Pemkab Tangerang Perkuat Literasi Digital Masyarakat untuk Cegah Bullying dan Radikalisme

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyoroti literasi digital di kalangan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memicu perilaku negatif pada masyarakat yang mengarah pada aksi perundungan (bullying) hingga penyebaran paham radikalisme melalui media sosial dan game daring.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Mayang Sari mengatakan, tantangan utama literasi digital saat ini bukan lagi pada akses internet atau infrastruktur, melainkan kemampuan masyarakat dalam mengelola, memahami, dan memverifikasi informasi.
"Kalau kesenjangan infrastruktur enggak, tapi lebih kepada kemampuan masyarakat untuk menggunakan media. Kalau daerah-daerah urban, misalnya daerah yang maju, mereka lebih terampil, lebih mengerti. Kalau daerah-daerah pesisir, mungkin kurang," ujar Mayang dikutip Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Terjun Langsung ke Sumatra Hari Ini, Tinjau Daerah yang Dilanda Banjir dan Longsor
Mayang menekankan, literasi digital sangat penting bagi masyarakat yang aktif di media sosial dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan cyber, missinformasi, hingga ekstremisme yang berkembang di ruang digital. Berdasarkan monitoring media sosial yang dilakukan instansinya, 50 persen masyarakat mampu memilah informasi, sebagiannya lagi rawan terpapar polarisasi yang memantik sentimen negatif.
"fifty-fifty lah, nggak bisa bilang banyak, dan kalau bisa dibilang juga banyak masyarakat yang melawan hoaks," tegas Mayang.
Mayang berujar, upaya peningkatan literasi digital masyarakat ini tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan digitalisasi kepada masyarakat," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







