Banten

Bukan Sekadar Banyak Gol! Begini Cara Pemenang Ballon d’Or 2026 Ditentukan, Ada Sistem Poin hingga Aturan Jika Seri

Aullia Rachma Puteri | 25 Oktober 2026, 22:12 WIB
Bukan Sekadar Banyak Gol! Begini Cara Pemenang Ballon d’Or 2026 Ditentukan, Ada Sistem Poin hingga Aturan Jika Seri
Penghargaan Ballon d'Or 2026. - mancity.com

AKURAT BANTEN - Ballon d’Or 2026 tinggal menghitung waktu menuju malam penentuan. Penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut akan memasuki edisi ke-70 dan untuk pertama kalinya digelar di London, tepatnya di London Palladium, pada 26 Oktober 2026.

Nama-nama seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Lamine Yamal menjadi kandidat yang banyak diperbincangkan untuk kategori putra.

Namun, siapa yang akhirnya mengangkat trofi tidak ditentukan hanya berdasarkan jumlah gol, gelar, atau popularitas. Ada mekanisme pemungutan suara yang cukup detail di balik penghargaan tersebut.

100 Jurnalis Jadi Penentu

Untuk kategori putra, pemenang Ballon d’Or ditentukan oleh panel yang terdiri dari 100 jurnalis sepak bola. Masing-masing jurnalis mewakili satu negara yang masuk dalam 100 besar peringkat FIFA ketika daftar nominasi diumumkan pada 8 September 2026.

Baca Juga: Usia 41 Tahun Belum Habis! Ronaldo Kembali Cetak Gol, Rekor 1.000 Gol Makin Dekat

Sementara itu, kategori putri menggunakan 50 jurnalis dari negara-negara dengan peringkat FIFA tertinggi. Sebelum pemungutan suara, France Football bersama L’Équipe dan sejumlah pihak terkait menyusun daftar 30 kandidat untuk masing-masing kategori.

Menariknya, para jurnalis tidak hanya memilih satu pemain. Mereka harus menyusun 10 nama terbaik secara berurutan dari peringkat pertama hingga ke-10.

Bukan Cuma Gelar dan Gol

Regulasi Ballon d’Or menetapkan tiga kriteria utama yang harus menjadi pertimbangan juri, dengan urutan prioritas yang jelas.

Pertama adalah performa individu, termasuk penampilan yang menentukan dan mengesankan. Kedua, performa kolektif dan gelar yang diraih bersama tim. Ketiga, kelas serta sportivitas pemain.

Baca Juga: AC Milan Hancur Lebur di Markas Bournemouth: 4 Pemain Ini Jadi Biang Keladi Pembantaian Rossoneri!

Artinya, seorang pemain tidak otomatis menjadi kandidat terkuat hanya karena mengoleksi banyak trofi. Kontribusi individu tetap ditempatkan sebagai pertimbangan paling penting. Penilaian juga mencakup performa pemain bersama klub dan tim nasional.

Untuk Ballon d’Or 2026, periode penilaian berlangsung dari 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Periode tersebut mencakup musim 2025/2026 sekaligus kompetisi internasional yang berlangsung dalam rentang tersebut, termasuk Piala Dunia 2026 untuk kategori putra.

Sistem Poinnya Bikin Persaingan Makin Menarik

Setiap jurnalis memberikan poin kepada 10 pemain pilihannya. Pemain yang ditempatkan di posisi pertama mendapat 15 poin, sedangkan posisi kedua memperoleh 12 poin.

Baca Juga: Tak Punya Striker Super? Declan Rice Beri Jawaban Menohok usai Arsenal Tahan Bayern 2-2

Berikut rincian lengkapnya:

  • Peringkat 1: 15 poin

  • Peringkat 2: 12 poin

  • Peringkat 3: 10 poin

  • Peringkat 4: 8 poin

  • Peringkat 5: 7 poin

  • Peringkat 6: 5 poin

  • Peringkat 7: 4 poin

  • Peringkat 8: 3 poin

  • Peringkat 9: 2 poin

  • Peringkat 10: 1 poin

Seluruh poin kemudian dijumlahkan. Pemain dengan total poin tertinggi menjadi pemenang Ballon d’Or. Sistem ini membuat konsistensi juga sangat penting.

Baca Juga: MU Kalah Telak, Roy Keane Tunjuk Pelatih yang Bisa Bikin Kekacauan: Diego Simeone Jadi Jawaban?

Seorang pemain yang terus masuk daftar 10 besar dari banyak jurnalis bisa mengumpulkan poin besar meski tidak selalu menjadi pilihan nomor satu.

Bagaimana Jika Poinnya Sama?

Regulasi Ballon d’Or juga sudah menyiapkan aturan jika dua pemain atau lebih mengakhiri pemungutan suara dengan jumlah poin identik.

Penentuan pertama dilakukan berdasarkan jumlah suara peringkat pertama. Pemain yang lebih sering ditempatkan sebagai pilihan nomor satu akan berada di posisi lebih tinggi.

Jika masih sama, perbandingan dilanjutkan ke jumlah suara peringkat kedua. Bila kembali imbang, suara peringkat ketiga akan menjadi pembeda, dan begitu seterusnya sampai ditemukan pemain yang unggul.

Baca Juga: Bukan Pemain Biasa, tapi Gajinya Kalah Jauh dari Rekan Setim: 5 Bintang Premier League Ini Bikin Heran

Dengan demikian, hasil akhir tidak akan berhenti hanya karena dua kandidat memiliki total poin yang sama.

Regulasi bahkan memberikan kewenangan kepada pemimpin redaksi France Football untuk menyelesaikan perselisihan yang berkaitan dengan proses pemungutan suara.

Pada akhirnya, Ballon d’Or bukan sekadar perlombaan siapa yang paling banyak mencetak gol atau mengoleksi trofi.

Performa individu, kontribusi terhadap tim, konsistensi, serta penilaian para jurnalis semuanya bertemu dalam satu sistem.

Baca Juga: Ironis! Arsenal Baru Angkat Trofi Premier League, Kini 60 Pekerjaan Terancam dan Suasana Klub Memanas

Dan pada edisi ke-70 ini, panggung London akan menjadi tempat terjawabnya siapa yang paling unggul dari seluruh persaingan tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.