Banten

Philippe Diallo Minta Kontroversi Kylian Mbappe di China Diakhiri, Real Madrid Ikut Terdampak

Viona Sebastian Nolani | 30 Oktober 2026, 15:41 WIB
Philippe Diallo Minta Kontroversi Kylian Mbappe di China Diakhiri, Real Madrid Ikut Terdampak
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. - Instagram/@k.mbappe

AKURAT BANTEN - Ketua Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, meminta publik memberikan kesempatan kepada Kylian Mbappe untuk melanjutkan aktivitasnya setelah kontroversi pernyataan sang pemain mengenai mantan pemimpin China, Mao Zedong.

Diallo menilai persoalan tersebut sebaiknya tidak terus diperpanjang karena kapten Timnas Prancis itu sudah menyampaikan permintaan maaf dan tidak memiliki niat untuk menyinggung pihak tertentu.

Klub Mbappe, Real Madrid, bersama operator Liga Spanyol, LaLiga, juga telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan tersebut.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, bahkan membentuk unit krisis dan mengadakan pertemuan dengan Duta Besar China, Yao Jing, pada 28 Oktober 2026 untuk menangani dampak kontroversi yang berkembang.

Baca Juga: David Moyes Bela Nilai-Nilai Everton Usai Jack Grealish Dicoret dari Skuad, Ada Apa?

Peristiwa ini memperlihatkan besarnya risiko yang dapat dihadapi atlet dan merek internasional ketika beraktivitas di pasar China yang memiliki nilai komersial sangat besar.

Di negara tersebut, candaan atau satire mengenai Mao Zedong masih menjadi persoalan sensitif.

Mao merupakan tokoh pendiri China modern yang memimpin negara itu sejak 1949 hingga meninggal dunia pada 1976.

Media pemerintah China, China Daily, menilai pernyataan Mbappe berpotensi merusak hubungan komersial yang selama ini telah dibangun sang pemain di negara tersebut.

Baca Juga: Brasil Boyong Vinicius Jr hingga Raphinha ke Singapura, Ini Jadwal Pertandingannya

Media itu menyebut pernyataan Mbappe telah "memicu reaksi negatif di kalangan penggemarnya di Tiongkok, mengancam hubungan komersialnya yang menguntungkan, dan menjadi pengingat tajam tentang batasan pengaruh selebriti".

Dampak kontroversi tersebut juga mulai terlihat pada sejumlah kerja sama komersial Mbappe di China.

Stasiun televisi milik negara, Migu, memutuskan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada 1 November 2026.

Selain itu, sejumlah perusahaan China seperti produsen susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech serta Eastroc Beverage menghentikan seluruh bentuk kerja sama dengan Mbappe.

Menanggapi situasi tersebut, Diallo berharap polemik yang melibatkan pemain berusia 27 tahun itu segera berakhir.

"Ini adalah kontroversi yang, pada akhirnya, saya harap, tidak akan berlarut-larut karena Kylian telah menjelaskan dengan sangat baik konteks di mana intervensi ini terjadi. Dia telah meminta maaf," kata Diallo seperti dikutip oleh surat kabar Prancis Ouest-France pada 29 Oktober.

"Saya percaya sebaiknya kita biarkan saja seperti itu agar dia bisa melanjutkan musimnya dalam kondisi sebaik mungkin."

Kontroversi tersebut bermula dari candaan yang sudah lama berkembang mengenai besarnya pengaruh Mbappe di klub yang dibelanya.

Dalam sebuah video podcast Prancis yang kemudian dihapus, Mbappe terdengar membahas meme yang menampilkan wajahnya hasil rekayasa Photoshop dan ditempelkan pada sosok lain.

Dalam pembicaraan tersebut, ia menyebut "seseorang – saya rasa dia seorang diktator Tiongkok".

Sebelumnya, sejumlah penggemar memang kerap membuat meme dengan menempatkan wajah Mbappe pada foto tokoh militer dan politik.

Meme tersebut menggambarkan seolah-olah Mbappe memiliki kekuasaan besar dalam menentukan berbagai keputusan di klub tempatnya bermain.

Candaan itulah yang kemudian membuat Mbappe mendapat julukan "sang diktator" di sejumlah media Eropa.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.