Banten

Tergerus Air, Rumah Warga di Pinggir Ciliwung Tiba-Tiba Ambles Saat Surut

Moehamad Dheny Permana | 9 Juli 2025, 19:58 WIB
Tergerus Air, Rumah Warga di Pinggir Ciliwung Tiba-Tiba Ambles Saat Surut

Akurat Banten - Tak ada yang menyangka bahwa sore yang tenang di kawasan Jalan Slamet Riyadi IV, Matraman, Jakarta Timur, akan berubah menjadi awal dari kekhawatiran panjang.

Di tengah suara gemericik air yang mulai surut dari Kali Ciliwung, beberapa warga tiba-tiba dikejutkan oleh suara retakan dari balik tembok rumah. Longsor pun tak bisa dihindari.

“Saya lagi di luar, pas balik sudah ambles sebagian. Padahal tidak ada banjir besar saat itu,” ujar Suparno, salah satu warga yang rumahnya terdampak.

Ia mengaku bahwa kejadian itu berlangsung cepat, namun cukup membuat trauma.

Rumah yang ia tinggali bersama keluarganya mendadak kehilangan bagian kamar, dapur, dan kamar mandi.

Baca Juga: Penemuan Mengejutkan di Kali Ciliwung: Tubuh Misterius Tanpa Kepala Gegerkan Warga

Menurut Suparno, penyebab utama longsor ini bukan hujan deras ataupun luapan air yang mendadak.

Justru, saat air surut perlahan usai banjir, tanah di pinggir kali mulai kehilangan kekuatan dan tergerus.

“Awalnya kena banjir, terus air menyusut sedikit-sedikit. Pas air turun, tanahnya ikut turun juga. Jadi begitu surut, langsung ambles,” jelasnya.

Salah satu tetangga Suparno juga sempat mendengar suara aneh dari bagian belakang rumahnya.

“Waktu itu lagi masak nasi, eh tiba-tiba terdengar suara kretek-kretek dari arah dapur. Pas dicek, ternyata sudah mulai longsor dari sisi sebelah,” ungkap warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Mayoritas penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi.

Namun, ketakutan masih menyelimuti mereka, terlebih jika hujan kembali datang dan air Kali Ciliwung naik lagi.

Baca Juga: Lima Santri Didampingi Usai Diduga Jadi Korban Guru Ngaji Cabul

Kini, proses perbaikan sedang berlangsung.

Warga bergotong royong memasang pondasi baru untuk memperkuat struktur bangunan.

“Sekarang prosesnya lagi diperbaiki, dikurangi juga bebannya di atas biar ga berat, dibenerin dipasang pondasi baru biar lebih kuat,” ucap Suparno.

Lurah Kebon Manggis, Ibnu Fajar, turun langsung meninjau lokasi.

Ia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan rutin mengecek kekuatan pondasi rumah, terutama bagi yang tinggal di bantaran kali.

“Tetap waspada warga sekitar di bantaran Kali Ciliwung karena memang musim hujan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahaya tak selalu datang dalam bentuk yang mencolok.

Longsor diam-diam ini menunjukkan bahwa air surut pun bisa menjadi ancaman.

Warga kini tak hanya mengkhawatirkan banjir saat hujan, tetapi juga potensi ambles setelahnya.

Baca Juga: Usai Dituntut 7 Tahun Penjara, Tom Lembong Siap Bacakan Pleidoi Hari Ini

Dari kejadian ini, harapan warga sederhana yaitu agar lingkungan mereka bisa lebih aman dan perhatian dari pihak terkait bisa lebih konkret.

Karena tinggal di tepi sungai bukan berarti mereka harus terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.