnya, Mbappe kini memiliki satu pekerjaan utama yaitu membiarkan performanya di lapangan berbicara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.