Banten

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses di Sumut, BNPB Kerahkan Evakuasi Udara dan Upaya Modifikasi Cuaca

Andi Syafrani | 27 November 2025, 13:03 WIB
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses di Sumut, BNPB Kerahkan Evakuasi Udara dan Upaya Modifikasi Cuaca

 

AKURAT BANTEN - Cuaca ekstrem yang menghantam wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan sejak Senin hingga Selasa, 24–25 November 2025, memicu banjir bandang dan tanah longsor yang membuat sejumlah akses utama lumpuh total.

Intensitas hujan yang tak kunjung berhenti dalam dua hari terakhir menyebabkan air meluap ke permukiman dan material longsor menutup banyak titik jalan.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut pemerintah langsung bergerak menangani dampak bencana, terutama membuka akses jalan yang terputus antara Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Upaya ini ditargetkan selesai dalam hitungan hari agar mobilitas warga dan distribusi bantuan bisa kembali berjalan.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Negara Tak Akan Kalah dari Tambang Ilegal di Sekitar Bandara IMIP

“Tentunya pertama adalah membuka akses, karena banyak titik-titik di jalan antara Sibolga ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan terputus termasuk ke Tarutung ini yang akan dibuka dalam waktu satu hingga dua hari ini,” ujar Suharyanto saat memberikan keterangan di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (26/11/2025).

Tak hanya jalur darat, BNPB juga menyiapkan strategi evakuasi menggunakan jalur udara untuk menjangkau wilayah yang benar-benar terisolasi.

Suharyanto memastikan bahwa helikopter berkapasitas besar akan dikerahkan agar evakuasi berjalan lebih cepat, termasuk pengiriman logistik darurat.

Baca Juga: Bahasa Portugis Masuk Kurikulum? Pemerintah Masih Hitung Kesiapan Ajar di Sekolah

“Saya akan menggeser satu pesawat helikopter airbus yang cukup besar untuk membantu evakuasi menjaga transportasi dan mengirimkan satu pesawat fixed-wings jenis caravan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tuturnya.

Laporan Pusdalops BNPB menyebut hujan ekstrem yang melanda kawasan Sibolga menjadi pemicu banjir besar dan tanah longsor di berbagai titik.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus banjir yang merusak rumah warga dan menyeret kendaraan. Tak sedikit material lumpur, kayu, hingga puing bangunan yang ikut terbawa arus.

Baca Juga: Imron Rosadi Apresiasi Perluasan Akses Pembiayaan Perumahan, Dorong Warga Manfaatkan Program KPP

Beberapa kelurahan yang terdampak banjir berada di Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota. Sementara lokasi longsor tersebar di sejumlah kelurahan seperti Angin Nauli, Simare-mare, Pancuran Bambu, hingga Pasar Belakang. Hampir seluruh kecamatan di kota itu melaporkan adanya kerusakan dan gangguan aktivitas warga.

Di Tapanuli Tengah, BPBD setempat bersama aparat gabungan sudah mendirikan posko pengungsian dan tenda bantuan.

Distribusi sembako, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya mulai dilakukan meski pendataan jumlah warga terdampak masih bersifat sementara. Tim di lapangan masih melakukan evaluasi cepat untuk mengonfirmasi data kerusakan dan kebutuhan tambahan.

Baca Juga: Sumut Mencekam! Akses Sibolga-Tapteng Lumpuh, Korban Jiwa Capai 34: Bantuan Logistik Diangkut Hercules!

Di sisi lain, bencana ini juga berdampak pada layanan komunikasi di beberapa wilayah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan bahwa ratusan site telekomunikasi mati akibat aliran listrik dari PLN terputus dan terganggu transmisi.

Hal ini membuat layanan internet dan telepon seluler tersendat, terutama di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

“Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi,” tulis Komdigi dalam keterangan resminya pada Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Regis Gugatan Keluar, Mukota Kadin Tangsel Dinilai Tak Sah Jika Tetap Digelar

Komdigi memastikan operator seluler terus melakukan pemulihan jaringan dengan melakukan routing dan pengecekan lapangan untuk memastikan layanan dapat berangsur kembali normal. Pemerintah daerah juga diminta melakukan koordinasi cepat agar komunikasi darurat tetap berfungsi selama masa tanggap bencana.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC