Banten

Gelombang Penangkapan di Berlan Guncang Matraman Setelah BNN Menyapu Bersih Sarang Pengedar

Moehamad Dheny Permana | 27 November 2025, 22:54 WIB
Gelombang Penangkapan di Berlan Guncang Matraman Setelah BNN Menyapu Bersih Sarang Pengedar

Akurat Banten - Puluhan personel gabungan Badan Narkotika Nasional kembali menggebrak kawasan Matraman dengan operasi besar yang memutus rantai perdagangan gelap di salah satu titik paling rawan peredaran obat terlarang di Jakarta Timur.

Aksi penindakan yang berlangsung pada Selasa itu langsung menyedot perhatian warga karena jumlah tersangka yang berhasil diamankan mencapai puluhan orang dalam kurun waktu beberapa jam saja.

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat mengatakan operasi tersebut digelar dengan menyasar berbagai titik yang selama ini dicurigai menjadi tempat aktivitas jaringan pengedar lokal.

"Ada 10–15 titik yang kami sisir, dan dari rangkaian penyergapan ini kami mengamankan 25 orang," ujar Aldrin.

Para tersangka yang diamankan diduga kuat menjalankan peran yang berbeda dalam distribusi, mulai dari kurir hingga seorang bandar yang diidentifikasi berinisial F, yang disebut menjadi figur penting dalam jaringan tersebut.

Aldrin menekankan bahwa keberhasilan ini membuka jalan bagi aparat untuk menelusuri struktur peredaran yang lebih luas dan sistematis.

Semua tersangka langsung dibawa ke Kantor BNN RI untuk menjalani pemeriksaan mendalam guna mengurai pola kerja jaringan yang selama ini beroperasi di balik perkampungan padat penduduk itu.

Baca Juga: Berstatus Darurat Hidrometeorologi: 10 Wilayah Aceh Dikepung Banjir selama Berhari-hari, Puluhan Ribu Warga Terdampak

Kawasan Berlan selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran gelap, dan mayoritas orang yang diamankan adalah warga yang bermukim atau beraktivitas di sekitar lokasi.

"Kami ingin mengetahui siapa melakukan apa, bagaimana pola mereka bekerja, dan siapa saja yang terhubung," kata Aldrin.

Ia menjelaskan bahwa jaringan pengedar di wilayah tersebut menjalankan metode yang cukup rapi, tidak hanya dalam menyembunyikan barang dagangan tetapi juga dalam sistem pembayaran yang digunakan.

Kerapian inilah yang membuat aparat perlu menyisir banyak titik dan mengerahkan personel dalam jumlah besar.

Dalam operasi besar yang melibatkan sekitar 450 petugas gabungan dari BNN, TNI, dan Polri itu, sejumlah barang bukti ikut diamankan dari berbagai lokasi.

Barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja dalam ukuran berbeda, ratusan paket hemat, uang tunai, perhiasan, hingga mesin penghitung uang yang diduga digunakan bandar untuk transaksi berskala besar.

Selain narkotika, petugas juga menemukan beberapa senjata tajam dan tiga pucuk senapan angin yang didapatkan dari lokasi berbeda.

"Semua barang bukti sudah disegel dan akan dihitung ulang di Kantor BNN RI Cawang dengan disaksikan para tersangka," jelas Aldrin.

Meski operasi berjalan relatif kondusif, ada beberapa pelaku yang berupaya melarikan diri.

Dua hingga tiga orang terlihat naik ke atap rumah untuk menghindari petugas ketika penyergapan dimulai.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses di Sumut, BNPB Kerahkan Evakuasi Udara dan Upaya Modifikasi Cuaca

Namun Aldrin menegaskan bahwa upaya tersebut berhasil digagalkan karena semua akses pelarian telah ditutup oleh tim gabungan yang sudah disiagakan sebelumnya.

Tidak ada perlawanan berarti karena strategi penyergapan dilakukan serentak dengan koordinasi yang ketat sejak apel pasukan digelar pukul 09.00 WIB.

Operasi kemudian berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB, dengan seluruh tersangka dan barang bukti berhasil diamankan.

Aldrin memastikan proses pendalaman akan terus dilakukan untuk memastikan jaringan distribusi yang lebih besar dapat terungkap dalam waktu dekat.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.