Banten

Liverpool Ganas di Liga Champions, Malah Seret di Premier League: Iraola Ungkap Masalah yang Bikin Pusing

Aullia Rachma Puteri | 25 Oktober 2026, 23:26 WIB
Liverpool Ganas di Liga Champions, Malah Seret di Premier League: Iraola Ungkap Masalah yang Bikin Pusing
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, saat menyaksikan pasukannya menghadapi Leeds United dalam laga uji coba di Chicago, Amerika Serikat, MInggu (2/8/2026). LIVERPOOL FC menghadapi - LIVERPOOL FC

AKURAT BANTEN - Liverpool menghadapi persoalan yang cukup mengherankan pada awal Premier League 2026/2027. Di tengah ketajaman yang mereka tunjukkan di kompetisi Eropa, The Reds justru kesulitan mencetak gol dalam pertandingan liga domestik.

Pelatih Andoni Iraola pun menyoroti perbedaan karakter lawan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi situasi tersebut.

Hingga tujuh pertandingan Premier League, Liverpool baru mengoleksi sembilan gol, atau rata-rata 1,29 gol per laga. Angka tersebut berbanding terbalik dengan penampilan mereka di kompetisi lain.

Liverpool mampu mencetak 15 gol dalam tiga pertandingan Liga Champions dan satu laga Carabao Cup, dengan rata-rata 3,75 gol per pertandingan.

Baca Juga: Saka Cedera, Arsenal Malah Menang 2-0: Apakah The Gunners Benar-Benar Tak Lagi Bergantung pada Sang Bintang?

Bukan Sekadar Masalah Kompetisi

Iraola mengakui bahwa dirinya belum memiliki satu jawaban pasti mengenai perbedaan produktivitas tersebut. Menurut pelatih asal Spanyol itu, karakter lawan yang dihadapi Liverpool lebih berpengaruh daripada sekadar perbedaan kompetisi.

Liverpool memang tampil tajam ketika menghadapi LASK dan mencetak empat gol saat melawan Villarreal di Liga Champions.

Namun, pertandingan Premier League menghadirkan tantangan berbeda, terutama ketika lawan memilih bertahan rapat dan membatasi ruang di sekitar kotak penalti.

Iraola juga menilai Liverpool justru menunjukkan organisasi pertahanan yang lebih baik di liga domestik. The Reds mencatatkan tiga clean sheet dan kebobolan delapan gol dalam tujuh pertandingan Premier League.

Baca Juga: Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?

Sebagai perbandingan, mereka juga kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan di Liga Champions dan Carabao Cup.

Strategi Low Block Jadi Tantangan

Salah satu kendala utama Liverpool adalah strategi low block, yaitu pendekatan ketika lawan menempatkan banyak pemain di area pertahanan sendiri untuk mempersempit ruang gerak penyerang.

Berdasarkan data yang dikutip BBC, Liverpool menghadapi pendekatan tersebut dalam 28 persen pertandingan Premier League mereka, persentase tertinggi di antara klub-klub peserta.

Sebaliknya, mereka hanya menghadapi high block dalam 15 persen pertandingan, angka terendah di liga.

Baca Juga: Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi

Situasi ini membuat Liverpool harus lebih kreatif dalam membongkar pertahanan lawan. Penguasaan bola saja tidak cukup jika para pemain kesulitan menemukan celah untuk mengirim umpan berbahaya atau melepaskan tembakan berkualitas.

Padahal, Iraola sebelumnya menyatakan lebih menyukai lawan yang menggunakan low block. Menurutnya, pendekatan itu memungkinkan timnya menguasai pertandingan dan menghabiskan lebih banyak waktu di area pertahanan lawan.

Tantangannya sekarang adalah mengubah dominasi wilayah permainan tersebut menjadi peluang nyata dan gol.

Liverpool Punya Banyak Pilihan di Lini Depan

Masalah produktivitas ini bukan berarti Liverpool kekurangan pemain berkualitas. Alexander Isak, Florian Wirtz, Bradley Barcola, Cody Gakpo, Victor Munoz, dan Rio Ngumoha memberikan Iraola sejumlah pilihan untuk membangun serangan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Banyak Gol! Begini Cara Pemenang Ballon d’Or 2026 Ditentukan, Ada Sistem Poin hingga Aturan Jika Seri

Liverpool juga telah memiliki 10 pencetak gol berbeda pada musim ini. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa ancaman mereka tidak hanya datang dari satu pemain, meskipun jumlah gol di Premier League masih belum sesuai harapan.

Data expected goals atau xG turut menunjukkan bahwa Liverpool diperkirakan mampu mencetak 10,9 gol di liga berdasarkan kualitas peluang yang mereka hasilkan. Dengan sembilan gol aktual, penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang perlu ditingkatkan.

Laga Berikutnya Jadi Ujian Penting

Liverpool membutuhkan solusi cepat ketika menghadapi Brighton di Anfield. Brighton datang dengan catatan produktivitas tinggi, setelah mencetak 23 gol di Premier League menjelang pertandingan tersebut. Setelah itu, Arsenal juga menanti sebagai ujian berikutnya bagi The Reds.

Iraola kini harus memastikan para pemainnya lebih efektif ketika menghadapi pertahanan rapat.

Baca Juga: Usia 41 Tahun Belum Habis! Ronaldo Kembali Cetak Gol, Rekor 1.000 Gol Makin Dekat

Pergerakan tanpa bola, variasi serangan, kreativitas di sepertiga akhir, dan ketajaman penyelesaian menjadi pekerjaan rumah penting.

Liverpool sudah membuktikan bahwa mereka mampu mencetak banyak gol di panggung Eropa. Namun, untuk bersaing di Premier League, mereka harus menemukan cara membongkar lawan yang tidak memberikan banyak ruang.

Jika masalah tersebut tak segera teratasi, dominasi permainan berisiko kembali berakhir tanpa hasil maksimal.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.