Banten

KISAH INSPIRATIF : Semangat Baja Nera, Sang Gadis Cilik Penjelajah Citarum Pergi Ke Sekolah Berjalan Kaki, Hingga Gerakkan Hati Gubernur Jabar!

Saeful Anwar | 17 Mei 2025, 20:20 WIB
KISAH INSPIRATIF : Semangat Baja Nera, Sang Gadis Cilik Penjelajah Citarum Pergi Ke Sekolah Berjalan Kaki, Hingga Gerakkan Hati Gubernur Jabar!

AKURAT BANTEN– Di tengah hiruk pikuk media sosial, sebuah kisah inspiratif hadir dari pelosok Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bandung Barat. Adalah Nera, seorang siswi mungil SMAN 1 Saguling, yang mendadak viral bukan karena sensasi, melainkan karena kegigihannya dalam mengejar mimpi.

Setiap hari, gadis cilik ini harus berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Citarum menggunakan rakit bambu demi bisa mengenyam pendidikan SMA.

Baca Juga: Usai Tangkap 3 Pelaku Pemerasan Rp5 Triliun, Kadin Apresiasi Polda Banten: Semoga Memberi Efek Jera Terhadap Aksi Premanisme

Sebuah perjuangan yang menyentuh hati banyak pihak, bahkan langsung mengundang perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Perjuangan

Perjalanan Nera, demi cita-cita, arungi Citarum setiap hari. Bayangkan saja, dengan tubuh yang mungil, Nera tak gentar melangkahkan kaki setiap pagi, menempuh jarak yang tak sedikit, dan menghadapi tantangan menyeberangi derasnya aliran Sungai Citarum.

Bukan sekali atau dua kali, namun ini adalah rutinitas hariannya. "Ini saya sudah bertemu, adik kita bayangin dengan badan yang sangat mungil, mampu berjalan kaki setiap hari," cerita Dedi Mulyadi dengan nada kagum.

Ketika ditanya oleh sang Gubernur mengapa ia begitu gigih menempuh perjalanan sulit itu, jawaban Nera begitu sederhana namun penuh makna. "Buat mendapat pendidikan sekolah," ujarnya lugas.

Baca Juga: Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Altara, Hunian Prestisius Bertema Esensial Harmony di Grand Wisata Bekasi

Dan saat ditanya lebih lanjut mengenai tujuannya bersekolah, lagi-lagi Nera menjawab dengan mantap, "Buat mencapai cita-cita." Cita-cita yang diimpikannya pun mulia: menjadi seorang perawat.

"Yang merawat orang-orang yang sakit dan bisa merawat orang-orang yang terluka," harap Dedi Mulyadi, menyambut impian Nera. Ia bahkan melanjutkan, "bisa menyembuhkan orang-orang yang bersedih agar mereka bahagia."

Baca Juga: Ledakan Maut di Garut: Komnas HAM Turun Tangan Ikut Selidiki Dugaan Kelalaian, Soroti Kematian Warga Sipil

Reaksi Cepat Gubernur

Kisah Nera yang viral di media sosial, karena perjuangannya menyeberangi Citarum dengan rakit bambu, sontak membuat Dedi Mulyadi langsung mengundang Nera ke Gedung Pakuan Bandung.

Pertemuan hangat itu tidak hanya sebatas bincang-bincang, namun juga menjadi titik balik penting bagi Nera dan masyarakat sekitar.

Terkesima dengan semangat Nera, Dedi Mulyadi langsung memberikan apresiasi tulus. "Kamu tuh keren, seneng saya, anak-anak Jawa Barat hebat," pujinya.

Baca Juga: Usai Palak Investor China Sebesar Rp5 Triliun, Kepala KADIN dan CS Cilegon Jadi Tersangka

Tak hanya pujian, Gubernur Dedi Mulyadi juga langsung mengambil langkah konkret. Ia berjanji akan memerintahkan pihak Pekerjaan Umum (PU) untuk segera meninjau lokasi penyeberangan Sungai Citarum yang biasa dilalui Nera.

"Sore ini dari PU akan lihat ke lokasi, bisa buat jembatan engga," tandas Dedi Mulyadi, menunjukkan keseriusannya.

Harapannya, sebuah jembatan akan segera dibangun untuk mempermudah akses Nera dan siswa-siswi lainnya menuju sekolah, sehingga tak ada lagi yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi ilmu.

Baca Juga: Bea Cukai Banten Dampingi Komisi XI DPR RI Tinjau PLB, Peran Strategi Jadi Fokus Utama

Kisah Nera adalah bukti nyata bahwa semangat dan kegigihan seorang anak bangsa bisa menggerakkan banyak hal.

Semoga janji pembangunan jembatan ini segera terwujud, sehingga impian Nera dan anak-anak Jawa Barat lainnya untuk meraih pendidikan yang layak bisa berjalan mulus tanpa hambatan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman