Banten

TN76 Persen Penumpang Whoosh Kini Gunakan Tiket Digital, Ini Keuntungan QR Code Saat Boarding

Viona Sebastian Nolani | 31 Oktober 2026, 20:20 WIB
TN76 Persen Penumpang Whoosh Kini Gunakan Tiket Digital, Ini Keuntungan QR Code Saat Boarding
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. - KCIC

AKURAT BANTEN - Penggunaan tiket digital berbentuk QR code semakin diminati penumpang Kereta Cepat Whoosh.

Pada periode Januari hingga September 2026, sebanyak 76 persen proses boarding Whoosh telah menggunakan tiket digital.

Dari sekitar 3,16 juta transaksi gate in yang tercatat di Stasiun Halim, Karawang, dan Tegalluar Summarecon, sebanyak 2,38 juta transaksi dilakukan menggunakan tiket digital.

Sementara itu, sekitar 779 ribu transaksi lainnya masih menggunakan tiket fisik.

Baca Juga: Lanal Nunukan Gagalkan Penyelundupan 16 Koli Balpres dari Malaysia, Nilainya Capai Rp 62 Juta

Tingginya penggunaan tiket digital tersebut turut mengurangi kebutuhan pencetakan tiket berbahan kertas sekaligus mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemanfaatan tiket digital menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menghadirkan layanan transportasi yang praktis dan berkelanjutan.

KCIC terus mengembangkan penggunaan teknologi digital dalam pelayanan penumpang, termasuk menyediakan tiket elektronik yang bisa langsung digunakan saat proses boarding.

“Melalui penggunaan tiket digital, penumpang turut berkontribusi dalam mengurangi kebutuhan penggunaan kertas karena tidak perlu lagi mencetak tiket fisik. Kami berharap semakin banyak penumpang yang memanfaatkan fasilitas ini sehingga kemudahan perjalanan dengan Whoosh juga dapat memberikan manfaat positif bagi lingkungan,” ujar Eva.

Baca Juga: Hansi Flick Bikin Pemain Barcelona Tak Betah? Aturan Menginap di Hotel Mulai Dipertanyakan

Tren penggunaan tiket digital tersebut juga sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa membeli tiket Whoosh melalui layanan online.

Selama Januari hingga September 2026, sebanyak 77,71 persen transaksi pembelian tiket dilakukan melalui kanal online.

Angka tersebut terdiri dari pembelian melalui aplikasi sebesar 73,96 persen dan website sebanyak 3,74 persen.

Adapun transaksi pembelian secara offline tercatat sebesar 22,29 persen, dengan rincian melalui loket sebesar 14,61 persen dan mesin tiket atau Ticket Vending Machine (TVM) sebesar 7,68 persen.

Penumpang dapat membeli tiket Whoosh secara online melalui aplikasi Whoosh dan website ticket.kcic.co.id.

Selain itu, pembelian juga tersedia melalui sejumlah mitra, seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

Beragam pilihan tersebut memungkinkan penumpang memesan tiket kapan saja tanpa harus mendatangi stasiun.

Penumpang juga bisa menentukan jadwal keberangkatan dan memilih relasi perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi pelayanan, penggunaan tiket digital membuat proses boarding menjadi lebih praktis.

Penumpang hanya perlu memperlihatkan QR code melalui ponsel untuk dipindai pada mesin boarding gate.

Dengan cara tersebut, penumpang tidak perlu membawa atau mencetak tiket fisik sebelum memasuki area peron.

Proses boarding pun menjadi lebih cepat dan sederhana karena dapat mengurangi antrean di loket pencetakan tiket.

Selain itu, tiket digital dapat diakses kembali melalui kanal pembelian yang mendukung sehingga risiko kehilangan atau kerusakan tiket fisik bisa diminimalkan.

Meski demikian, KCIC mengingatkan seluruh penumpang agar tetap mengikuti ketentuan perjalanan yang berlaku.

Pengguna tiket digital maupun tiket fisik wajib melakukan gate in di stasiun keberangkatan dan gate out di stasiun tujuan sesuai relasi perjalanan yang tercantum pada tiket.

Penumpang juga disarankan tiba di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

Hal ini penting karena boarding gate akan ditutup lima menit sebelum kereta berangkat.

Jika mengalami kendala ketika melakukan gate in maupun gate out, penumpang dapat langsung meminta bantuan petugas stasiun.

“Selain mendorong pemanfaatan tiket digital, kami tetap menyediakan layanan pembelian tiket melalui loket dan mesin tiket di stasiun. Beragam pilihan kanal pembelian dan metode boarding ini kami hadirkan untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati layanan Whoosh sesuai dengan preferensi dan kemudahan akses masing-masing,” tutup Eva.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.