Banten

Jatuh Tiga Kali ke Jurang Kegelapan: Pengakuan Mengejutkan Olla Ramlan tentang Percobaan Bunuh Diri

Saeful Anwar | 27 September 2025, 14:29 WIB
Jatuh Tiga Kali ke Jurang Kegelapan: Pengakuan Mengejutkan Olla Ramlan tentang Percobaan Bunuh Diri

AKURAT BANTEN-Bagi jutaan penggemar, Olla Ramlan adalah gambaran sempurna seorang selebritas: ceria, sukses, dan selalu tampil happy di media sosial.

Ia adalah seorang presenter dan aktris yang kariernya di panggung hiburan tak lekang dimakan waktu.

Namun, di balik senyum lebar yang sering ia pamerkan, tersimpan luka batin yang begitu dalam—sebuah pengakuan yang kini menggegerkan publik.

Dalam sebuah wawancara emosional di program FYP Trans7 (Jumat, 26/9/2025), Olla Ramlan secara terbuka mengungkapkan pergulatan tergelapnya: ia mengaku pernah mencoba mengakhiri hidup sebanyak tiga kali.

Pengakuan ini menjadi tamparan keras bagi persepsi publik. Ia menegaskan, "Orang enggak tahu apa yang aku rasakan, orang hanya melihat bahwa saya itu selalu bahagia dan itu yang hanya aku perlihatkan di media sosial."

Baca Juga: Kakek Bejat S (57) Jerat 4 Bocah di Warung dengan Es Krim, Ujungnya Pamer Kemaluan!

"Three Times": Dosa Terbesar yang Nyaris Dilakukan

Titik terendah dalam hidup Olla ternyata didorong oleh beban kegagalan yang ia rasakan, terutama setelah dua kali mengalami pahitnya perceraian.

Peristiwa memilukan ini menghantuinya, menciptakan beban kegagalan membina rumah tangga yang begitu berat.

Saat menceritakan momen-momen kelam tersebut, Olla tak kuasa menahan tangis.

"Mengakhiri hidup itu memang sebenarnya dosa terbesar kita sebagai manusia, tetapi itu yang aku rasakan," katanya lirih.

Ia menambahkan detail yang mengejutkan: "Sebanyak three times (tiga kali), aku sudah mau mencoba untuk melakukan bunuh diri dan ini baru pertama aku bicara soal ini."

Pengakuan ini mengungkap sisi rentan Olla yang selama ini tersembunyi. Mantan istri Aufar Hutapea ini mengakui, ia selalu berusaha keras menampilkan sisi ceria agar orang lain tidak melihat rasa sakit yang ia alami.

"Kan di dalam sini (sambil menunjukkan ke hati) cuma aku sama Allah yang tahu. Even my own children (anak-anakku sendiri) tidak ada yang mengetahui," jelasnya, menyiratkan betapa rapat ia menyembunyikan penderitaan batinnya.

Baca Juga: PELUANG EMAS! LOWONGAN KERJA : BUMN dan Instansi Pemerintah STRATEGIS Tutup 30 September 2025: KAI Properti hingga Baznas Buka Besar-besaran!

Jangkar Penyelamat di Tengah Badai

Lalu, apa yang membuat Olla Ramlan pada akhirnya bertahan dan memilih untuk bangkit?
Olla mengungkap, hanya segelintir orang yang mengetahui kondisi mentalnya saat itu—termasuk manajernya.

Bahkan, sahabat-sahabat sesama selebritasnya pun tak pernah menyadari ia tengah menghadapi pergulatan batin yang begitu berat.

Menurut Olla, dua hal utama yang menjadi "jangkar" penyelamatnya adalah kesadaran akan dosa terbesar serta keberadaan anak-anaknya.

"Perasaan bersalah serta kesadaran terhadap dosa menjadi titik balik yang menyelamatkannya dari keputusan nekat tersebut," tulis narasi wawancara tersebut.

Ia menegaskan, “Anak-anak adalah alasan saya tetap berdiri sampai sekarang,” ujarnya dengan penuh haru. Anak-anak menjadi sumber kekuatan utama untuk bertahan dan melewati masa-masa kelam.

Baca Juga: TOK! RESMI: Kenaikan Gaji ASN 2025 Diteken Presiden Prabowo! Tertinggi 12%, Cek Jadwal Pencairan dan Golongan Paling Untung

Mencari Kedamaian dan Energi Positif
Kini, di usianya yang menginjak 45 tahun, Olla Ramlan berada pada fase baru hidupnya.

Ia memilih untuk memprioritaskan kesehatan mental dengan memperkecil lingkungan pertemanan.

"Aku sudah di tahap kayak aku mencari energi positif yang ada di lingkungan aku, jadi teman-teman yang toxic, relationship yang toxic, lebih baik aku mundur," tuturnya. "Karena aku udah di fase melewati itu semua... jadi harus yang happy-happy aja."

Kisah Olla Ramlan ini menjadi pengingat kuat bahwa tekanan hidup dan isu kesehatan mental dapat menimpa siapa saja, bahkan sosok yang terlihat paling bahagia di depan kamera.

Namun, dengan dukungan keluarga, kesadaran diri, dan kemauan untuk mencari lingkungan yang sehat, setiap orang mampu menjadi penopang untuk melewati masa sulit (**)

Catatan Editor:
Jika Anda atau orang terdekat Anda sedang berjuang dengan pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan. Anda bisa menghubungi layanan konseling profesional atau Kemenkes (Kesehatan Mental Kementerian Kesehatan) di nomor telepon 119 ext. 8. Anda tidak sendirian

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman