Prabowo Bongkar Alasan Indonesia Lebih Tangguh Dibanding Banyak Negara di Tengah Krisis Global

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah berhasil mencapai swasembada pangan dan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global dibandingkan sejumlah negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026).
“Dan sekarang kita sudah swasembada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah.
Baca Juga: KM Tri Samudra Jaya 69 Terbakar di Perairan Sambas, TNI AL dan Tim Gabungan Bergerak Cepat
Ia menilai posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia menjadi kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting,” kata Presiden.
Meski memiliki potensi yang besar, Presiden Prabowo menekankan bahwa pengelolaan kekayaan nasional harus terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga: DPR Ungkap Potensi Masalah Besar Badal Haji, Usul Lembaga Khusus Segera Dibentuk
“Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat, termasuk para petani yang memiliki peran penting dalam menjaga produksi dan ketersediaan pangan nasional.
“Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar,” tegas Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional menjadi salah satu fokus utama dalam strategi transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintah.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan percepatan hilirisasi sumber daya alam, penguatan koperasi, serta pengembangan ekonomi berbasis desa.
“Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila. Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa,” kata Presiden.
Menurut Presiden Prabowo, pembangunan nasional harus memastikan rakyat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, penguatan sektor-sektor produktif, terutama pertanian, menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pemerataan kesejahteraan serta memperkuat kemandirian bangsa.
“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Berbagai program dijalankan melalui peningkatan produksi, optimalisasi pemanfaatan lahan, modernisasi teknologi pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan memperkokoh ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan








