Banten

Budi Arie Bongkar Isu Prabowo di Bawah Kendali Jokowi, Begini Penjelasannya

Aullia Rachma Puteri | 21 September 2026, 08:26 WIB
Budi Arie Bongkar Isu Prabowo di Bawah Kendali Jokowi, Begini Penjelasannya
PRABOWO DISETIR JOKOWI?

AKURAT BANTEN – Hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi bahan pembicaraan politik.

Sorotan muncul setelah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan penjelasan mengenai anggapan bahwa jalannya pemerintahan Prabowo masih dipengaruhi atau dikendalikan oleh Jokowi.

Budi Arie menyampaikan pandangannya berdasarkan pengalamannya ketika berada di pemerintahan Prabowo.

Ia mengatakan dirinya melihat Prabowo sebagai pemimpin yang memiliki perhatian terhadap kepentingan negara dan masyarakat.

Baca Juga: Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas

Menurut Budi Arie, hal serupa juga ia lihat dari Jokowi.

Karena itu, ia menilai hubungan antara kedua tokoh tersebut tidak tepat jika semata-mata dipahami sebagai persaingan kepentingan politik.

Ia juga menolak anggapan bahwa Prabowo menjalankan pemerintahan berdasarkan arahan Jokowi.

Bagi Budi Arie, narasi tersebut merupakan isu yang tidak sesuai dengan pengamatannya selama berada di lingkungan pemerintahan.

Baca Juga: Skenario Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang 2029, Arah Politik Mulai Terlihat?

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Budi Arie membahas perkembangan hubungan politik Prabowo dan Jokowi sekaligus dinamika menuju Pemilu 2029.

Ia menyebut kedua tokoh tersebut memiliki perhatian terhadap kepentingan nasional.

Budi Arie juga menyinggung pengalamannya sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo.

Dari pengalaman itu, ia menyatakan dapat melihat secara langsung bagaimana Prabowo menjalankan tugas sebagai kepala pemerintahan.

Baca Juga: Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya

Di tengah pernyataan tersebut, nama Jokowi kembali muncul dalam pembicaraan mengenai arah politik nasional.

Hubungan antara mantan presiden dan presiden yang sedang menjabat memang kerap menjadi perhatian, terlebih keduanya sebelumnya berada dalam satu rangkaian kontestasi politik nasional.

Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pilpres 2024 dan kemudian dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029.

Jokowi sebelumnya merupakan presiden selama dua periode sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024.

Baca Juga: Gibran Makin Rajin Blusukan, Pengamat Bongkar Sinyal Politik Jelang Pilpres 2029: Prabowo Wajib Waspada?

Budi Arie juga sebelumnya berbicara mengenai kemungkinan konfigurasi politik pada Pilpres 2029.

Ia menyebut peta politik menuju pemilu tersebut masih dapat berubah karena proses politik masih panjang.

Menurut dia, belum ada kepastian mengenai pasangan yang akan kembali bertarung dalam pemilihan presiden berikutnya.

Berbagai kemungkinan masih terbuka, termasuk terkait pasangan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Mengejutkan! Purbaya Diganti Suahasil Nazara, Arah Kebijakan Ekonomi Prabowo Jadi Sorotan

Dalam pembicaraan mengenai masa depan pemerintahan, Budi Arie menilai tingkat keberhasilan pemerintahan saat ini juga akan menjadi salah satu faktor penting.

Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, menurutnya, berkaitan dengan dinamika politik dan dukungan terhadap partai-partai yang berada di pemerintahan.

Pernyataan Budi Arie mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi juga tidak dapat dipisahkan dari polemik sebelumnya terkait ucapannya tentang kemungkinan percepatan Pemilu 2029.

Pada Agustus 2026, Budi Arie telah menyatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan analisis pribadinya dan tidak mewakili sikap Jokowi.

Baca Juga: Mengejutkan! Purbaya Diganti Suahasil Nazara, Arah Kebijakan Ekonomi Prabowo Jadi Sorotan

Ia juga menyampaikan permohonan maaf setelah pernyataannya menimbulkan berbagai tafsir.

Dalam perkembangan terbaru, Budi Arie kembali menegaskan bahwa dirinya melihat Prabowo dan Jokowi sebagai dua tokoh yang mengutamakan kepentingan negara dan rakyat.

Pernyataan itu menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai relasi politik kedua tokoh tersebut.

Sementara itu, dinamika politik menuju 2029 masih terus bergerak.

Baca Juga: Reshuffle Prabowo Bikin Geger! Bukan Cuma Menkeu, Pengamat Soroti Bahlil dan Zulhas

Konfigurasi koalisi, keputusan partai politik, serta pilihan para tokoh akan menjadi faktor yang menentukan arah kontestasi pada pemilu mendatang.

Untuk saat ini, pernyataan Budi Arie merupakan pandangan politiknya mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi.

Belum ada pernyataan resmi yang menunjukkan bahwa Jokowi mengendalikan pemerintahan Prabowo, sehingga isu tersebut tetap perlu dibedakan antara klaim politik, interpretasi publik, dan fakta yang dapat diverifikasi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.