Banten

Drama OTT KPK: Puluhan Kendaraan Mewah hingga Uang Tunai Disita dari Kasus Wamenaker

Moehamad Dheny Permana | 21 Agustus 2025, 19:08 WIB
Drama OTT KPK: Puluhan Kendaraan Mewah hingga Uang Tunai Disita dari Kasus Wamenaker

Akurat Banten - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan besar di awal tahun politik 2025.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, puluhan kendaraan roda dua dan empat ikut diamankan sebagai barang bukti.

“Ada puluhan mobil, dan ada motor Ducati,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan publik, mengingat jumlah kendaraan yang disita bukanlah sedikit, dan mencerminkan betapa seriusnya dugaan praktik lancung yang tengah diusut.

Selain kendaraan mewah, tim penyidik juga mengamankan uang tunai dalam jumlah signifikan.

Fitroh menyebut barang bukti tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kasus ini tak hanya menyeret sang wamenaker, tetapi juga sepuluh orang lain yang turut diamankan dalam operasi senyap tersebut.

“Penangkapan ini berhubungan dengan dugaan pemerasan dalam urusan sertifikasi K3,” tegas Fitroh.

Meski begitu, status hukum mereka belum bisa dipastikan.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Depan DPR, Polisi Tutup Jalan Gatot Subroto dan Alihkan Arus Kendaraan

Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan langkah lebih lanjut, termasuk menetapkan tersangka.

OTT terhadap Immanuel Ebenezer menambah panjang daftar operasi senyap KPK sepanjang 2025.

Ini tercatat sebagai yang kelima hanya dalam kurun delapan bulan pertama tahun ini.

Sebelumnya, lembaga antirasuah telah melakukan empat kali OTT dengan sasaran beragam pejabat daerah hingga anggota dewan.

Pada Maret 2025, KPK menggulung anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur.

Lalu pada Juni, giliran pejabat di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut yang dicokok dalam dugaan suap proyek pembangunan jalan.

Penyelidikan berlanjut pada Agustus dengan OTT di tiga wilayah sekaligus, Jakarta, Kendari, dan Makassar.

Kali ini kasusnya menyangkut dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Tak lama berselang, pada 13 Agustus 2025, KPK kembali beraksi di Jakarta.

Targetnya adalah dugaan suap terkait kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Serangkaian OTT tersebut memperlihatkan konsistensi lembaga antikorupsi dalam mengawasi sektor publik, meski kritik soal efektivitas dan keberlanjutan penindakan masih kerap muncul.

Kasus yang menyeret nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan jelas menyita perhatian publik.

Immanuel Ebenezer bukan nama asing dalam percaturan politik, sehingga OTT terhadap dirinya menambah panas suhu politik jelang akhir tahun.

Baca Juga: GMNI Tangerang Ingatkan Pemkab Tangerang Jangan Ulangi Kesalahan Pati

Masyarakat kini menunggu langkah KPK berikutnya.

Apakah puluhan kendaraan dan uang tunai yang diamankan benar-benar menguatkan dugaan pemerasan, atau masih ada skenario lain yang akan terungkap?

Kepastian status hukum Immanuel Ebenezer dan para pihak yang ditangkap akan menjadi penentu arah kasus ini.

KPK sendiri menegaskan akan bekerja sesuai prosedur dan bukti yang ada.

Meski begitu, drama OTT kali ini seakan kembali mengingatkan publik bahwa praktik penyalahgunaan jabatan, khususnya di sektor pelayanan publik, masih jauh dari kata selesai.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.