Banten

Ironis! Arsenal Baru Angkat Trofi Premier League, Kini 60 Pekerjaan Terancam dan Suasana Klub Memanas

Aullia Rachma Puteri | 22 Oktober 2026, 23:31 WIB
Ironis! Arsenal Baru Angkat Trofi Premier League, Kini 60 Pekerjaan Terancam dan Suasana Klub Memanas
Selebrasi Declan Rice pada pertandingan Liga Champions UEFA melawan Bayern Munich Kamis, (22/10/2026). - Getty Images

AKURAT BANTEN - Arsenal seharusnya sedang menikmati salah satu periode terbaik dalam sejarah klub. Lima bulan setelah mengakhiri penantian panjang dan menjuarai Premier League 2025/2026, The Gunners justru diterpa kabar mengenai kondisi internal yang kurang menyenangkan.

Menurut laporan laporan dari berbagai media, moral di lingkungan Arsenal disebut mengalami penurunan tajam. Situasi tersebut berkaitan dengan rencana restrukturisasi klub yang membuat sekitar 60 posisi pekerjaan berada dalam risiko pemutusan hubungan kerja.

Kabar tersebut tentu terasa kontras dengan prestasi tim utama. Arsenal baru saja mengakhiri penantian lebih dari dua dekade untuk kembali menjadi juara liga Inggris.

Baca Juga: Bukan Pemain Biasa, tapi Gajinya Kalah Jauh dari Rekan Setim: 5 Bintang Premier League Ini Bikin Heran

60 Pekerjaan Terancam

Persoalan utama bukan performa tim di atas lapangan, melainkan kondisi operasional klub. Telegraph Sport melaporkan bahwa sekitar 60 pekerjaan berada dalam risiko penghapusan. Sejumlah pegawai juga disebut sudah meninggalkan klub atau akan pergi dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari tinjauan terhadap operasional Arsenal. Klub sebelumnya menggunakan jasa konsultan Boston Consulting Group (BCG) untuk mengevaluasi bisnis dan mencari area yang dapat diperbaiki. Proses konsultasi tersebut masih berlangsung.

Yang menarik, laporan tersebut menyebut rencana efisiensi sebenarnya tidak semata-mata muncul karena Arsenal baru menjadi juara.

Proses peninjauan telah berjalan sejak Richard Garlick mengambil posisi sebagai chief executive pada 2025. Dengan demikian, keberhasilan meraih Premier League bukan penyebab langsung munculnya restrukturisasi tersebut.

Baca Juga: MU Kalah Telak, Roy Keane Tunjuk Pelatih yang Bisa Bikin Kekacauan: Diego Simeone Jadi Jawaban?

Kontras dengan Kesuksesan di Lapangan

Situasi ini menjadi semakin menarik karena Arsenal justru berada dalam posisi kuat secara olahraga.

Musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta tidak hanya memenangkan Premier League untuk pertama kalinya sejak 2004, tetapi juga berhasil mencapai final Liga Champions.

Musim 2026/2027 pun dimulai dengan ekspektasi tinggi. Arsenal sempat mencatat start sempurna sebelum akhirnya kalah 0-3 dari Brighton pada September.

Arteta kemudian mendapat respons positif dari timnya ketika Arsenal bangkit dan mengalahkan Leeds United 2-1. Artinya, kabar mengenai moral yang menurun tidak secara otomatis menggambarkan kondisi ruang ganti tim utama.

Baca Juga: PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!

Justru di atas lapangan, Arsenal masih menunjukkan karakter sebagai juara. Mereka mampu bangkit setelah tertinggal dari Leeds dan kembali memenangkan pertandingan penting.

Arteta Pilih Tidak Berkomentar Banyak

Mikel Arteta juga sempat ditanya mengenai persoalan pemangkasan pekerjaan tersebut. Namun, sang manajer menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk memberikan jawaban mengenai keputusan administratif klub.

Hal tersebut cukup masuk akal karena restrukturisasi terutama berkaitan dengan operasional bisnis, bukan aktivitas sepak bola tim utama.

Laporan Telegraph juga menyebut sejumlah bagian yang terdampak berada di luar sektor tim putra dan akademi. Karena itu, perlu kehati-hatian untuk tidak menyamakan persoalan internal administratif dengan krisis performa Arsenal.

Baca Juga: Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap

Tantangan Arsenal Bukan Hanya di Lapangan

Kondisi ini tetap menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen Arsenal. Klub memiliki tim yang sedang berada di level elite, tetapi pada saat bersamaan harus memastikan struktur bisnisnya mampu menopang ambisi tersebut dalam jangka panjang.

Apalagi Arsenal mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, sementara biaya operasional juga meningkat.

Laporan Telegraph sebelumnya menyebut klub mengalami kerugian dalam beberapa musim terakhir dan biaya operasional meningkat signifikan pada laporan keuangan 2024/2025.

Kini, Arsenal menghadapi situasi yang cukup unik. Di satu sisi, mereka adalah juara bertahan Premier League dengan skuad yang kompetitif. Di sisi lain, suasana di sebagian lingkungan kerja klub justru disebut sedang tidak nyaman.

Baca Juga: Gila! 6 Transfer Gratis Terbaik dalam Sejarah Premier League, Chelsea Borong 4 Nama Top

Trofi memang sudah berada di lemari Emirates Stadium. Namun, mempertahankan kesuksesan ternyata membutuhkan pekerjaan besar yang tidak semuanya terlihat di lapangan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.