Banten

Delapan Laga Tanpa Menang, Carrick di Ujung Tanduk! Gestur Perpisahan di Old Trafford Picu Spekulasi

Aullia Rachma Puteri | 27 Oktober 2026, 00:06 WIB
Delapan Laga Tanpa Menang, Carrick di Ujung Tanduk! Gestur Perpisahan di Old Trafford Picu Spekulasi
Michael Carrick pelatih sementara Manchester United. - PA Images

AKURAT BANTEN - Masa depan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United semakin tidak menentu setelah timnya dipermalukan Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford, Minggu (25/10/2026).

Kekalahan tersebut memperpanjang periode buruk Setan Merah sekaligus memunculkan keraguan mengenai kemampuan Carrick membawa tim keluar dari krisis.

Seusai pertandingan, Carrick mengakui belum mengetahui apa yang akan terjadi terhadap masa depannya di klub. Pernyataan itu disampaikan setelah MU kembali gagal merespons tekanan, hanya beberapa hari setelah menelan kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions.

Menurut Reuters, Carrick tetap menyatakan akan menjalankan tugasnya seperti biasa, tetapi tidak memberikan jaminan mengenai posisinya pada pekan berikutnya.

Baca Juga: MU Makin Terpuruk, Pecat Michael Carrick Saja Tak Cukup! Ini 5 Masalah Besar yang Menghantui Setan Merah

Carrick Tak Bisa Memastikan Masa Depannya

Carrick tidak berusaha menyembunyikan sulitnya situasi yang sedang dihadapi MU. Ia mengakui bahwa hasil pertandingan dan perkembangan berikutnya berada di luar kendalinya, meskipun tanggung jawab atas performa tim tetap menjadi bagiannya.

"Seperti apa kelanjutannya dan apa yang akan terjadi berikutnya, saya benar-benar tidak tahu," demikian pernyataan Carrick saat wawancara seusai pertandingan.

Ia juga menegaskan akan terus memberikan yang terbaik untuk klub selama masih menjalankan pekerjaannya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Carrick belum menyatakan mundur, meskipun tekanan terhadap dirinya terus meningkat. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada pengumuman resmi mengenai pemecatannya.

Baca Juga: MU Kalah Telak dari Bournemouth, tetapi Tak Bisa Langsung Pecat Michael Carrick? Ini Aturan yang Bikin Penasaran!

Tiga Gol Bournemouth Menghancurkan MU

Kekalahan di Old Trafford berlangsung menyakitkan bagi tuan rumah. Bournemouth membuka keunggulan melalui Rayan pada menit ke-38.

Lima menit berselang, Marcus Tavernier menggandakan skor setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan MU.

Pada menit ke-71, Evanilson mencetak gol ketiga Bournemouth setelah situasi pertahanan MU kembali berantakan. Tim tamu yang ditangani Marco Rose pun pulang dengan kemenangan meyakinkan 3-0.

Hasil tersebut membuat MU belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Baca Juga: Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi

Di Premier League, Setan Merah baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan dan terpuruk di posisi ke-16, hanya satu poin di atas zona degradasi.

Reuters mencatat bahwa ini merupakan awal musim liga terburuk MU pada tahap tersebut sejak musim 1986/1987.

Keputusan Mencadangkan Bruno Fernandes Dipertanyakan

Tekanan terhadap Carrick semakin besar karena keputusannya mencadangkan kapten Bruno Fernandes. Gelandang asal Portugal tersebut sebelumnya melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik tim setelah kekalahan dari Como.

Carrick menegaskan bahwa keputusannya tidak didasarkan pada persoalan pribadi, melainkan pertimbangan sepak bola.

Baca Juga: Saka Cedera, Arsenal Malah Menang 2-0: Apakah The Gunners Benar-Benar Tak Lagi Bergantung pada Sang Bintang?

Namun, absennya Fernandes dari susunan pemain utama tidak menghasilkan perubahan positif. MU justru tampil tanpa daya dan gagal menghentikan serangan Bournemouth.

Bek MU Harry Maguire juga mengakui bahwa performa tim jauh dari standar yang seharusnya. Ia menilai ada sesuatu yang perlu berubah dan meminta para pemain mengevaluasi kontribusi masing-masing.

Dukungan Suporter Belum Menjamin Keselamatan Carrick

Menariknya, sebagian pendukung MU justru menunjukkan simpati kepada Carrick ketika pertandingan berakhir.

Menurut Reuters, suporter menyanyikan namanya, sementara sorakan bernada kecewa lebih banyak diarahkan kepada para pemain.

Baca Juga: Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?

Carrick juga membantah bahwa gesturnya kepada suporter merupakan salam perpisahan. Ia menjelaskan bahwa tindakannya merupakan bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan kepadanya.

Meski demikian, dukungan tersebut belum menjawab pertanyaan utama: apakah manajemen masih percaya Carrick mampu membalikkan keadaan?

MU membutuhkan perubahan nyata, bukan sekadar janji untuk tampil lebih baik. Jika hasil buruk terus berlanjut, tekanan terhadap Carrick kemungkinan semakin sulit dibendung.

Untuk saat ini, masa depannya di Old Trafford masih menjadi tanda tanya, sementara Setan Merah dituntut segera menemukan jalan keluar dari krisis.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.