Banten

Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!

Aullia Rachma Puteri | 25 Oktober 2026, 23:54 WIB
Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!
Pelatih Como, Cesc Fabregas yang sedang diincar MU. - Getty Images/DeFodi Images

AKURAT BANTEN - Cesc Fabregas tengah menikmati peningkatan reputasi sebagai pelatih muda potensial di sepak bola Eropa.

Namun, keberhasilannya bersama Como justru membuat namanya dikaitkan dengan pekerjaan yang penuh tekanan, yakni menangani Manchester United.

Situasi tersebut mengundang reaksi dari dua mantan penyerang Timnas Inggris, Gary Lineker dan Alan Shearer. Keduanya memberikan peringatan kepada Fabregas agar tidak terburu-buru menerima tawaran dari klub berjuluk Setan Merah itu jika kesempatan tersebut benar-benar datang.

Dalam podcast The Rest Is Football, Lineker menilai Fabregas sebaiknya mempertimbangkan matang-matang masa depannya.

Baca Juga: Arteta Geram Usai Kena Kartu Kuning Lagi! Pelatih Arsenal Kumpulkan Bukti untuk Bongkar Pelanggaran Manajer Rival

Menurutnya, jika sang pelatih terus menunjukkan perkembangan bersama Como, klub-klub besar Eropa akan datang dengan tawaran menarik.

Namun, Lineker secara khusus menyebut Manchester United bukan pilihan yang ideal dalam situasi saat ini.

Ia bahkan menggambarkan Old Trafford sebagai tempat yang bisa menjadi kuburan bagi karier seorang pelatih.

Alan Shearer Soroti Kebiasaan MU Berganti Pelatih

Shearer memiliki pandangan serupa. Ia mengakui Manchester United tetap menjadi salah satu klub terbesar di dunia, tetapi status tersebut belum cukup untuk menjadikan posisi pelatih kepala sebagai pekerjaan yang menarik.

Baca Juga: Viktor Gyökeres Mulai Tersisih di Arsenal, Kai Havertz Bikin Masa Depan Striker Swedia Itu Makin Suram!

Mantan striker Newcastle United itu menyoroti banyaknya pergantian pelatih di Old Trafford selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi peringatan bagi pelatih mana pun yang ingin membangun proyek jangka panjang.

Shearer bahkan menyindir bahwa salah satu daya tarik pekerjaan tersebut justru kemungkinan memperoleh pesangon besar apabila dipecat dalam waktu 12 hingga 18 bulan.

Komentar itu memang bernada satir, tetapi mencerminkan kekhawatiran mengenai stabilitas proyek olahraga Manchester United.

Baca Juga: Liverpool Ganas di Liga Champions, Malah Seret di Premier League: Iraola Ungkap Masalah yang Bikin Pusing

Pelatih yang datang ke klub sebesar MU bukan hanya dituntut meraih kemenangan, melainkan juga harus menghadapi ekspektasi tinggi dari suporter dan manajemen.

Tekanan terhadap Michael Carrick Membuka Spekulasi

Nama Fabregas muncul dalam pembicaraan mengenai calon pengganti Michael Carrick setelah Manchester United menjalani awal musim Premier League 2026/2027 yang mengecewakan.

Menurut berbagai media, pada 25 Oktober, MU baru meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan awal liga. Hasil tersebut meningkatkan tekanan terhadap Carrick dan memunculkan sejumlah nama sebagai kandidat potensial, termasuk Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Antonio Conte, serta Fabregas.

Meski demikian, mengaitkan seorang pelatih dengan suatu klub tidak sama dengan adanya tawaran resmi. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi bahwa Manchester United telah menunjuk Fabregas atau mencapai kesepakatan dengannya.

Baca Juga: Liverpool Ganas di Liga Champions, Malah Seret di Premier League: Iraola Ungkap Masalah yang Bikin Pusing

Karena itu, spekulasi mengenai masa depan kursi pelatih MU masih perlu dipisahkan dari keputusan resmi klub.

Fabregas Justru Sedang Membangun Proyek di Como

Di sisi lain, Fabregas mempunyai alasan kuat untuk bertahan di Como. Pelatih asal Spanyol tersebut berperan dalam perkembangan klub Italia itu, mulai dari promosi ke Serie A hingga keberhasilan menembus kompetisi Eropa.

Perkembangan Como membuat reputasi Fabregas ikut meningkat. Ia mulai dipandang sebagai salah satu pelatih muda yang layak diperhitungkan untuk menangani klub dengan ambisi lebih besar.

Menariknya, Como juga baru mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 di Liga Champions, hasil yang semakin memperbesar sorotan terhadap Fabregas dan kondisi Setan Merah.

Baca Juga: Saka Cedera, Arsenal Malah Menang 2-0: Apakah The Gunners Benar-Benar Tak Lagi Bergantung pada Sang Bintang?

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menangani MU, Fabregas memilih tidak memberikan jawaban langsung. Ia menilai pertanyaan tersebut kurang menghormati Carrick yang masih memimpin Manchester United.

Fabregas juga mengatakan dirinya tidak pernah memikirkan untuk meninggalkan Como. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa fokusnya masih tertuju pada proyek yang sedang dibangun bersama klub Italia tersebut.

Bertahan atau Mengambil Risiko Besar?

Bagi Fabregas, Manchester United mungkin menjadi kesempatan besar jika suatu hari tawaran resmi benar-benar datang. Klub tersebut memiliki sejarah, basis suporter global, dan sumber daya untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Namun, tekanan untuk segera menghasilkan prestasi juga menjadi tantangan tersendiri. Mengambil alih tim yang sedang kesulitan membutuhkan lebih dari sekadar reputasi dan kemampuan taktik.

Baca Juga: Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?

Stabilitas manajemen, dukungan terhadap proyek pelatih, serta kesabaran dalam membangun skuad juga sangat menentukan.

Peringatan Lineker dan Shearer bukan berarti Fabregas pasti akan gagal jika menangani MU. Keduanya lebih menyoroti risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum meninggalkan proyek yang sedang berkembang.

Untuk saat ini, Fabregas masih memiliki pekerjaan bersama Como, sedangkan masa depan Carrick belum dipastikan berubah.

Jika ketertarikan terhadap Fabregas benar-benar berkembang menjadi tawaran, keputusan sang pelatih akan menjadi salah satu cerita menarik dalam bursa kepelatihan Eropa.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.