Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?

AKURAT BANTEN - Manchester City akhirnya merasakan pahitnya kekalahan pertama di Premier League 2026/2027. Bertandang ke Villa Park, Sabtu (24/10/2026), pasukan Enzo Maresca menyerah 1-2 dari Aston Villa dalam pertandingan yang sekaligus mengakhiri catatan sempurna mereka di awal musim.
Nicolas Jackson menjadi mimpi buruk bagi The Citizens dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-7 dan ke-60.
Manchester City sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Erling Haaland pada menit ke-53, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengejutkan karena Manchester City datang ke Villa Park dengan tujuh kemenangan beruntun di Premier League. Secara statistik, City sebenarnya tampil dominan.
Mereka menguasai 63 persen bola dan melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran, sedangkan Aston Villa hanya mencatat dua tembakan ke arah gawang.
Formula PSG Tak Kembali Dipakai
Salah satu keputusan Maresca yang kemudian menjadi sorotan terjadi pada babak pertama. Setelah City kebobolan lebih dahulu, sang pelatih melakukan dua pergantian pemain saat jeda.
Rayan Cherki ditarik keluar dan digantikan Phil Foden. Namun, berbeda dengan ketika menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions, Maresca tidak memasukkan Ayyoub Bouaddi untuk membantu memperkuat lini tengah.
Keputusan itu menarik perhatian karena Bouaddi sebelumnya menjadi bagian dari perubahan taktik yang membantu City bangkit saat tertinggal 0-3 dari PSG.
Dalam pertandingan tersebut, Maresca melakukan tiga pergantian pemain sekaligus dan City kemudian mampu mengubah jalannya pertandingan.
Melawan Villa, Maresca memilih pendekatan berbeda. Menurutnya, situasi pertandingan tidak sama dengan duel kontra PSG.
Ia menilai City membutuhkan pemain dengan kemampuan teknis untuk memberikan kreativitas lebih besar, sehingga Foden dipilih untuk masuk.
Maresca juga menegaskan bahwa dirinya percaya Bouaddi akan mendapatkan kesempatan bermain karena padatnya jadwal Manchester City.
Baca Juga: Usia 41 Tahun Belum Habis! Ronaldo Kembali Cetak Gol, Rekor 1.000 Gol Makin Dekat
Masalah City Bukan Sekadar Pergantian Pemain
Jika melihat jalannya pertandingan, persoalan City ternyata lebih kompleks daripada sekadar siapa yang masuk dari bangku cadangan.
Maresca menilai timnya sebenarnya menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, efektivitas di depan gawang menjadi masalah besar.
City memiliki 53 sentuhan di kotak penalti Villa dan tujuh tembakan tepat sasaran, tetapi hanya mampu menghasilkan satu gol.
Di sisi lain, dua gol Aston Villa juga lahir setelah kesalahan yang seharusnya dapat dihindari. Gol pertama berawal dari kesalahan kontrol Marc Guehi, sedangkan gol kedua Nicolas Jackson berhasil melewati Gianluigi Donnarumma setelah memanfaatkan situasi transisi.
Baca Juga: Belajar dari Saka dan Gordon, Rio Ngumoha Punya Resep Jadi Winger Mematikan di Liverpool
Maresca mengakui City perlu memperbaiki keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kemampuan mengantisipasi serangan balik.
Menurutnya, menghadapi Villa berarti menerima kemungkinan munculnya situasi transisi, tetapi kesalahan individu tetap harus diminimalkan.
Haaland Kembali Cetak Gol, tetapi Belum Cukup
Ada satu kabar positif bagi City. Erling Haaland kembali mencetak gol setelah sebelumnya absen karena cedera kaki. Striker Norwegia itu menyambut umpan silang Iliman Ndiaye dengan sundulan untuk membuat skor menjadi 1-1.
Namun, gol tersebut belum mampu menyelamatkan City dari kekalahan. Aston Villa justru kembali unggul tujuh menit kemudian melalui Jackson.
Bagi City, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa dominasi penguasaan bola dan banyaknya peluang tidak selalu cukup.
Baca Juga: Tak Punya Striker Super? Declan Rice Beri Jawaban Menohok usai Arsenal Tahan Bayern 2-2
Setelah tujuh kemenangan beruntun, Maresca kini menghadapi pekerjaan rumah penting: membuat City lebih klinis sekaligus mengurangi kesalahan yang memberi lawan jalan menuju kemenangan.
Sementara itu, Aston Villa mendapatkan kemenangan kandang pertama mereka di Premier League musim ini. Jackson juga sedang berada dalam performa impresif dengan enam gol dalam enam pertandingan terakhirnya.
Manchester City masih memiliki perjalanan panjang dalam perebutan gelar. Namun, kekalahan di Villa Park menunjukkan satu hal penting, yaitu formula yang berhasil di satu pertandingan tidak selalu menjadi kunci untuk pertandingan berikutnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Begini Alasan Dedi Mulyadi Saat Dicari Prabowo di Rakornas, Lebih Baik di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai
- 2Kasus Korupsi Pesawat Fiktif Rp4,94 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka
- 3150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Bareskrim Bergerak Maraton Cecar Pelapor Kasus Suket Ijazah!
- 4AC Milan Hancur Lebur di Markas Bournemouth: 4 Pemain Ini Jadi Biang Keladi Pembantaian Rossoneri!
- 5Prabowo Akhirnya Buka Kartu! Said Didu Cium Perombakan Besar Kabinet Sebelum Akhir Oktober
- 6Disaat Kumpul Keluarga Akhir Pekan, Resep Masakan Kepala Ikan Kakap jadi Primadona Keluarga
- 7Bayar 'Hutang' 16 Tahun Lalu, Skuad Emas Manchester United Resmi Bentrok Lawan Persija di SUGBK!
- 8SIAP-SIAP BORONG TIKET! Pemerintah Gratiskan PPN Pesawat 100 Persen Buat Libur Nataru, Cek Trik dan Tanggal Mainnya!
- 9Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 10Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!









