Banten

BGN Klaim Program Makan Bergizi Gratis Jadi Instrumen Redam Gejolak Harga Pangan Nasional

Moehamad Dheny Permana | 16 Desember 2025, 20:14 WIB
BGN Klaim Program Makan Bergizi Gratis Jadi Instrumen Redam Gejolak Harga Pangan Nasional

Akurat Banten - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa program Makan Bergizi Gratis mampu berperan strategis sebagai penyangga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan saat memberikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, dengan agenda evaluasi program prioritas nasional.

Menurut Dadan, skema operasional Makan Bergizi Gratis memungkinkan pemerintah melakukan intervensi cepat terhadap komoditas pangan yang mengalami lonjakan maupun penurunan harga secara signifikan.

Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional memiliki kewenangan untuk mengarahkan dapur Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar menyesuaikan menu berdasarkan kondisi harga di pasar.

“Kalau permintaan telur dan ayam sedang tinggi dan berpengaruh ke harga, kami bisa mengalihkan menu ke sumber protein lain,” ujar Dadan.

Sebagai contoh, Badan Gizi Nasional menetapkan periode tertentu sebagai momentum konsumsi ikan untuk menekan tekanan harga pada komoditas protein unggas.

Langkah tersebut, kata Dadan, bukan hanya menjaga keseimbangan harga, tetapi juga memastikan asupan gizi siswa tetap terpenuhi secara optimal.

Baca Juga: Gawat! Polisi Bongkar Aplikasi 'Super Matel' Ilegal yang Jadi Senjata Rahasia Debt Collector di Jalanan: Data Debitur Jutaan Warga Terancam!

Sebaliknya, ketika suatu komoditas pangan mengalami kelebihan pasokan dan harga jatuh, dapur Makan Bergizi Gratis akan diarahkan untuk menyerap produk tersebut.

Dadan mencontohkan, kentang pernah dimasukkan sebagai menu wajib satu kali dalam sepekan ketika harganya turun akibat melimpahnya produksi.

Dengan mekanisme itu, program Makan Bergizi Gratis dinilai mampu menjadi pasar alternatif yang menyelamatkan petani dari kerugian.

Ia pun meminta agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di sektor pangan aktif melaporkan komoditas yang sedang mengalami tekanan harga.

“Sampaikan saja ke Badan Gizi, nanti kami instruksikan SPPG untuk menyerapnya supaya harga bisa distabilkan,” kata Dadan.

Dadan menegaskan, kapasitas belanja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tergolong sangat besar sehingga berdampak langsung terhadap pergerakan pasar lokal.

Dalam satu kali penyajian menu Makan Bergizi Gratis, satu dapur membutuhkan ratusan kilogram bahan pangan pokok.

Baca Juga: Film Para Perasuk Garapan Wregas Bhanuteja Siap Tayang 2026, Angkat Tradisi Kerasukan hingga Tembus Sundance Film Festival

Ia merinci, satu porsi layanan bisa menyerap sekitar 200 kilogram beras, 350 kilogram sayuran, serta 150 sisir pisang atau setara 15 pohon pisang.

Untuk sumber protein hewani, SPPG bahkan membutuhkan pasokan hingga ribuan ekor ikan lele dari beberapa kolam budidaya.

“Bayangkan dampaknya bagi petani dan pembudidaya di daerah,” ujar Dadan.

Menurutnya, efek domino dari program tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani muda yang kini terdorong meningkatkan produktivitas.

Ia menilai, Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga motor penggerak ekonomi pedesaan.

Dadan optimistis, jika dikelola konsisten dan terintegrasi, program ini dapat menjadi instrumen kebijakan pangan yang efektif dan berkelanjutan.

Ia pun menutup laporannya dengan menekankan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci agar manfaat program dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.