Banten

Bahan Bangunan RI Tembus Potensi Rp41,62 Miliar di Pameran Korea Build Week 2025

Moehamad Dheny Permana | 12 Agustus 2025, 12:12 WIB
Bahan Bangunan RI Tembus Potensi Rp41,62 Miliar di Pameran Korea Build Week 2025

Akurat Banten - Industri bahan bangunan Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional.

Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan mengumumkan bahwa produk-produk Tanah Air berhasil membukukan potensi transaksi senilai 2,52 juta dolar AS atau sekitar Rp41,62 miliar dalam ajang Korea Build Week 2025 yang digelar di COEX Convention and Exhibition Center, Seoul, pada 30 Juli–2 Agustus 2025.

Kepala ITPC Busan, Husodo Kuncoro Yakti, menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan tingginya minat Korea Selatan terhadap pasokan bahan bangunan dari Indonesia.

“Kebutuhan bahan bangunan untuk konstruksi di Korea Selatan kian tumbuh positif,” ujar Husodo.

Menurutnya, capaian potensi transaksi ini menjadi bukti konkret bahwa produk Indonesia mampu bersaing di tengah persaingan pasar global yang ketat.

Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut menghadirkan tiga merek terkemuka yang membawa produk inovatif ramah lingkungan.

Produk unggulan yang dipamerkan meliputi papan semen bebas asbestos, panel berbahan limbah plastik dan kulit padi, serta prefabrikasi kabin berbahan kayu.

Salah satu peluang yang dinilai menjanjikan adalah ekspor semen berbahan serat selulosa atau cellulose fiber reinforced cement (CRC).

Korea Selatan disebut sepenuhnya mengandalkan impor untuk pasokan CRC, sehingga membuka peluang lebar bagi produsen Indonesia.

Baca Juga: KPAI Tegaskan Pemerintah Akan Blokir Akses Game Online yang Bahayakan Anak

Data Kemendag mencatat, pada tahun 2024, nilai ekspor CRC Indonesia ke Korea Selatan telah mencapai 1,68 juta dolar AS.

Tren positif ini diharapkan terus berlanjut, mengingat sektor konstruksi Negeri Ginseng tengah berkembang pesat.

Selain itu, catatan perdagangan kedua negara menunjukkan hubungan ekonomi yang solid.

Pada periode Januari–Juni 2025, total perdagangan Indonesia–Korea Selatan mencapai 8,99 miliar dolar AS.

Dari angka tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar 4,83 miliar dolar AS, sementara impor dari Korea Selatan sebesar 4,16 miliar dolar AS.

Indonesia pun mencatat surplus perdagangan sebesar 663,3 juta dolar AS pada semester pertama tahun ini.

Baca Juga: Kopda Bazarsah Divonis Hukuman Mati, Penembak 3 Polisi Lampung di Arena Judi Sabung Ayam

Sepanjang tahun 2024, total perdagangan kedua negara menyentuh angka 20,13 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai 10,77 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Korea Selatan sebesar 9,36 miliar dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Korea Selatan meliputi batu bara, gas petroleum, bijih tembaga, akumulator listrik, serta monitor proyektor.

Di sisi lain, produk impor dari Korea Selatan yang masuk ke Indonesia antara lain sirkuit elektronik terpadu, minyak petroleum, perangkat telepon, karet sintetik dan factice berbasis minyak, serta polimer dari propilena.

Husodo optimistis, dengan strategi promosi dan penetrasi pasar yang tepat, produk bahan bangunan Indonesia dapat memperluas pangsa pasarnya di Korea Selatan.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kualitas produk agar dapat memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional yang semakin selektif.

Pencapaian di Korea Build Week 2025 ini dinilai bukan hanya membawa keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra Indonesia sebagai pemasok bahan bangunan berkualitas di kancah global.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.