Profil Haji Manaf Zubaidi Bukan Orang Sembarangan, Pantas Mantan Jaksa Ini Berani Tampar Keras Dedi Mulyadi

AKURAT BANTEN - Di tengah sorotan publik atas kejadian ketika Haji Manaf Zubaidi “mendamprat” Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Karawang muncul fakta menarik mengenai jejak karier Manaf.
Ia ternyata bukan sosok sembarangan: di masa lalu, ia pernah menjabat sebagai jaksa dan menanganinya sejumlah kasus penting.
Manaf Zubaidi, yang sekarang banyak dikenal karena keberaniannya menegur pejabat publik secara terbuka, memiliki latar belakang profesi hukum.
Ia pernah menjabat sebagai jaksa dan memiliki pengalaman menangani perkara‐perkara yang menuntut kredibilitas tinggi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Pede Ekonomi Jabar Ngebut, Sebut Jalan Mulus dan Transparansi Jadi Kuncinya
Di kalangan internal kejaksaan, nama Manaf pernah muncul terkait penanganan kasus yang melibatkan tokoh besar dan institusi strategis.
Kariernya di kejaksaan memberi ia pemahaman mendalam soal mekanisme hukum dan posisi orang‐orang yang berada dalam sorotan publik.
Hal ini pula yang kemudian memberikan pijakan bagi keberaniannya bertindak secara terbuka terhadap pejabat publik seperti Gubernur Dedi Mulyadi.
Kejadian yang membuat Manaf jadi viral terjadi saat ia menghadiri suatu forum di Kabupaten Karawang dan secara tiba‐tiba menegur keras Gubernur Dedi Mulyadi terkait persoalan ruko dan tanah yang diduga tersangkut konflik pelayanan publik.
Intinya Manaf menyampaikan keberatan secara lugas dan keras, menunjukkan bahwa ia tak lagi dalam posisi pasif.
Momen tersebut menarik perhatian media dan publik karena simbolik.
Seorang mantan jaksa yang tak lagi menjabat tiba‐tiba “turun” ke ruang publik dan menegur pejabat sebesar Gubernur.
Keberanian ini tak lepas dari rekam jejak profesinya yang dibawa ke level sosial dan politik.
Ada beberapa faktor yang membuat Manaf merasa memiliki “hak moral” untuk berbicara secara terbuka:
Sebagai mantan jaksa yang pernah menangani kasus‐kasus besar, ia menguasai seluk‐beluk hukum dan memahami posisi pejabat publik dalam kerangka pengawasan.
Manaf tampak memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, terutama yang menyangkut transparansi layanan publik dan kepemilikan lahan/rumah toko (ruko).
Pengalaman masa lalu membentuk mindset bahwa pejabat harus akuntabel.
Kehadirannya di acara pemerintah dan komunitas di Karawang menunjukkan bahwa ia punya jaringan dan keberanian untuk bersikap tegas tanpa merasa terpinggirkan.
Sikap terbuka seperti yang ditunjukkan Manaf bisa menuai respons positif tapi juga tantangan:
Haji Manaf Zubaidi adalah sosok di luar kebanyakan: mantan jaksa yang memilih untuk aktif bersuara dalam ranah publik.
Momen “pendampratan” terhadap Gubernur Dedi Mulyadi di Karawang bukan sekadar insiden tunggal, melainkan manifestasi dari pengalaman masa lalu, kesadaran sosial, dan keberanian untuk menegakkan prinsip akuntabilitas.
Baca Juga: Surat Cinta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Ditolak! Alasan Kokom Bikin Ngakak ...
Bagi publik di Banten, kisah Manaf memberikan inspirasi bahwa peran masyarakat dalam mengawasi pejabat bisa datang dari siapa saja termasuk mereka yang berlatar belakang hukum dan kini memilih bersuara.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 6Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 7PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9Akhirnya Liverpool Menang di Kandang! Gol Isak Bawa The Reds Bangkit, Rekor Buruk Anfield Terhenti
- 10MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe









