Banten

MU Makin Terpuruk, Pecat Michael Carrick Saja Tak Cukup! Ini 5 Masalah Besar yang Menghantui Setan Merah

Aullia Rachma Puteri | 26 Oktober 2026, 23:45 WIB
MU Makin Terpuruk, Pecat Michael Carrick Saja Tak Cukup! Ini 5 Masalah Besar yang Menghantui Setan Merah
Michael Carrick menyalami pemain usal laga melawan AFC Bournemouth, Minggu (25/10/2026). - Getty Images

AKURAT BANTEN - Manchester United kembali berada dalam pusaran krisis setelah dipermalukan Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford, Minggu (25/10/2026).

Kekalahan tersebut semakin memperbesar tekanan terhadap Michael Carrick. Namun, menyalahkan sang manajer semata berisiko menutupi persoalan yang lebih mendasar di tubuh Setan Merah.

Seperti sejumlah media Inggris, kemerosotan MU berkaitan dengan berbagai persoalan, mulai dari ketidakseimbangan skuad, performa pemain yang tidak konsisten, hingga keputusan manajemen dalam membangun tim.

Pergantian pelatih mungkin menjadi jalan keluar jangka pendek, tetapi belum tentu menyentuh akar masalah.

Baca Juga: MU Kalah Telak dari Bournemouth, tetapi Tak Bisa Langsung Pecat Michael Carrick? Ini Aturan yang Bikin Penasaran!

Michael Carrick Kehilangan Jawaban

Carrick sebelumnya sempat membawa angin segar ke Old Trafford. Setelah mengambil alih tim pada Januari, ia mengumpulkan 39 poin dari 17 pertandingan selama periode tugas sementaranya.

Hasil tersebut memperkuat keyakinan bahwa mantan gelandang MU itu layak mendapatkan kesempatan memimpin tim secara lebih permanen.

Namun, situasinya kini berbalik. MU menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Como di Liga Champions. Rentetan hasil buruk tersebut membuat masa depan Carrick semakin tidak pasti.

Carrick sendiri mengakui masih mencari jawaban atas kemerosotan timnya. Ia menyatakan telah berusaha melakukan segala yang bisa dikendalikan untuk mencegah MU terjebak dalam situasi tersebut.

Baca Juga: Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!

Meski demikian, sebagai manajer, ia tetap bertanggung jawab atas keputusan taktik dan performa tim di lapangan.

Komposisi Skuad Belum Seimbang

Salah satu persoalan utama MU adalah keterbatasan pilihan di sejumlah posisi. Di lini depan, Benjamin Sesko belum bisa menjadi solusi konsisten karena masalah kebugaran.

Sementara itu, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo bukan penyerang tengah alami yang selalu ideal untuk mengisi posisi tersebut.

Masalah juga terlihat di sektor bek kiri. Cedera Luke Shaw membuat MU harus mencari alternatif dari pemain yang posisi aslinya berbeda.

Baca Juga: Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!

Situasi ini membatasi fleksibilitas Carrick dalam menentukan susunan pemain dan menerapkan taktik yang diinginkan.

Lini tengah pun belum menemukan kombinasi yang stabil. Perubahan komposisi pemain belum menghasilkan keseimbangan yang dibutuhkan untuk menguasai permainan sekaligus melindungi pertahanan.

Menurut analisis The Independent, persoalan rekrutmen dan ketidakcocokan karakter pemain ikut memperberat pekerjaan Carrick.

Hubungan dengan Pemain Ikut Jadi Sorotan

Keputusan Carrick mencadangkan Bruno Fernandes saat menghadapi Bournemouth juga memicu perdebatan. Kapten MU tersebut sebelumnya mengkritik pendekatan taktik tim setelah kekalahan dari Como.

Baca Juga: Lineker dan Shearer Kompak Peringatkan Cesc Fabregas: Jangan Nekat Latih MU, Karier Bisa Hancur!

Carrick menyebut keputusan itu didasarkan pada pertimbangan sepak bola. Namun, Fernandes tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad MU dalam beberapa musim terakhir.

Ketidakhadirannya di lapangan membuat keputusan sang manajer semakin disorot, terlebih setelah tim kalah telak.

Meski demikian, satu keputusan kontroversial tidak cukup untuk menjelaskan seluruh kemerosotan MU. Performa kolektif para pemain, disiplin bertahan, dan kemampuan menjaga intensitas pertandingan juga harus dievaluasi.

Manajemen MU Tak Bisa Lepas Tangan

Persoalan Setan Merah turut mengarah kepada jajaran manajemen, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas perekrutan pemain dan perencanaan tim.

Baca Juga: Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?

Jika komposisi skuad tidak sesuai kebutuhan, manajer akan kesulitan membangun sistem permainan yang konsisten.

Kondisi ini membuat pergantian pelatih berisiko mengulang siklus lama: manajer baru datang, performa sempat membaik, lalu masalah kembali muncul ketika kelemahan mendasar belum dibereskan.

Analisis The Independent menilai belum terlihat kepastian bahwa jajaran petinggi klub memiliki solusi menyeluruh untuk membenahi keadaan.

Pemecatan Bukan Solusi Instan

Tekanan terhadap Carrick memang sulit dihindari setelah serangkaian hasil mengecewakan. Namun, keputusan memecatnya harus disertai evaluasi menyeluruh terhadap kualitas skuad, kebijakan transfer, kebugaran pemain, dan arah pengelolaan klub.

Baca Juga: Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi

Carrick tidak bisa dibebaskan dari tanggung jawab, tetapi menjadikannya satu-satunya pihak yang disalahkan juga tidak menyelesaikan persoalan. Manchester United membutuhkan lebih dari sekadar pergantian nama di kursi pelatih.

Jika ingin kembali bersaing di papan atas, Setan Merah harus membenahi fondasi tim secara serius. Sebab, tanpa perubahan yang menyentuh akar masalah, siapa pun manajer berikutnya berpotensi menghadapi persoalan yang sama di Old Trafford.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.