Banten

OJK: Penyaluran Kredit Paylater oleh Perbankan Capai 21,77 Triliun pada November 2024

Syahganda Nainggolan | 8 Januari 2025, 15:55 WIB
OJK: Penyaluran Kredit Paylater oleh Perbankan Capai 21,77 Triliun pada November 2024

AKURAT BANTEN - Fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal sebagai layanan Paylater menunjukkan lonjakan pengguna yang signifikan menjelang akhir tahun 2024.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran kredit Paylater oleh perbankan mencapai Rp21,77 triliun pada November 2024. Hal ini menandakan pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kapolda Banten Pimpin Serah Terima Jabatan dan Mutasi Pejabat Polda Banten, Didik: Ini Merupakan Bentuk Tour of Duty dan Tour of Area

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mengungkapkan bahwa layanan BNPL terus menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahunnya.

"Pada November 2024, debit kredit BNPL tumbuh sebesar 42,68% secara tahunan (year-on-year/yoy)," ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2024, yang disiarkan pada Selasa (7/1/2025).

Meski begitu, kontribusi layanan Paylater terhadap total kredit perbankan di Indonesia masih tergolong kecil. Dengan total penyaluran kredit perbankan yang mencapai Rp7.717 triliun pada November 2024, kredit Paylater hanya menyumbang sekitar 0,2% dari keseluruhan kredit tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun popularitasnya meningkat, BNPL masih berada di tahap awal pengembangan sebagai produk keuangan.

Namun, lonjakan ini mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin nyaman menggunakan layanan keuangan digital.

Baca Juga: Film Horor Terbaru, Pengantin Setan Diangkat Dari Kisah Nyata Seseorang yang disukai oleh Jin

Paylater menjadi solusi bagi banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus membayar langsung, terutama di sektor e-commerce dan gaya hidup.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, produk ini diprediksi akan terus tumbuh dan semakin menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Di sisi lain, OJK tetap mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan ini dengan bijak.

Meski memiliki potensi besar, layanan BNPL juga berisiko jika tidak dikelola dengan baik, terutama dalam hal kemampuan bayar pengguna.

Dengan pengawasan yang ketat, OJK berharap Paylater dapat berkembang sebagai solusi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.