VAR Bikin The Gunners Dirugikan! Premier League Bongkar Kesalahan Fatal dalam Duel Aston Villa Vs Arsenal

AKURAT BANTEN - Arsenal ternyata memiliki peluang untuk mendapatkan penalti dalam kemenangan 1-0 atas Aston Villa pada pekan kedua Premier League 2026/2027.
Beberapa hari setelah pertandingan, Premier League mengakui bahwa VAR melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan pada sebuah insiden penting di kotak penalti.
Duel Aston Villa kontra Arsenal di Villa Park pada 1 September 2026 memang berakhir dengan kemenangan tipis The Gunners. Bukayo Saka menjadi penentu kemenangan lewat gol pada babak kedua.
Namun, pertandingan tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah panel independen Premier League menilai Arsenal seharusnya mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time.
Baca Juga: Manchester United Kena Tikung Newcastle! Bek Kiri Incaran Mereka Siap Dikunci sampai 2031
Insiden yang dimaksud terjadi ketika Ian Maatsen melakukan tekel terhadap Bruno Guimaraes di dalam kotak penalti Aston Villa.
Bek asal Belanda tersebut berusaha menghentikan gelandang Arsenal, tetapi tekel yang dilakukannya tidak mengenai bola.
Wasit Jarred Gillett saat itu tidak menunjuk titik putih. Keputusan tersebut kemudian diperiksa oleh VAR yang dipimpin James Bell.
Setelah pengecekan, VAR tidak merekomendasikan Gillett untuk melakukan tinjauan langsung di monitor sehingga keputusan awal tetap dipertahankan.
Baca Juga: Chelsea Tertinggal 0-2, Lalu Mengamuk 6-3! Xabi Alonso Bongkar Rahasia Comeback Gila The Blues
Belakangan, keputusan tersebut dinilai keliru. Panel Key Match Incident atau KMI, yang bertugas mengevaluasi keputusan-keputusan penting dalam pertandingan Premier League, secara bulat menyatakan bahwa Arsenal seharusnya mendapatkan penalti.
Panel menilai Maatsen melakukan tekel ceroboh terhadap Guimaraes. Kontak terjadi pada kaki tumpuan pemain Arsenal, sementara Maatsen sama sekali tidak menyentuh bola.
Tidak hanya penalti, panel juga menilai Maatsen layak menerima kartu kuning kedua. Artinya, jika keputusan tersebut diambil di lapangan, Aston Villa seharusnya bermain dengan 10 pemain pada sisa pertandingan.
Yang menjadi sorotan utama adalah kegagalan VAR melakukan intervensi. Premier League memiliki standar tinggi untuk penggunaan VAR. Teknologi tersebut memang tidak digunakan untuk mengoreksi setiap keputusan subjektif wasit.
Baca Juga: MU Sudah Habiskan Rp3 Triliun, tapi Wayne Rooney Masih Temukan 2 Lubang Besar yang Belum Teratasi
Namun, dalam kasus Maatsen, panel menilai ambang untuk intervensi VAR sebenarnya telah terpenuhi. Keputusan tidak memberikan penalti dianggap sebagai clear and obvious error atau kesalahan yang jelas dan nyata.
Premier League menjelaskan bahwa prinsip tersebut dibuat agar VAR tidak berubah menjadi alat untuk mengulang seluruh keputusan wasit. Intervensi hanya dilakukan apabila terdapat bukti kuat bahwa keputusan di lapangan merupakan kesalahan yang jelas.
Akan tetapi, insiden di Villa Park masuk dalam kategori yang seharusnya memicu intervensi.
Menariknya, keputusan tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan. Arsenal tetap membawa pulang tiga poin setelah Saka mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut.
Baca Juga: MU Sudah Mengincar, AC Milan dan Juventus Malah Ikut Menyerobot: Perburuan Bek Dortmund Makin Panas!
Kemenangan itu juga menjaga start sempurna Arsenal di Premier League. Pasukan Mikel Arteta sebelumnya menang 3-0 atas Coventry City pada pertandingan pembuka, kemudian menundukkan Aston Villa 1-0.
Meski demikian, pengakuan Premier League tersebut menjadi kabar penting bagi Arsenal. The Gunners memang tidak kehilangan poin akibat keputusan VAR itu, tetapi mereka seharusnya memiliki kesempatan memperbesar keunggulan dari titik putih.
Bagi Aston Villa, insiden tersebut juga menjadi peringatan. Maatsen sebenarnya beruntung tetap berada di lapangan karena menurut KMI, tekel tersebut layak menghasilkan kartu kuning kedua.
Kini, Premier League memilih lebih terbuka dengan keputusan panel KMI. Temuan tersebut akan dipublikasikan setelah setiap matchweek, berbeda dengan sebelumnya ketika hasil evaluasi semacam ini tidak disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Xabi Alonso Akui Chelsea Harus Belajar Usai Kalah dari Arsenal: The Blues Ternyata Belum Matang
Bagi Arsenal, kontroversi itu mungkin tidak lagi mengubah apa pun. Tiga poin sudah berada di tangan. Namun, bagi Premier League, kesalahan di Villa Park menjadi bukti bahwa meskipun teknologi VAR semakin canggih, keputusan manusia di balik layar tetap bisa menjadi sumber perdebatan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 4Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 5Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 8Man City Tumbang untuk Pertama Kali, Keputusan Maresca Ini Jadi Sorotan: Mengapa Bouaddi Tak Dimainkan?
- 9Akhirnya Liverpool Menang di Kandang! Gol Isak Bawa The Reds Bangkit, Rekor Buruk Anfield Terhenti
- 10MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe









