AKURAT BANTEN - Di tengah adanya kenaikan harga kebutuhan pokok yang berdampak kepada kenaikan inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, justeru mengalokasikan anggaran untuk membeli sofa dan TV LED sebesar Rp2,4 miliar dari APBD 2024.
Hal tersebut, sontak menjadi sorotan dari sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Lebak.
Kritik tajam salah satunya datang dari aktivitas mahasiswa HMI MPO Cabang Lebak.
Baca Juga: UPDATE Terkini! 35 Dari 37 Provinsi Prabowo-Gibran Menang, Hasil Rekapitulasi Sementara KPU RI
Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, merespon persoalan tersebut. Ia juga menyebut bahwa belanja alat kelengkapan rumah tangga tersebut tidaklah bersifat prioritas dan urgen.
“Pengadaan sarana barang masuk yang dibintang untuk dilakukan efesiensi, iya tidak terlalu prioritas,” katanya, Rabu (20/3/2024).
Anggaran untuk pembelian alat kelengkapan rumah tangga di 2024 dengan nilai miliaran rupiah tersebut, tercantum di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP).
Pengadaan yang menggunakan metode pemilihan e-purchasing itu tercatat ada pada 7 sumber dana APBD Kabupaten Lebak tahun 2024 dengan total Rp2.476.192.800.
Baca Juga: 2 Kapal Motor di Pelabuhan Muara Baru Terbakar Hebat, Asap Tebal Membumbung Tinggi
“Volume pekerjaan 1 paket, uraian pekerjaan TV LED, kursi sofa, TV LED, Video Wall, Video Wall, Bracket Video Wall, Kipas angin dinding. Pemanfaatan barang atau jasa mulai Januari 2024 dan berakhir pada Desember 2024,” demikian isi keterangan paket.
Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lebak, Kandi Permana mengatakan, tidak sepakat dengan alokasi anggaran tersebut.
Karenanya, kata dia, nilai yang dialokasikan tidak sesuai dengan pemerintah daerah yang kerap kali mengeluhkan defisit anggaran.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Terhadap Balita Oleh Anggota Polrestro Tangsel, Warga Buat Surat Terbuka
“Pemerintah daerah ini harus mengkaji ulang mengenai rencana pengadaan belanja alat rumah tangga tersebut. Masih banyak PR Pemkab Lebak dalam penanganan kesejahteraan masyarakat yang jauh dari kata tuntas, ketimbang memproritaskan beli televisi dan kursi sofa,” katanya.
Menurut Kandi, alangkah baiknya Pemkab Lebak menggeser anggaran tersebut untuk kepentingan program yang skala prioritas.
“Kan bisa digeser untuk alokasi program lain yang nilai manfaatnya terasa oleh masyarakat luas. Belum lagi masih banyak infrastruktur yang rusak, rumah tidak layak huni yang harus menjadi skala prioritas untuk dibangun oleh pemerintah,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 8Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








