Banten

Terungkap! Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Ada Proyek Data Center Rp Triliunan

Abdurahman | 10 September 2026, 22:33 WIB
Terungkap! Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Ada Proyek Data Center Rp Triliunan
Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir menambah investasinya dengan membeli 30 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), emiten yang tengah bertransformasi menuju bisnis data center dan infrastruktur AI. (Foto: TBS)

AKURAT BANTEN– Langkah besar pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir di pasar modal kembali menjadi perhatian. Boy Thohir menambah investasinya di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) dengan membeli sebanyak 30 juta saham perusahaan tersebut.

Aksi tersebut terjadi ketika MGLV tengah melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh. Perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang perlengkapan rumah tangga dan furnitur kini mengarahkan bisnisnya ke sektor infrastruktur digital dan data center.

Tak heran jika masuknya Boy Thohir menjadi sorotan. Sebab, di balik pembelian puluhan juta saham tersebut, MGLV sedang menyiapkan ekspansi bisnis data center dengan kebutuhan pendanaan yang mencapai triliunan rupiah.

Berdasarkan sejumlah keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Kamis, 10 September 2026, pembelian 30 juta saham tersebut setara sekitar 1,57 persen dari total 1,90 miliar saham MGLV yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Sebelum transaksi tersebut, Boy Thohir juga telah memiliki keterkaitan dengan MGLV melalui PT Trinugraha Thohir dengan kepemilikan 2,25 persen serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86 persen.

Kini, tambahan 30 juta saham membuat eksposur Boy terhadap MGLV semakin menjadi perhatian pelaku pasar.

Investasi Boy Thohir datang di tengah perubahan besar MGLV: bisnis lama mulai dilepas, sementara data center disiapkan sebagai mesin pertumbuhan baru.

Baca Juga: VAR Bikin The Gunners Dirugikan! Premier League Bongkar Kesalahan Fatal dalam Duel Aston Villa Vs Arsenal

Boy Thohir Ungkap Alasan Tambah Saham MGLV

Boy Thohir menyatakan pembelian saham tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap prospek MGLV di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi.

“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan,” kata Boy dalam keterangannya, Rabu.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital akan berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur teknologi.

Adopsi cloud computing, perkembangan artificial intelligence (AI), serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap pusat data yang aman, andal dan memiliki kapasitas tinggi.

Dengan kata lain, data center bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, tetapi semakin menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital.

Baca Juga: Manchester United Kena Tikung Newcastle! Bek Kiri Incaran Mereka Siap Dikunci sampai 2031

30 Juta Saham MGLV Setara Rp445,5 Miliar

Lantas, berapa nilai saham yang diborong Boy Thohir?

Jika menggunakan harga terakhir MGLV sebesar Rp14.850 per saham, maka 30 juta saham tersebut memiliki nilai pasar sekitar Rp445,5 miliar.

Namun perlu digarisbawahi, angka Rp445,5 miliar tersebut bukan nilai transaksi pembelian Boy Thohir.

Pasalnya, harga dan tanggal pelaksanaan transaksi pembelian tersebut belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Saham MGLV sendiri ditutup di level Rp14.850 pada perdagangan Selasa, 8 September 2026.

Pada harga tersebut, kapitalisasi pasar MGLV mencapai sekitar Rp28,29 triliun.

Yang membuat pergerakan saham ini semakin mencuri perhatian adalah kenaikannya sepanjang 2026.

Harga saham MGLV tercatat meningkat sekitar 513,64 persen, dari Rp2.420 menjadi Rp14.850 per saham.

Dalam satu bulan terakhir saja, saham MGLV menguat sekitar 77,31 persen.

Baca Juga: Chelsea Tertinggal 0-2, Lalu Mengamuk 6-3! Xabi Alonso Bongkar Rahasia Comeback Gila The Blues

MGLV Bidik Bisnis Data Center

Di balik aksi investasi tersebut, MGLV sedang melakukan perubahan besar terhadap struktur bisnisnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 7 September 2026, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis.

Di antaranya perubahan kegiatan usaha, transaksi material dan transaksi afiliasi, penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue, serta sejumlah transaksi untuk mendukung pengembangan bisnis data center.

Salah satu langkah penting adalah pengambilalihan 99,90 persen saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan 99,90 persen saham PT Nextier GenAI Center (NGC) dari pemegang saham pengendalinya, PT Nextier Datamate Center.

Nilai pembelian saham NAC dan NGC mencapai sekitar Rp1,998 miliar.

Namun, transaksi tersebut tidak berhenti pada pembelian saham.

MGLV juga mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center kepada NAC dan NGC senilai sekitar Rp668,61 miliar.

Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp670,61 miliar.

Baca Juga: Bikin Geger! 3 Helikopter Raksasa Jepang Turun di Kalbar, Siap Guyur Karhutla dengan Water Bombing

Data Center 6 MW Sudah Beroperasi

Menariknya, bisnis data center yang menjadi fokus baru MGLV bukan sekadar proyek yang masih berada pada tahap rencana.

NAC telah mengoperasikan data center dengan kapasitas 6 megawatt.

Perusahaan tersebut juga telah mulai membukukan pendapatan sejak Mei 2026.

Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, pendapatan NAC mencapai sekitar Rp11,84 miliar pada Mei 2026.

Kemudian pada Juni 2026, pendapatan tersebut meningkat menjadi sekitar Rp36,33 miliar.

MGLV selanjutnya berencana menambah kapasitas pusat data melalui NAC dan NGC.

Infrastruktur tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, pengelolaan dan pemrosesan data, termasuk kebutuhan cloud computing, AI dan berbagai layanan digital berkapasitas tinggi.

Inilah yang membuat transformasi MGLV menjadi salah satu bagian paling menarik untuk dicermati.

Baca Juga: Buruh Banten Bawa 10 Tuntutan ke DPRD Kota Tangerang, Terkait UU Ketenagakerjaan Putusan MK 168

Bisnis Lama Mulai Ditinggalkan

Untuk benar-benar fokus ke bisnis baru, MGLV juga mengambil langkah besar dengan melepas sejumlah bisnis lamanya.

Pada 8 September 2026, MGLV menjual seluruh saham yang dimilikinya pada 13 anak perusahaan kepada PT Trijaya Wisesa Makmur.

Nilai penjualan 13 anak perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp121,47 miliar.

Selain itu, perseroan mengalihkan aset dan kewajiban tertentu kepada perusahaan yang sama dengan nilai transaksi sekitar Rp1,91 miliar.

Setelah transaksi tersebut diselesaikan, MGLV tidak lagi menjadi pemegang saham pada 13 perusahaan tersebut.

Sumber daya perseroan kemudian diarahkan untuk mengembangkan bisnis yang baru, terutama infrastruktur digital dan data center.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi MGLV bukan sekadar perubahan strategi di atas kertas.

Perseroan benar-benar mulai meninggalkan sebagian bisnis lama untuk memusatkan perhatian pada sektor teknologi.

Baca Juga: Ribuan Ikan di Situ Cangkring Tangerang Mati, DLH Turun Tangan dan Imbau Warga Tak Mengonsumsinya

Kinerja Lama Masih Merugi

Namun, transformasi tersebut juga datang dengan tantangan.

Pada semester pertama 2026, MGLV mencatat pendapatan sekitar Rp26,14 miliar.

Perseroan masih membukukan rugi bersih Rp14,10 miliar.

Karena itu, kemampuan bisnis data center menghasilkan pendapatan secara konsisten akan menjadi faktor penting bagi masa depan perusahaan.

Akuisisi NAC dan NGC diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru bagi MGLV.

Kontribusi kedua perusahaan tersebut terhadap kinerja konsolidasian MGLV nantinya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah transformasi bisnis tersebut berhasil meningkatkan kinerja perseroan.

Baca Juga: Bikin Penasaran! Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Prediksi Alumni S2 FH UI Disebut 100 Persen Akurat

Siapkan Rights Issue Rp2,4 Triliun

Untuk membiayai ekspansi, MGLV juga menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue.

Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru.

Dalam proforma yang disampaikan kepada pemegang saham, perseroan menggunakan asumsi harga pelaksanaan sebesar Rp8.400 per saham.

Jika asumsi tersebut digunakan, potensi dana yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp2,4 triliun.

Tetapi angka tersebut masih berupa proyeksi berdasarkan asumsi.

Harga pelaksanaan final, rasio rights issue dan jadwal pelaksanaan masih belum ditetapkan.

Rencana rights issue tersebut juga masih membutuhkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Semeru Masih Fluktuatif, Warga Diminta Waspada! Benteng Lahar Dikebut untuk Antisipasi Ancaman

Ada Pinjaman Pemegang Saham Rp4 Triliun

Tidak hanya rights issue, MGLV juga memperoleh persetujuan untuk menerima fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Nextier Datamate Center.

Nilai plafon pinjaman tersebut mencapai maksimal Rp4 triliun, dengan bunga 7 persen per tahun.

Dana tersebut disiapkan untuk membiayai pengembangan proyek data center secara bertahap.

Dengan demikian, MGLV tengah menyiapkan sumber pendanaan dalam skala besar untuk mendukung perubahan bisnisnya.

Rights issue berpotensi menghimpun sekitar Rp2,4 triliun berdasarkan asumsi yang digunakan perseroan, sementara fasilitas pinjaman pemegang saham memiliki plafon hingga Rp4 triliun.

Angka-angka inilah yang membuat rencana transformasi MGLV menjadi perusahaan infrastruktur digital semakin menarik perhatian.

Baca Juga: Semeru Masih Fluktuatif, Warga Diminta Waspada! Benteng Lahar Dikebut untuk Antisipasi Ancaman

MGLV Malah Disuspensi BEI

Di tengah lonjakan harga saham dan berbagai aksi korporasi tersebut, BEI justru menghentikan sementara perdagangan saham MGLV.

Suspensi mulai berlaku pada sesi pertama perdagangan Rabu, 9 September 2026.

Penghentian sementara dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai menyusul peningkatan harga kumulatif MGLV yang signifikan.

BEI menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari cooling down sekaligus perlindungan bagi investor.

Suspensi memberikan kesempatan kepada pelaku pasar untuk mencermati keterbukaan informasi perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan demikian, harga terakhir MGLV masih berada di level Rp14.850 per saham, berdasarkan penutupan perdagangan 8 September 2026.

Belum terdapat informasi yang tersedia mengenai kapan perdagangan saham MGLV akan kembali dibuka.

Sorotan Berikutnya Ada di Data Center

Investasi Boy Thohir terhadap 30 juta saham MGLV menjadi semakin menarik karena dilakukan ketika perseroan sedang berada dalam fase transformasi besar.

MGLV bukan hanya mengubah arah bisnis, tetapi juga melakukan akuisisi perusahaan data center, melepas 13 anak perusahaan lama, menyiapkan rights issue dan memperoleh fasilitas pinjaman pemegang saham hingga Rp4 triliun.

Di tengah semua itu, Boy Thohir menyatakan optimistis terhadap prospek perusahaan seiring pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi.

Namun, pasar tentu masih akan menunggu bukti dari transformasi tersebut.

Pertanyaan besarnya kini bukan sekadar mengapa Boy Thohir menambah kepemilikan di MGLV, melainkan seberapa besar bisnis data center mampu mengubah kinerja perusahaan ke depan.

Pelaku pasar akan mencermati realisasi ekspansi kapasitas, kontribusi NAC dan NGC terhadap pendapatan MGLV, pelaksanaan rights issue, penggunaan pendanaan, serta kemampuan perseroan mengubah ekspansi digital menjadi pertumbuhan laba.

Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, transformasi MGLV berpotensi menjadi salah satu cerita perubahan bisnis yang paling menarik di sektor infrastruktur digital Indonesia.

Sebaliknya, kebutuhan modal yang besar dan kinerja bisnis yang masih merugi juga menjadi faktor yang tetap perlu diperhatikan.

Kini, setelah Boy Thohir menambah 30 juta saham, perhatian pasar tertuju pada satu hal: apakah taruhan besar MGLV di bisnis data center benar-benar akan menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman