Banten

Harga Pangan Dijaga, Pemkot Makassar Siapkan Strategi Jitu Kendalikan Inflasi

Moehamad Dheny Permana | 3 September 2025, 18:46 WIB
Harga Pangan Dijaga, Pemkot Makassar Siapkan Strategi Jitu Kendalikan Inflasi

Akurat Banten - Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat tetap tenang menghadapi potensi gejolak harga kebutuhan pokok.

Langkah konkret yang disiapkan adalah memaksimalkan operasi pasar dan berbagai program strategis lainnya demi menekan laju inflasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat terbebani dengan lonjakan harga yang bisa menggerus daya beli.

“Fokus utama kita adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang wajar,” kata Munafri dalam Rapat Koordinasi Khusus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Makassar.

Menurut Munafri, ketersediaan sejumlah komoditas pangan di Makassar saat ini relatif aman, namun pihaknya tidak ingin bersikap lengah.

Karena itu, strategi pengendalian harga dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memperkuat sektor pertanian, memperlancar distribusi pangan lewat sistem digital, hingga mengawasi stok barang di pasar.

Ia juga menegaskan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, baik dengan pemerintah pusat maupun pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Menteri PPPA Ungkap Modus Ajak Anak Ikut Demo dengan Dalih Nonton Konser

Jika diperlukan, Pemkot Makassar tidak segan melakukan intervensi langsung ke pasar demi menstabilkan harga barang.

“Ini bukan hanya soal tanggung jawab pemerintah pusat, tapi kerja bersama semua pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat,” tegasnya.

Rapat koordinasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri itu juga menjadi forum penting untuk menyamakan langkah antara daerah dan pusat dalam menjaga stabilitas harga.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa laju inflasi nasional pada Agustus 2025 menunjukkan tren positif.

Inflasi tercatat berada di angka 2,31 persen, turun dari bulan sebelumnya 2,37 persen.

“Angka ini cukup baik, dengan catatan minus 0,08 persen. Faktor utama adalah terkendalinya sektor pangan, minuman, dan makanan berkat ketersediaan yang cukup serta intervensi pemerintah melalui operasi pasar murah,” jelas Tito.

Namun, Tito juga mengingatkan masih ada sejumlah daerah yang memerlukan perhatian ekstra karena harga pangan di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: KPAI: 700 Anak Diamankan Polisi Akibat Terlibat Demonstrasi 25-31 Agustus

“Hal ini akan kita bahas lebih detail dalam rapat bersama TPID dan pemerintah daerah, agar strategi pengendalian inflasi tetap efektif di seluruh wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapat kali ini digelar lebih cepat untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi landasan utama dalam menyusun evaluasi serta menentukan langkah tindak lanjut pengendalian inflasi secara rutin.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkot Makassar berharap masyarakat bisa terus merasa terlindungi dari dampak gejolak harga yang kerap muncul menjelang akhir tahun atau saat musim tertentu.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang sehat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.