Program Makan Bergizi Gratis Bakal Hadir di Arab Saudi? BGN Bidik Ribuan Anak PMI di Jeddah

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah membuka peluang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi untuk menjangkau anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di Jeddah.
Jika terealisasi dan mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto, program tersebut berpotensi menjadi implementasi pertama MBG di luar negeri.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, rencana tersebut muncul setelah dirinya melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah saat berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji reguler tahun ini.
Dalam kunjungan itu, Dadan menerima berbagai masukan dan aspirasi dari para siswa terkait program MBG yang saat ini telah berjalan di Indonesia.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemayoran Hanguskan 300 Rumah, 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Menurut Dadan, para pelajar di Sekolah Indonesia Jeddah mengikuti perkembangan program-program pemerintah Indonesia, termasuk MBG.
Banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar dapat merasakan manfaat yang sama seperti siswa-siswa di tanah air yang telah menerima program tersebut.
Dari hasil peninjauan lapangan, BGN melihat adanya potensi besar untuk mengembangkan layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.
Saat ini, Sekolah Indonesia Jeddah memiliki sekitar 1.080 siswa yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja migran Indonesia (PMI).
Selain itu, terdapat Sekolah Indonesia Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang.
Dadan menilai respons terhadap rencana tersebut sangat positif.
Antusiasme tidak hanya datang dari para siswa, tetapi juga tenaga pendidik.
Meski kunjungan dilakukan saat masa libur sekolah, ratusan siswa dan puluhan guru tetap hadir untuk menyambut kedatangannya.
Baca Juga: Prabowo Bongkar Alasan Indonesia Lebih Tangguh Dibanding Banyak Negara di Tengah Krisis Global
Ia menjelaskan, secara prinsip mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri tidak akan berbeda jauh dengan yang diterapkan di Indonesia.
Namun, karena program akan dijalankan di luar wilayah nasional, diperlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Dadan, kerja sama lintas instansi akan melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memastikan program dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pola kemitraan yang digunakan dalam pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan mengacu pada model yang selama ini diterapkan di Indonesia.
Baca Juga: KM Tri Samudra Jaya 69 Terbakar di Perairan Sambas, TNI AL dan Tim Gabungan Bergerak Cepat
Sementara untuk menu makanan yang disediakan, BGN akan menyesuaikannya dengan kondisi serta ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi.
Opsi yang dipertimbangkan adalah mengombinasikan menu khas Timur Tengah dengan makanan Indonesia agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus sesuai dengan selera para siswa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 320.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 7Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 8Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth







