Prabowo Titip Pesan Penting ke Suahasil Nazara, Menkeu Baru Langsung Hadapi Tantangan APBN

AKURAT BANTEN – Suahasil Nazara resmi menduduki kursi Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dalam perombakan kabinet, Senin, 14 September 2026.
Baru saja dilantik, Suahasil langsung mengungkap pesan penting yang diberikan Prabowo terkait pengelolaan keuangan negara.
Presiden meminta Suahasil memastikan APBN tetap memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya.
Anggaran negara juga harus mampu menjadi instrumen untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Harta Suahasil Nazara Tembus Rp138 Miliar, Kini Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Mandat tersebut menjadi tugas besar bagi Suahasil karena posisi Menteri Keuangan sangat menentukan arah kebijakan fiskal pemerintah.
Setiap keputusan mengenai penerimaan, belanja, pembiayaan hingga pengelolaan utang akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional.
Suahasil menegaskan bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak berarti seluruh kebijakan fiskal akan dirombak secara tiba-tiba.
Ia menyebut pekerjaan Kementerian Keuangan harus terus berjalan dan berbagai agenda yang sudah disiapkan tetap perlu dilanjutkan.
Baca Juga: Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Ada Pesan Penting soal APBN yang Wajib Diketahui
Fokus utama yang harus segera dikerjakan adalah memastikan pelaksanaan APBN 2026 berjalan dengan baik.
Suahasil menyebut masih terdapat empat bulan yang harus diselesaikan, yakni September hingga Desember.
Setelah dilantik, ia bahkan menyatakan akan langsung melihat kondisi terkini APBN di Kementerian Keuangan.
Tidak hanya menyelesaikan anggaran tahun berjalan, Suahasil juga harus ikut mengawal pembahasan RAPBN 2027.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu, 4 PR Berat Ini Sudah Menanti, 'APBN hingga Utang Negara'
Pemerintah tengah menyusun berbagai program prioritas yang membutuhkan dukungan anggaran.
Menurut Suahasil, program-program tersebut harus ditata secara rapi agar pembiayaan negara tetap terukur.
Tantangan lainnya adalah memastikan APBN mampu menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas.
Suahasil menilai anggaran negara harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi belanja pemerintah, tetapi juga melalui dukungan terhadap aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
Komitmen tersebut sejalan dengan pernyataan Suahasil setelah pelantikan.
Ia menyatakan akan menjaga kredibilitas APBN dan memastikan defisit tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagaimana ditetapkan dalam aturan.
Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan menjadi modal penting untuk menjalankan mandat tersebut.
Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
Latar belakangnya sebagai ekonom dan akademisi juga membuatnya cukup dikenal sebagai teknokrat di bidang fiskal.
Pergantian tersebut juga mendapat perhatian dari pelaku pasar.
Sejumlah analis menilai penunjukan Suahasil berpotensi memberikan kepastian lebih besar karena dirinya merupakan sosok yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan.
Namun, tantangan yang dihadapi tetap tidak ringan. Suahasil harus menjaga disiplin fiskal sekaligus memenuhi agenda pemerintah yang membutuhkan pembiayaan besar.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Kebijakan Mendadak Prabowo, Sebut Menkeu Purbaya Harus Putar Otak Cari Anggaran
Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas APBN dan kepentingan masyarakat akan menjadi ujian penting bagi kepemimpinannya.
Dengan mandat langsung dari Prabowo untuk menjaga keuangan negara, Suahasil kini memasuki babak baru dalam kariernya.
Keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga APBN tetap kredibel sembari memastikan anggaran negara benar-benar bekerja untuk mendukung perekonomian dan program prioritas pemerintah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 3TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 4Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 8Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 9Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 10PROJO Peringatkan Gerindra soal Gibran, Prabowo Disebut Bakal Jadi Target Berikutnya!








