Dedi Mulyadi Respons Kritik Yusril soal Sayembara Tangkap Begal, Singgung Risiko Main Hakim Sendiri

AKURAT BANTEN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait program pemberian hadiah bagi warga yang berhasil membantu menangkap pelaku kejahatan jalanan.
Pernyataan itu disampaikan setelah kebijakannya mendapat sorotan, termasuk kritik dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Menurut Dedi, program tersebut tidak dimaksudkan untuk mendorong masyarakat melakukan tindakan di luar hukum.
Sebaliknya, hadiah yang disiapkan diharapkan menjadi motivasi agar warga memilih mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian, bukan melakukan aksi balas dendam atau main hakim sendiri.
Ia menilai masih banyak kasus di mana pelaku kejahatan menjadi sasaran amuk massa setelah tertangkap.
Dengan adanya insentif, masyarakat diharapkan lebih mengutamakan proses hukum dibandingkan melampiaskan emosi di lokasi kejadian.
Dedi juga menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Karena itu, warga diminta tidak memaksakan diri menghadapi pelaku kejahatan apabila situasi dinilai membahayakan.
Dalam kondisi tertentu, masyarakat lebih baik segera melapor kepada aparat agar penanganan dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Program sayembara tersebut sebelumnya diumumkan sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Hadiah yang dijanjikan berasal dari dana pribadi Dedi dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan jenis tindak kejahatan dan tingkat risiko penangkapan.
Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra mengingatkan agar kebijakan semacam ini dikaji secara hati-hati.
Menurutnya, pemberian hadiah kepada warga yang menangkap pelaku kejahatan berpotensi memicu tindakan vigilante atau main hakim sendiri apabila tidak disertai aturan yang jelas.
Perbedaan pandangan tersebut memunculkan perdebatan di ruang publik.
Sebagian pihak mendukung langkah Dedi karena dinilai dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Namun, ada pula yang mengkhawatirkan kemungkinan munculnya penyalahgunaan, salah sasaran, atau tindakan kekerasan yang justru bertentangan dengan prinsip penegakan hukum.
Meski menuai pro dan kontra, Dedi memastikan program itu tetap mengedepankan koordinasi dengan kepolisian.
Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya berperan membantu mengamankan pelaku, sedangkan seluruh proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan kejahatan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak melanggar hak-hak setiap warga negara.
Perdebatan mengenai kebijakan ini diperkirakan masih akan berlanjut.
Di satu sisi, program tersebut dianggap sebagai inovasi untuk meningkatkan keamanan.
Di sisi lain, sejumlah kalangan meminta adanya pengawasan ketat agar pelaksanaannya tidak memunculkan persoalan hukum baru maupun praktik main hakim sendiri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!








