Banten

MU Tetap Pertahankan Carrick, Gary Neville Malah Geleng-Geleng: Pemecatan Bisa Jadi Jalan Terbaik

Aullia Rachma Puteri | 30 Oktober 2026, 21:55 WIB
MU Tetap Pertahankan Carrick, Gary Neville Malah Geleng-Geleng: Pemecatan Bisa Jadi Jalan Terbaik
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, saat bertepuk tangan terhadap penonton selepas laga melawan AFC Bournemouth di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (25/10/2026). X/centredevils.

AKURAT BANTEN - Manchester United sedang berada dalam salah satu periode paling mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, masa depan Michael Carrick kembali menjadi bahan perdebatan.

Namun, ketika manajemen Setan Merah memilih mempertahankan sang pelatih, Gary Neville justru menilai pemecatan bisa menjadi jalan terbaik bagi semua pihak.

Manchester United baru saja dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: Ronald Araujo Makin Menggila di Liverpool, The Reds Siap Tebus Rp1 Triliun dari Barcelona!

Kekalahan tersebut memperpanjang rentetan tanpa kemenangan menjadi delapan pertandingan dan membuat Setan Merah hanya mengoleksi tujuh poin dari delapan laga Premier League. Mereka pun berada di posisi ke-16, hanya satu poin di atas zona degradasi.

Neville Pertanyakan Keputusan Manajemen

Neville mengaku terkejut Carrick masih dipercaya menangani Manchester United. Dalam podcast Stick to Football, mantan kapten MU itu menduga jajaran petinggi klub telah berdebat panjang mengenai masa depan Carrick setelah kekalahan dari Bournemouth.

Menurut Neville, keputusan mempertahankan Carrick menunjukkan Manchester United mungkin belum memiliki rencana yang benar-benar matang jika harus melakukan pergantian pelatih.

Ia bahkan mengaitkan situasi tersebut dengan pengalamannya sendiri ketika menangani Valencia. Neville hanya bertahan beberapa bulan sebagai pelatih klub Spanyol itu sebelum dipecat pada 2016.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Hat-trick dalam 15 Menit, Total Gol Karier Kini Tembus 985

Baginya, pemecatan seorang pelatih tidak selalu harus dipandang sebagai kegagalan. Dalam kondisi tertentu, keputusan tersebut justru dapat mengakhiri situasi yang sudah tidak sehat bagi klub maupun sang pelatih.

Carrick Masih Diberi Kesempatan

Meski tekanan meningkat, Manchester United akhirnya tidak mengambil keputusan untuk mengganti Carrick.

Sang pelatih tetap memimpin latihan dan dipersiapkan menangani tim saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026).

Carrick sendiri menegaskan dirinya tidak membutuhkan jaminan dari manajemen mengenai masa depannya. Ia memilih fokus menjalankan tugas dan berusaha memperbaiki keadaan tim.

Baca Juga: Inter Miami Ditahan Imbang FC Cincinnati 2-2, Posisi Lionel Messi Terancam di Klasemen MLS

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Carrick masih memiliki keyakinan untuk membalikkan situasi.

Terlebih, musim lalu ia berhasil membawa Manchester United finis di posisi ketiga Premier League setelah mengambil alih tim dari Ruben Amorim dan mengamankan tiket Liga Champions.

Kontras dengan Dukungan Fans

Menariknya, posisi Carrick di mata suporter justru tidak sepenuhnya buruk. Setelah kekalahan dari Bournemouth, para pendukung Manchester United memberikan tepuk tangan kepada Carrick ketika ia melakukan putaran untuk menyapa fans.

Respons tersebut berbeda dengan reaksi terhadap para pemain dan jajaran klub. Sebagian suporter menunjukkan kekecewaan mereka kepada skuad setelah pertandingan.

Baca Juga: Brasil Boyong Vinicius Jr hingga Raphinha ke Singapura, Ini Jadwal Pertandingannya

Carrick memang memiliki hubungan khusus dengan pendukung United. Ia menghabiskan 12 tahun sebagai pemain Manchester United dan mencatat 464 penampilan untuk klub tersebut.

Statusnya sebagai legenda klub membuat sebagian fans masih memberikan dukungan meski hasil tim sedang mengecewakan.

Masalah MU Lebih Besar dari Pelatih?

Neville tidak hanya mempertanyakan Carrick. Ia juga mengkritik pengambilan keputusan di tubuh Manchester United secara lebih luas.

Situasi klub memang semakin rumit. Sebelum kekalahan dari Bournemouth, Manchester United juga kalah 1-4 dari Como di Liga Champions.

Baca Juga: Philippe Diallo Minta Kontroversi Kylian Mbappe di China Diakhiri, Real Madrid Ikut Terdampak

Kekalahan tersebut diikuti kontroversi setelah Bruno Fernandes mempertanyakan taktik tim dan kemudian dicadangkan saat menghadapi Bournemouth.

Namun, Carrick memastikan masalah dengan Fernandes telah diselesaikan. Sang kapten juga tetap dipercaya memimpin tim menjelang pertandingan melawan Chelsea.

Chelsea Jadi Ujian Berikutnya

Kini Carrick mendapat kesempatan untuk menjawab semua keraguan tersebut di Stamford Bridge.

Kemenangan atas Chelsea dapat menjadi momentum penting untuk menghentikan rentetan buruk sekaligus meredakan tekanan terhadap dirinya.

Baca Juga: Virgil van Dijk Sebut Kepercayaan Suporter Liverpool Kembali Pulih, Arsenal Jadi Ujian Berikutnya

Sebaliknya, kegagalan kembali meraih kemenangan berpotensi membuat suara yang meminta pergantian pelatih semakin keras.

Bagi Neville, persoalannya bukan semata-mata apakah Carrick merupakan pelatih yang bagus atau buruk. Manchester United membutuhkan keputusan yang jelas dan terencana.

Jika klub memang masih percaya kepada Carrick, dukungan tersebut harus diwujudkan dengan strategi yang konkret.

Namun jika kepercayaan itu sudah hilang, Neville percaya berpisah mungkin justru menjadi jalan terbaik.

Baca Juga: Neymar Kena Skorsing Tiga Pertandingan, Ini Penyebab Bintang Santos Dihukum

Kini, pertandingan melawan Chelsea akan menjadi panggung bagi Carrick untuk membuktikan bahwa kesempatan kedua dari Manchester United tidak diberikan secara sia-sia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.