Banten

Ledakan Maut di Garut: Komnas HAM Turun Tangan Ikut Selidiki Dugaan Kelalaian, Soroti Kematian Warga Sipil

Andi Syafrani | 17 Mei 2025, 13:13 WIB
Ledakan Maut di Garut: Komnas HAM Turun Tangan Ikut Selidiki Dugaan Kelalaian, Soroti Kematian Warga Sipil

AKURAT BANTEN - Insiden ledakan yang terjadi saat pemusnahan amunisi di kawasan militer Pamengpeuk, Garut, masih menyisakan luka mendalam. Peristiwa pada Kamis, 15 Mei 2025 itu menewaskan 13 orang—empat di antaranya adalah anggota TNI, sementara sembilan lainnya merupakan warga sipil.

Kini, Komnas HAM turun tangan menyelidiki apakah ada pelanggaran hak asasi manusia atau kelalaian prosedur dalam peristiwa tragis tersebut.

Baca Juga: Usai Palak Investor China Sebesar Rp5 Triliun, Kepala KADIN dan CS Cilegon Jadi Tersangka

Komisioner Komnas HAM, Uli Parulian, menjelaskan bahwa lembaganya telah memulai langkah penyelidikan sejak hari kejadian. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pihak-pihak terkait dan apakah standar keamanan dalam pemusnahan amunisi sudah dijalankan sesuai prosedur.

Baca Juga: Bea Cukai Banten Dampingi Komisi XI DPR RI Tinjau PLB, Peran Strategi Jadi Fokus Utama

“Kami sedang melakukan pemantauan dan penyelidikan secara menyeluruh. Fokus kami bukan hanya pada proses teknisnya, tapi juga bagaimana dampaknya terhadap warga sipil yang menjadi korban,” ujar Uli, Sabtu, 17 Mei 2025.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Kamu Harus Segera Usir Cicak dari Rumah

Komnas HAM juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik dari masyarakat sekitar lokasi, keluarga korban, hingga aparat pemerintah setempat. Mereka ingin menggali informasi utuh, terutama mengenai mengapa warga sipil bisa berada begitu dekat dengan zona berbahaya saat proses pemusnahan berlangsung.

“Tim kami juga tengah berkoordinasi dengan pihak TNI, termasuk Kodam III/Siliwangi, dan aparat kepolisian seperti Polres Garut serta Polda Jawa Barat. Kami ingin memastikan investigasi berjalan objektif dan menyeluruh,” tambahnya.

Baca Juga: Viral! Pengantin Ini Pakai Kalung Ular di Resepsi, Tamu dan Fotografer Langsung Kaget!

Kematian warga sipil dalam insiden yang melibatkan aktivitas militer menjadi perhatian serius. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana sistem pengamanan dalam operasi pemusnahan amunisi ini dijalankan, serta apakah sudah ada langkah mitigasi risiko untuk melindungi masyarakat di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tradisi Unik Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Jarang Diketahui

Tragedi ini membuka ruang diskusi lebih luas soal transparansi dalam kegiatan militer yang berada dekat dengan pemukiman warga. Komnas HAM menegaskan bahwa hasil penyelidikan ini akan disampaikan ke publik dan menjadi dasar rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Sementara proses hukum dan investigasi berjalan, keluarga korban kini menuntut keadilan dan kejelasan. Mereka berharap ada pertanggungjawaban yang jelas jika memang ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam peristiwa memilukan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC