Banten

Gelombang Optimisme dari Gyeongju, Prabowo Sambut Hangat Momen Bersejarah Pertemuan Trump dan Xi Jin Ping

Moehamad Dheny Permana | 31 Oktober 2025, 22:11 WIB
Gelombang Optimisme dari Gyeongju, Prabowo Sambut Hangat Momen Bersejarah Pertemuan Trump dan Xi Jin Ping

Akurat Banten - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian di panggung internasional.

Dalam agenda KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Prabowo menyampaikan bahwa dunia akhirnya melihat secercah harapan setelah pertemuan tatap muka antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berlangsung dalam suasana positif.

"Alhamdulillah, Presiden Trump bertemu Presiden Xi, saya dengar suasananya sangat baik," ujar Prabowo.

Menurutnya, kehangatan dalam pertemuan dua pemimpin negara adidaya ini sangat dibutuhkan untuk meredakan guncangan global yang selama beberapa tahun terakhir mengganggu stabilitas politik dan ekonomi.

Prabowo melihat momen tersebut sebagai titik balik penting, karena dunia sedang menghadapi ketidakpastian dari banyak arah.

Ia menyebut adanya ancaman perang tarif, ketegangan geopolitik regional, serta perlambatan ekonomi yang mempengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Ketenangan dunia ini sangat berpengaruh pada ekonomi, dan ekonomi dunia sangat bergantung pada stabilitas," tegas Prabowo.

Komentar itu disampaikan Prabowo setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon, sebagai bagian dari rangkaian agenda APEC 2025.

Prabowo mengungkapkan bahwa dalam forum APEC kali ini, para pemimpin negara berupaya menurunkan tensi global dengan dialog terbuka dan strategi kolaboratif.

“Kita semua bekerja untuk meredakan ketegangan,” kata Prabowo.

Ia menilai seluruh rangkaian pembahasan para pemimpin dan negosiator berlangsung dalam nuansa yang konstruktif.

"On the whole, suasananya bagus," ujarnya.

Baca Juga: Empat Begal Bersenjata Terekam CCTV Menyerang Pemotor di Klender

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung selama 1 jam 40 menit di Busan, sehari sebelum sesi utama APEC dimulai.

Meski berlangsung tertutup, kabar dari berbagai sumber diplomatik menyebut diskusi berjalan intens namun penuh keterbukaan.

Sebelumnya, delegasi perdagangan Amerika Serikat dan China juga telah menggelar pembicaraan di Kuala Lumpur, sebagai pemanasan sebelum pertemuan dua pimpinan negara digelar.

Presiden Xi Jinping dikabarkan menawarkan hubungan yang lebih strategis dan saling menguntungkan dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Xi menyebut bahwa kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan pesaing yang saling menjatuhkan.

Xi menyampaikan tawaran terbuka dengan kalimat yang dikutip oleh media internasional “Kami ingin menjadi mitra dan sahabat, demi kemakmuran bersama.”

Xi bahkan mengaitkan optimismenya dengan visi politik Trump.

Menurutnya, kerja sama China dan Amerika akan membawa dampak positif bagi visi “Make America Great Again” yang selama ini menjadi slogan unggulan Trump.

Xi menekankan bahwa China berkomitmen memperkuat fondasi hubungan bilateral dan menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan dunia.

Ia juga menyampaikan bahwa Trump tampak sangat antusias untuk menyelesaikan sejumlah persoalan besar di kawasan Asia Pasifik.

"China sudah mendorong perundingan damai untuk menyelesaikan berbagai masalah utama," ucap Xi.

Baca Juga: MEDIASI Erika Carlina vs DJ Panda Di Polda: Sengkarut Ancaman Kehamilan Berlanjut, Polisi Ungkap Kejelasan Status Kasus!

Ia menambahkan bahwa dunia kini menghadapi banyak tantangan berat dan membutuhkan kerja sama untuk mencapai solusi.

Kehadiran Xi Jinping di Korea Selatan dalam rangkaian APEC ke-32 menjadi sorotan, karena pertemuan ini dipandang sebagai salah satu gesture politik paling penting dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi Indonesia, momen hangat Trump dan Xi menjadi sinyal bahwa stabilitas global yang lebih baik bukan sekadar harapan.

Dan Prabowo menjadi salah satu pemimpin yang menyambut momen tersebut dengan optimisme penuh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.