Banten

Mahfud MD Pilih Menunggu Langkah Presiden Soal Reformasi Polri, Belum Ada Kabar Lanjutan

Moehamad Dheny Permana | 27 Oktober 2025, 15:30 WIB
Mahfud MD Pilih Menunggu Langkah Presiden Soal Reformasi Polri, Belum Ada Kabar Lanjutan

Akurat Banten - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku belum menerima kabar baru soal pembentukan Komite Reformasi Polri yang disebut-sebut akan melibatkan dirinya.

“Saya belum tahu perkembangannya sampai sekarang,” ujar Mahfud.

Mahfud mengatakan, komunikasi terakhir antara dirinya dan pihak pemerintah terkait rencana komite tersebut sudah terjadi cukup lama.

Menurutnya, pembicaraan resmi berakhir sejak dirinya menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam upaya pembenahan internal Polri.

“Waktu itu saya diminta, saya jawab ‘oke’, saya siap bantu untuk reformasi Polri. Tapi setelah itu, saya tidak tahu lagi bagaimana kelanjutannya,” katanya.

Tokoh yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan tidak akan menanyakan secara langsung soal kelanjutan pembentukan komite kepada pihak Istana atau pejabat terkait.

Ia beralasan, tidak ingin tindakannya disalahartikan seolah sedang mencari posisi atau mendesak pemerintah.

“Nanti dikira saya ingin atau minta-minta jabatan. Saya kan cuma menyatakan bersedia. Jadi saya tidak pernah menanyakan, juga tidak memberi penjelasan apapun ke siapapun,” ucap Mahfud.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada komunikasi dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian, Ahmad Dofiri, yang kabarnya turut terlibat dalam penyusunan komite tersebut.

Baca Juga: Gelapnya Dunia Judi Online Menjerat Anak SD hingga Tunawisma di Indonesia

Mahfud menilai, pembentukan tim reformasi tentu bukan perkara mudah.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang, termasuk komposisi dan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah.

Karena itu, ia memilih untuk menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.

“Biar Presiden saja yang menimbang semuanya dengan sebaik-baiknya. Saya percaya beliau tahu apa yang terbaik. Jadi, ya kita tunggu saja hasil akhirnya,” tutur Mahfud.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap bahwa Mahfud telah menyatakan kesediaannya untuk duduk dalam Komite Reformasi Polri yang tengah disiapkan Presiden Prabowo.

Menurut Prasetyo, tim tersebut akan diisi sekitar sembilan orang tokoh, termasuk di antaranya mantan pejabat kepolisian dan sejumlah figur publik yang memiliki rekam jejak dalam isu penegakan hukum.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Istana mengenai kapan komite itu akan diumumkan secara resmi.

Baca Juga: Aksi Maling Proyektor di Sekolah Dasar Gagal Total, Pelaku Nyaris Kabur Sebelum Diringkus Warga

Namun sejumlah pihak berharap, keberadaan tim ini bisa menjadi langkah awal menuju pembenahan institusi kepolisian yang lebih transparan dan berintegritas.

Bagi Mahfud, menunggu bukan berarti pasif.

Ia menyebut, siap memberikan kontribusi kapan pun dibutuhkan, selama tujuannya jelas untuk memperbaiki lembaga penegak hukum dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Saya siap kalau memang diminta, tapi saya tidak mau mendahului. Semua kita serahkan pada Presiden,” tutupnya.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.