Sedolwitz di Tangkap Polisi Karena Ucapannya: Membunuh 4000 Anak Palestina Belum Cukup!

AKURAT BANTEN - Dikutip dari CNN International, video yang direkam oleh pedagang asal Mesir tersebut memperlihatkan Sedolwitz menuduh dia sebagai pendukung Hamas dan mengejek status kewarganegaraannya.
"Anda mendukung pembunuhan terhadap anak kecil," kata Sedolwitz kepada pedagang itu, seperti terdengar dalam video. Pedagang itu pun membalasnya: "Anda yang membunuh anak-anak, bukan saya."
"Jika kami membunuh 4.000 anak Palestina, Anda tahu? Itu tidak cukup!" ungkap Sedolwitz dengan santai. "Kami akan memasang tanda besar di sini yang mengatakan bahwa orang ini percaya pada Hamas," sambung dia.
Tak berhenti di situ, Sedolwitz melontarkan komentar yang menghina Nabi Muhammad SAW serta mengejek Islam — yang dia yakini dianut oleh Mohamed.
Adapun sebelum penangkapannya diumumkan kemarin, melalui email kepada CNN, Sedolwitz mengaku memang dirinyalah yang ada di dalam video tersebut, yang direkam oleh seorang pedagang kaki lima di Upper East Side, Manhattan.
Namun, argumen Sedolwitz dibantah oleh kelompok advokasi yang mewakili para pedagang kaki lima di New York City, Street Vendor Project. Direktur Pelaksana Street Vendor Project, Mohamed Attia, mengatakan Sedolwitz telah memberikan pelecehan verbal kepada Mohamed di beberapa kesempatan selama dua minggu.
Attia menambahkan, Sedolwitz telah merusak gerobak dagangan Mohamed sejak 8 November — sebulan setelah perang Hamas dan Israel pecah di Jalur Gaza. Mohamed, kata Attia, bahkan tak memulai percakapan dengan Sedolwitz akibat keterbatasan bahasa.
- Baca Juga: Aniaya Anak 4 Tahun Hingga Babak Belur, Ibu Tiri di Tangerang Ditangkap Polisi
- Baca Juga: Pemkot Serang Baru Urus Perpindahan Berkas Plat Nomor Toyota Harrier ke Land Cruiser Prado
- Baca Juga: Polres Pandeglang Bekuk Pelaku Curanmor
Anggota Dewan Kota New York Julie Menin, kata Attia, kemudian menghubungi Street Vendor Project dan melaporkan insiden tersebut kepada polisi.
"Ini adalah ujaran kebencian dan pelecehan yang keji dan benar-benar menjijikkan. Tidak ada tempat untuk kebencian di komunitas dan kota kita," tulis Menin melalui platform X, pada Selasa (21/11).
NYPD pada Rabu (22/11) mengumumkan telah menangkap Sedolwitz atas perilaku islamafobia dan ujaran kebencian. "Stuart Seldowitz, 64 tahun, ditangkap pada hari Rabu dengan tuduhan awal kejahatan kebencian/penguntitan, pelecehan tingkat dua yang diperparah, menguntit yang menyebabkan ketakutan, dan menguntit di tempat kerja," bunyi pernyataan NYPD.
Kepada City & State, Sedolwitz akhirnya menyampaikan kata maaf atas tindakannya itu.
"Saya menyesali semua yang terjadi dan saya minta maaf, Namun Anda tahu, di tengah situasi yang panas, saya mengatakan hal-hal yang mungkin tidak seharusnya saya katakan," dia mengungkapkan.
Stuart Sedolwitz sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana untuk Direktorat Asia Selatan di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 3Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 4Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 10MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan









