Banten

REVOLUSI PENDIDIKAN DIMULAI! 10.440 Sekolah di Seluruh Indonesia Siap Direvitalisasi Juli 2025: Mendikdasmen Bongkar Angka, Bisa Melonjak Drastis!

Saeful Anwar | 26 Juni 2025, 07:31 WIB
REVOLUSI PENDIDIKAN DIMULAI! 10.440 Sekolah di Seluruh Indonesia Siap Direvitalisasi Juli 2025: Mendikdasmen Bongkar Angka, Bisa Melonjak Drastis!

AKURAT BANTEN – Kabar gembira datang dari sektor pendidikan Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengumumkan program ambisius pemerintah: merevitalisasi dan merehabilitasi sebanyak 10.440 unit sekolah di seluruh Indonesia, yang akan dimulai pada Juli 2025 mendatang.

Pengumuman ini disampaikan Mu'ti usai mengisi kegiatan retret kepala daerah gelombang II di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (25/6/2025).

Sebuah langkah besar yang diharapkan membawa dampak signifikan bagi kualitas pendidikan di Tanah Air.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga DEPOK JABAR, 33 SMP Swasta Ini GRATIS Penuh untuk Tahun Ajaran 2025/2026: Jangan Sampai Ketinggalan Daftarnya!

Anggaran Efisien, Target Sekolah Bisa Melonjak!

Mu'ti menjelaskan, program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan.

"Kami menyampaikan program terkait dengan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia yang nanti bulan Juli ini mulai kita laksanakan untuk 10.440 sekolah," kata Mu'ti.

Bahkan, ada kabar lebih baik lagi, berkat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan jumlah sekolah yang direvitalisasi akan bertambah lebih banyak dari rencana awal.

"Bahkan mungkin bisa bertambah jumlahnya karena ada efisiensi dari sisi penggunaan anggarannya," lanjut Mu'ti.

Ia bahkan sempat melaporkan kepada Presiden bahwa jumlahnya bisa melebihi 11.000 unit sekolah pada tahun ini.

Baca Juga: Terobosan Pendidikan: Sekolah Swasta SD-SMP Bakal Gratis, Angin Segar atau Anggaran Seret?

Digitalisasi & Smart Classroom Siap Hadir di Sekolah

Tak hanya perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga berupaya membangun sarana-prasarana digitalisasi pendidikan secara bertahap.

Pemerintah berencana memberikan bantuan untuk penyelenggaraan "smart classroom" dan berbagai persiapannya, termasuk penyiapan materi serta pelatihan guru.

"Tapi memang ini semuanya bertahap. Kami rencanakan dalam masa sekitar 3 atau 4 tahun semuanya dapat dipenuhi dengan 300.000 unit Smart TV untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah itu," tutur Mu'ti.

Ini adalah loncatan besar menuju sistem pendidikan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: EKSKLUSIF! 28 Sekolah Kedinasan Ini Tak Butuh Nilai UTBK SNBT 2025, Kuliah Gratis dan Jaminan CPNS Menanti!

Penguatan Pendidikan Karakter dan Guru Tetap Prioritas

Selain infrastruktur dan digitalisasi, Menteri Mu'ti juga menegaskan bahwa beberapa kebijakan terkait guru dan penguatan pendidikan karakter akan tetap menjadi prioritas.

Program penguatan pendidikan karakter melalui tujuh kebiasaan Indonesia akan terus dilakukan dan diberikan kepada guru-guru di seluruh Indonesia.

"Program pagi ceria dan juga program bimbingan konseling untuk pelatihan para guru (akan diberikan)," imbuhnya.

Ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen untuk tidak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan moral para siswa.

Program revitalisasi sekolah besar-besaran ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan dukungan anggaran dan visi yang jelas, masa depan pendidikan Indonesia terlihat semakin cerah (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman