Pramono Desak Polisi Kejar Pelaku Teror Bom di Sekolah Internasional Kelapa Gading

Akurat Banten - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyuarakan sikap tegas terhadap ancaman teror bom yang mengguncang North Jakarta Intercultural School (NJIS) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Ia meminta aparat keamanan tidak memberi ruang bagi pelaku dan segera melakukan tindakan hukum yang tegas.
“Kami tidak akan mentolerir bentuk teror apa pun di wilayah Jakarta,” ucap Pramono.
Menurutnya, peristiwa tersebut telah mengusik rasa aman masyarakat, terutama orang tua murid dan tenaga pendidik.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendukung penuh langkah kepolisian untuk memburu dan mengadili siapa pun yang berada di balik ancaman tersebut.
“Jakarta harus menjadi kota yang aman dan nyaman. Kalau ada pihak yang coba merusak ketenteraman, maka harus berhadapan dengan hukum,” katanya.
Ia mengaku baru menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
Meski begitu, ia memastikan koordinasi antara Pemprov DKI dengan aparat keamanan sudah berjalan untuk mempercepat proses penyelidikan.
“Saya minta semua pihak tenang. Pemerintah dan aparat bekerja keras memastikan kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
Ancaman bom terhadap NJIS berawal dari sebuah pesan singkat yang dikirim oleh nomor asing.
Nomor tersebut menggunakan kode negara +234, yang teridentifikasi berasal dari Nigeria.
Isi pesan itu membuat panik pihak sekolah karena pengirimnya mengklaim telah menanam bom di lingkungan sekolah dan menuntut tebusan sebesar 30.000 dolar Amerika dalam bentuk mata uang kripto Bitcoin.
“Pesan untuk semua, kami punya bom di sekolahmu. Bomnya akan meledak dalam 45 menit. Jika kamu tidak setuju, bayar 30.000 dolar Amerika ke alamat Bitcoin kami,” demikian kutipan isi pesan ancaman tersebut.
Pihak sekolah langsung melapor ke Polsek Kelapa Gading begitu pesan itu diterima oleh tim marketing NJIS.
Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Polda Metro Jaya segera dikerahkan ke lokasi pada Rabu (8/10) pagi.
Sebanyak 21 personel menyisir setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga area bermain anak.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko.
Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan peledak di seluruh area NJIS.
Meski ancaman itu terbukti palsu, aparat keamanan tidak menyepelekan kasus tersebut.
Seto memastikan polisi terus melacak jejak digital pengirim pesan untuk mengungkap identitas dan lokasi pelaku.
“Ancaman seperti ini serius karena menyangkut ketenteraman publik, terutama di lingkungan sekolah internasional,” ujarnya.
Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di NJIS sempat terhenti selama proses penyisiran berlangsung.
Baca Juga: Wabup Ajak Pokja Wartawan Kolaborasi Bangun Lebak, Demokrasi Tak Akan Sehat Tanpa Pers yang Beretika
Pihak sekolah kemudian memberikan informasi resmi kepada orang tua murid untuk menenangkan kekhawatiran mereka.
Pemprov DKI juga menyiagakan petugas keamanan tambahan di sekitar lokasi sekolah untuk memastikan tidak ada gangguan lanjutan.
Pramono mengingatkan semua pihak agar tidak panik namun tetap waspada terhadap upaya teror serupa.
“Jakarta adalah rumah kita bersama. Nilai kebersamaan dan kebhinekaan harus kita jaga. Teror tidak boleh menang,” tegasnya.
Penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung dan polisi berkomitmen memburu pelaku hingga tertangkap.
Pramono pun memastikan Pemprov DKI akan terus mendukung proses hukum hingga tuntas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 3Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 4Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 8Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 9Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 10PROJO Peringatkan Gerindra soal Gibran, Prabowo Disebut Bakal Jadi Target Berikutnya!









