Banten

Begini Sulitnya Antar Logistik Pemilu di Pedalaman Lebak, Mobil Harus Diderek Warga

Ratu Tiarasari | 12 Februari 2024, 19:26 WIB
Begini Sulitnya Antar Logistik Pemilu di Pedalaman Lebak, Mobil Harus Diderek Warga

AKURAT BANTEN - Mobil pengangkut logistik Pemilu 2024 terpaksa diderek warga. Peristiwa terjadi di wilayah Kecamatan Sajira dan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten.

Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Sobang, Rudini mengungkapkan, petugas harus menyeberangi sungai, mobil pengangkut kebutuhan pemungutan suara terpaksa harus diderek warga menggunakan tambang akibat akses jalan yang tak memadai.

Distribusi logistik untuk lima TPS di Desa Cirompang menggunakan mobil pik up. Di perjalanan mobil itu tidak kuat menanjak akibat kondisi jalan yang rusak dan tanjakan curam.

Baca Juga: Jalan Raya Maja Becek dan Licin, Banyak Pemotor Terjungkal

"Petugas yang dibantu warga berjibaku menderek kendaraan agar bisa melewati tanjakan dan sampai tujuan. Ada sekisar 10 orang warga yang membantu derek mobil," katanya, Senin (12/2/2024). 

Peristiwa serupa tidak hanya di Sobang, pengiriman logistik pemilu 2024 ini juga terjadi di Kecamatan Sajira. Petugas dibantu warga harus menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit.

Sebab, jembatan yang menghubungkan daerah tersebut kabarnya sudah rusak pasca terdampak pembangunan Bendungan Karian. Walau kondisi sulit distribusi logistik berjalan lancar sampai lokasi.

“Pada tahun 2019 jembatan itu masih ada, karena terdampak PSN waduk karian jadi harus nyeberang pakai gembong (rakit)," kata Rustam.

Baca Juga: Kereta Api Sambar Mobil di Makam Tanah Kusir, Lalu Lintas Padat

Menurutnya, menyebrang bendungan waduk karian tersebut untuk mendistribusikan logistik ke Desa Calungbungur.

“Alhamdulilah dengan kerja keras petugas logistik pemilu 2024 sudah sampai di lokasi yang dituju,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.