Arteta Geram Usai Kena Kartu Kuning Lagi! Pelatih Arsenal Kumpulkan Bukti untuk Bongkar Pelanggaran Manajer Rival

AKURAT BANTEN - Mikel Arteta kembali menjadi sorotan setelah menerima kartu kuning saat Arsenal mengalahkan Everton 2-0 dalam lanjutan Premier League 2026/2027, Sabtu (24/10/2026).
Namun, perhatian sang manajer bukan hanya tertuju pada kemenangan timnya. Arteta justru melontarkan kritik mengenai konsistensi wasit dalam menegakkan aturan di area teknis.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku sedang mengumpulkan rekaman dan gambar yang menunjukkan manajer-manajer rival meninggalkan area teknis tanpa mendapatkan hukuman serupa.
Arteta merasa penerapan aturan terhadap para pelatih seharusnya dilakukan secara konsisten, bukan berbeda-beda di setiap pertandingan.
Arteta Punya Banyak Rekaman
Arteta mengungkapkan bahwa dirinya memiliki dokumentasi dalam jumlah besar untuk mendukung keluhannya. Ia bahkan menyebut seorang manajer yang diklaim meninggalkan area teknis sebanyak 36 kali dalam 10 menit tanpa menerima kartu kuning.
"Saya mengumpulkan semua rekaman itu. Saya punya banyak sekali dokumentasi gambar," ujar Arteta, seperti dikutip dari laporan ESPN.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk protes Arteta terhadap apa yang dianggapnya sebagai perlakuan tidak konsisten.
Meski demikian, angka 36 kali itu merupakan klaim yang disampaikan Arteta, bukan temuan independen yang telah diverifikasi. Ia juga tidak menyebutkan secara terbuka nama manajer yang dimaksud.
Arteta memang dikenal sebagai pelatih yang ekspresif di pinggir lapangan. Ia sering bergerak aktif untuk memberikan instruksi kepada para pemainnya.
Namun, area teknis memiliki batas yang harus dipatuhi oleh ofisial tim selama pertandingan berlangsung.
Satu Kartu Kuning Lagi, Arteta Terancam Skorsing
Kartu kuning saat menghadapi Everton merupakan kartu kuning kedua Arteta pada musim ini. Sebelumnya, ia juga menerima hukuman serupa ketika Arsenal menghadapi Sunderland.
Situasi tersebut membuat Arteta harus lebih berhati-hati. Jika kembali menerima kartu kuning ketiga, ia terancam menjalani larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan selama satu pertandingan.
Arteta menyadari risiko tersebut dan mengakui dirinya harus mengendalikan perilaku ketika pertandingan berlangsung.
"Saya memang harus berhati-hati," katanya. Ia bahkan melontarkan candaan mengenai perlunya memasang sensor di pinggir lapangan agar pergerakan pelatih bisa dipantau.
Ucapan itu memperlihatkan rasa frustrasinya, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa Arteta tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku.
Arsenal Menang, Persaingan Gelar Makin Panas
Di balik kontroversi tersebut, Arsenal memperoleh hasil penting. Kemenangan 2-0 atas Everton membuat mereka menyamai perolehan poin Manchester City, yang sebelumnya kalah 1-2 dari Aston Villa.
Ezri Konsa membuka keunggulan Arsenal melalui situasi bola mati, sedangkan Gabriel Magalhaes memastikan kemenangan lewat sundulan pada babak kedua. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi The Gunners dalam persaingan di papan atas.
Pertandingan itu juga diwarnai sejumlah kartu kuning di area teknis. Manajer Everton, David Moyes, dan asisten pelatih Arsenal, Gabriel Heinze, turut menerima peringatan dari wasit Tony Harrington.
Aturan yang Sama untuk Semua Pelatih
Keluhan Arteta kini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan di pinggir lapangan. Jika seorang pelatih dihukum karena meninggalkan area teknis, wajar apabila ia berharap pelanggaran serupa dari pihak lain juga ditangani dengan standar yang sama.
Namun, rekaman yang dikumpulkan Arteta belum otomatis membuktikan bahwa wasit telah memperlakukannya secara tidak adil.
Penilaian tetap perlu mempertimbangkan situasi setiap kejadian dan keputusan perangkat pertandingan.
Bagi Arteta, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga Arsenal tetap bersaing di papan atas, tetapi juga menghindari hukuman yang dapat membuatnya absen mendampingi tim.
Satu kartu kuning lagi bisa membuatnya harus menyaksikan pertandingan dari luar area teknis. Karena itu, sang manajer perlu menyeimbangkan semangat memberikan instruksi dengan kewajiban mematuhi aturan.
Sementara itu, dokumentasi yang dikumpulkannya berpotensi kembali menjadi bahan pembicaraan jika polemik konsistensi wasit terus berlanjut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Begini Alasan Dedi Mulyadi Saat Dicari Prabowo di Rakornas, Lebih Baik di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai
- 2Kasus Korupsi Pesawat Fiktif Rp4,94 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka
- 3150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Bareskrim Bergerak Maraton Cecar Pelapor Kasus Suket Ijazah!
- 4AC Milan Hancur Lebur di Markas Bournemouth: 4 Pemain Ini Jadi Biang Keladi Pembantaian Rossoneri!
- 5Prabowo Akhirnya Buka Kartu! Said Didu Cium Perombakan Besar Kabinet Sebelum Akhir Oktober
- 6Disaat Kumpul Keluarga Akhir Pekan, Resep Masakan Kepala Ikan Kakap jadi Primadona Keluarga
- 7Bayar 'Hutang' 16 Tahun Lalu, Skuad Emas Manchester United Resmi Bentrok Lawan Persija di SUGBK!
- 8SIAP-SIAP BORONG TIKET! Pemerintah Gratiskan PPN Pesawat 100 Persen Buat Libur Nataru, Cek Trik dan Tanggal Mainnya!
- 9Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 10Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!









