Banten

Basarnas Tunjukkan Kesiapsiagaan, Tiga Pembalap MotoGP Mandalika Dievakuasi Udara dengan Cepat dan Tepat

Moehamad Dheny Permana | 6 Oktober 2025, 08:01 WIB
Basarnas Tunjukkan Kesiapsiagaan, Tiga Pembalap MotoGP Mandalika Dievakuasi Udara dengan Cepat dan Tepat

Akurat Banten - Gelaran MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga pembuktian sistem tanggap darurat Indonesia dalam menangani insiden di lintasan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Mataram mencatat keberhasilan penting dalam serangkaian operasi evakuasi medis selama balapan berlangsung.

“Kami mengevakuasi total tiga pembalap dari tiga kelas berbeda menggunakan helikopter medis untuk mendapat penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan,” ungkap Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Dua evakuasi terakhir dilakukan pada hari puncak balapan dan melibatkan pembalap Moto3 serta MotoGP yang mengalami insiden cukup berat.

Tim segera mengaktifkan layanan Evakuasi Medis Udara (EMU) setelah tim medis sirkuit memberikan rekomendasi untuk penanganan spesialis.

Baca Juga: TikTok Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemerintah Akui Kepatuhan Data

“Keputusan aktivasi EMU diambil cepat, demi memastikan kedua pembalap mendapat penanganan dokter spesialis di RSUD Provinsi NTB,” jelas Hariyadi.

Kedua evakuasi tersebut memanfaatkan helikopter Dauphin HR-3601 yang lepas landas dari helipad Medical Centre Mandalika.

Helikopter pertama terbang pukul 13.53 WITA membawa pembalap Moto3 dan mendarat di RSUD Provinsi NTB pada pukul 14.08 WITA.

Evakuasi kedua berlangsung pada sore hari, dengan jadwal keberangkatan pukul 16.25 WITA dan tiba di rumah sakit pukul 16.40 WITA, membawa pembalap kelas utama MotoGP.

Begitu mendarat, kedua pembalap langsung ditangani tim medis rumah sakit untuk tindakan lanjutan.

Hariyadi menambahkan, ini merupakan operasi kedua dan ketiga selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.

“Pembalap pertama yang dievakuasi melalui udara berasal dari kelas Moto2, pada Jumat (3/10), menggunakan helikopter HR-3604,” ujarnya.

Basarnas menilai rangkaian evakuasi ini mencerminkan kesiapan lintas instansi dalam menangani situasi darurat di ajang internasional.

“Seluruh personel dan peralatan yang disiagakan sejak awal event bekerja maksimal untuk menjamin keselamatan semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, sebelum race utama dimulai, lintasan Mandalika juga menjalani proses pemeriksaan menyeluruh oleh tim resmi MotoGP.

Track inspection tersebut dipimpin oleh MotoGP Race Director Mike Webb bersama perwakilan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports.

Turut hadir Giancarlo Di Filippo sebagai FIM Medical Officer, Dr. Angel Carte selaku Direktur Medis MotoGP, serta Loris Capirossi sebagai perwakilan Dorna.

Baca Juga: Gemuruh HUT ke-80 TNI di Monas Prabowo Sampaikan Ratusan Terima Kasih untuk Prajurit Tanah Air

“Inspeksi ini merupakan prosedur standar untuk memastikan semua aspek sirkuit memenuhi regulasi keselamatan internasional,” jelas Direktur Utama MGPA, Priandi Satria.

Tim gabungan menyusuri lintasan sepanjang 4,3 kilometer untuk mengecek kondisi aspal, zona run-off, serta gravel trap yang menjadi area pengaman jika terjadi kecelakaan.

Pemeriksaan dilakukan dengan detail agar tidak ada celah yang dapat mengganggu jalannya lomba maupun membahayakan pembalap.

Kehadiran tokoh-tokoh penting MotoGP dalam proses ini mempertegas keseriusan penyelenggara dalam menjamin kualitas dan keamanan ajang balap bergengsi dunia.

Dari inspeksi lintasan hingga keberhasilan evakuasi udara, ajang MotoGP Mandalika 2025 menunjukkan bahwa standar keselamatan di Indonesia kini berada di level yang siap bersaing secara global.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.